• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Market

Dongkrak Likuiditas Sukuk Negara, BEI Luncurkan Fitur Repo SBSN di Platform SPPA

oleh Stella Gracia
8 Juli 2026 - 13:03
8
Dilihat
Dongkrak Likuiditas Sukuk Negara, BEI Luncurkan Fitur Repo SBSN di Platform SPPA
0
Bagikan
8
Dilihat

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghadirkan fitur transaksi Repo dengan underlying SBSN di platform SPPA untuk mendongkrak likuiditas sukuk negara di pasar sekunder.

Stabilitas.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memperluas instrumen perdagangan di pasar alternatif. Bekerja sama dengan Kementerian Keuangan, otoritas bursa mulai menyediakan fitur transaksi repurchase agreement (Repo) dengan underlying Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) melalui Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA).

Langkah strategis ini diambil untuk memacu aktivitas perdagangan sukuk negara di pasar sekunder yang dinilai masih belum optimal. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Iding Pardi, mengungkapkan bahwa kehadiran fitur baru ini diharapkan mampu menjadi stimulus bagi pasar pendapatan tetap berbasis syariah.

“Kehadiran fitur Repo dengan Underlying SBSN di SPPA diharapkan dapat meningkatkan aktivitas transaksi SBSN di pasar sekunder,” ujar Iding dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (8/7).

BERITA TERKAIT

Fundamental Kokoh, BI Sebut Tekanan Rupiah Murni Terkerek Sentimen Global

BI Rate Mendaki, OJK Tegaskan Likuiditas Perbankan Tetap Tebal dan Kredit Tumbuh 11,51%

Formula Baru Price-Impact Ratio Rilis, 37 Saham Masuk Daftar HSC BEI

Coretax System Resmi Berlaku Penuh Juli 2026, Setoran PPh Orang Pribadi Melesat 272%

Urgensi pengembangan fitur baru ini didasari oleh masih minimnya realisasi transaksi Repo berbasis syariah di Indonesia jika disandingkan dengan konvensional. Berdasarkan data internal BEI, terdapat jurang pemisah (gap) yang sangat lebar sepanjang tahun fiskal lalu.

Berikut perbandingan volume transaksi pasar Repo domestik:

Jenis Instrumen Pasar Repo Nilai Transaksi Eksisting Catatan Kinerja Transaksi
Repo Surat Utang Negara (SUN)

Melampaui Rp2.500 Triliun

Akumulasi Transaksi Sepanjang Tahun 2025

Repo Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)

Belum Mencapai Rp1 Triliun

Transaksi Antar-Dealer Sepanjang Tahun 2025

Iding optimistis, peningkatan aktivitas Repo ke depan akan memperkuat proses pembentukan harga (price discovery), memperlancar distribusi likuiditas antar-pelaku pasar, sekaligus meningkatkan kedalaman pasar SBSN secara keseluruhan.

Fitur anyar ini ditargetkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh bank umum, bank pembangunan daerah (BPD), serta jajaran pelaku pasar institusional lainnya dalam mengelola kebutuhan likuiditas jangka pendek mereka.

Dari sisi pemenuhan regulasi dan kepatuhan prinsip, Iding memaparkan bahwa transaksi repo SBSN antar-lembaga keuangan konvensional dapat dijalankan dengan aman menggunakan skema repo berbasis Global Master Repurchase Agreement (GMRA). Mekanisme komersial tersebut dipastikan telah memperoleh penegasan aspek kesesuaian syariah melalui fatwa resmi Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

“Ke depan, kami akan terus mengembangkan SPPA agar mampu mengakomodasi kebutuhan pasar yang semakin berkembang melalui kolaborasi dengan regulator, otoritas, asosiasi, dan seluruh pelaku pasar,” tambah Iding.

Hadirnya pilihan transaksi beragun sukuk ini sekaligus mempertegas peta jalan transformasi platform SPPA sebagai infrastruktur utama pasar uang nasional.

Berikut adalah linimasa pengembangan fitur pada platform SPPA milik BEI:

  • Maret 2025: SPPA pertama kali menyediakan dan mengintegrasikan fitur transaksi untuk produk Repo SUN.

  • April 2026: Platform ini resmi ditunjuk dan bertransformasi menjadi wadah kuotasi bagi Dealer Utama Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA).

  • Juli 2026: Peluncuran fitur transaksi Repo SBSN disahkan guna memperluas diversifikasi instrumen keuangan yang dapat diperdagangkan. ***

Tags: #kemenkeuBEIGMRAIding Pardilikuiditas perbankanpasar sekunderRepo SBSNRepo SUNSPPASukuk Negara
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Target Penerbitan Rp20 Triliun, Kemenkeu Resmi Tawarkan SBN Ritel Seri ORI030

Selanjutnya

Tren Kontraksi Berakhir, Penerimaan Pajak Semester I-2026 Melonjak 24,6% Jadi Rp 1.035,7 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

OJK Siapkan Tiga Fokus Strategis Mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

OJK Siapkan Tiga Fokus Strategis Mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

oleh Stella Gracia
21 Juli 2026 - 12:34

OJK menyiapkan tiga fokus utama pengembangan literasi dan inklusi keuangan syariah 2026. Simak strategi OJK dalam memperkuat keuangan syariah nasional...

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

oleh Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Dukung Rukun Festival 2026, Bank Artha Graha Pacu Inklusi Finansial UMKM

Dukung Rukun Festival 2026, Bank Artha Graha Pacu Inklusi Finansial UMKM

oleh Stella Gracia
20 Juli 2026 - 12:58

Bank Artha Graha Internasional (BAGI) dukung Rukun Festival 2026 di Jakarta. BAGI juga hadirkan solusi finansial dan aplikasi agi apps...

BI: Bursa Mineral Bakal Berantas Praktik Nakal ‘Transfer Pricing’ dan Tarik Investasi Riil

BI: Bursa Mineral Bakal Berantas Praktik Nakal ‘Transfer Pricing’ dan Tarik Investasi Riil

oleh Stella Gracia
17 Juli 2026 - 08:16

DGS BI Destry Damayanti menilai Bursa Mineral dan Komoditas Strategis bakal menyapu bersih praktik nakal transfer pricing dan mendongkrak investasi...

Bidik Status Hub Perdagangan Dunia, OJK Targetkan Bursa Mineral Beroperasi 1 Januari 2027

Bidik Status Hub Perdagangan Dunia, OJK Targetkan Bursa Mineral Beroperasi 1 Januari 2027

oleh Stella Gracia
17 Juli 2026 - 08:15

OJK menargetkan bursa mineral dan komoditas strategis beroperasi penuh per 1 Januari 2027. Langkah ini menggeser sebagian wewenang Bappebti ke...

Pasar Modal: Agar Tidak Terus Jadi Followers

S&P Tahan Rating RI, Menkeu Purbaya: Sentimen Negatif Sirna, Siap-Siap Beli Saham!

oleh Stella Gracia
16 Juli 2026 - 16:33

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai keputusan S&P mempertahankan rating BBB Indonesia mematahkan kekhawatiran pasar. Ia menyentil lembaga rating lain yang...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Kejar Target Rp2.357 Triliun, DJP Bidik Rp200 Triliun dari Ekstensifikasi Pajak

    Tarik PPh 22 di Marketplace, DJP Bidik Pajak Digital Melonjak Hingga Rp 24 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DJP Kejar Pajak Digital, Strava dan Kling AI Resmi Kena PPN 11 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danamon-Manulife Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Laba Rp66,59 Miliar, RUPST KB Bank (BBKP) Rombak Jajaran Direksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar Forbes 2026: BCA Peringkat 1 Bank Terbaik RI, SeaBank Juara di Kategori Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Persaingan Asuransi Makin Ketat, Ini Daftar Market Leaders 2026

Volume Transaksi BNIdirect Tembus Rp 15,39 Triliun, BNI Dinobatkan Jadi Best SME Bank

Minat Jadi Mitra MagangHub 2026? Kemnaker Tegaskan Perusahaan Wajib Terdaftar di WLKP

The Busyness Trap

Stabilitas Edisi 224 : Alarm Waspada dari Bank Sentral

Marak CS Palsu dan Modus Galbay, SPinjam Imbau Pengguna Gunakan Kanal Resmi

OJK Siapkan Tiga Fokus Strategis Mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

OJK Blokir 32.454 Rekening Judi Online, Perbanas Perketat Sistem Pengawasan Fraud

Pacu Bisnis Konsumer, BRI Kembali Siapkan KKB Expo Serentak di 131 Titik

STABILITAS CHANNEL

 
Selanjutnya
Tren Kontraksi Berakhir, Penerimaan Pajak Semester I-2026 Melonjak 24,6% Jadi Rp 1.035,7 Triliun

Tren Kontraksi Berakhir, Penerimaan Pajak Semester I-2026 Melonjak 24,6% Jadi Rp 1.035,7 Triliun

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance