• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

Dongkrak Likuiditas Sukuk Negara, BEI Luncurkan Fitur Repo SBSN di Platform SPPA

by Stella Gracia
8 Juli 2026 - 13:03
17
VIEWS
Dongkrak Likuiditas Sukuk Negara, BEI Luncurkan Fitur Repo SBSN di Platform SPPA
0
SHARES
17
VIEWS

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghadirkan fitur transaksi Repo dengan underlying SBSN di platform SPPA untuk mendongkrak likuiditas sukuk negara di pasar sekunder.

Stabilitas.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memperluas instrumen perdagangan di pasar alternatif. Bekerja sama dengan Kementerian Keuangan, otoritas bursa mulai menyediakan fitur transaksi repurchase agreement (Repo) dengan underlying Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) melalui Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA).

  • Baca juga: Melesat 142 Persen di Tengah Likuiditas Ketat, BEI Tetapkan BSWD Masuk Radar Konsentrasi Tinggi

Langkah strategis ini diambil untuk memacu aktivitas perdagangan sukuk negara di pasar sekunder yang dinilai masih belum optimal. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Iding Pardi, mengungkapkan bahwa kehadiran fitur baru ini diharapkan mampu menjadi stimulus bagi pasar pendapatan tetap berbasis syariah.

“Kehadiran fitur Repo dengan Underlying SBSN di SPPA diharapkan dapat meningkatkan aktivitas transaksi SBSN di pasar sekunder,” ujar Iding dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (8/7).

BERITA TERKAIT

Melesat 142 Persen di Tengah Likuiditas Ketat, BEI Tetapkan BSWD Masuk Radar Konsentrasi Tinggi

Uang Primer Adjusted Tembus Rp2.353 Triliun: BI Catat Lonjakan Uang Kartal 11,8 Persen

Kesiapan Likuiditas Terjaga: Bank BJB Tuntaskan Pokok dan Bunga Obligasi Rp75,62 Miliar

Steroid Likuiditas Rp200 Triliun Kemenkeu: Ujian Tata Kelola Himbara dan Jebakan Maturity Mismatch

Urgensi pengembangan fitur baru ini didasari oleh masih minimnya realisasi transaksi Repo berbasis syariah di Indonesia jika disandingkan dengan konvensional. Berdasarkan data internal BEI, terdapat jurang pemisah (gap) yang sangat lebar sepanjang tahun fiskal lalu.

Berikut perbandingan volume transaksi pasar Repo domestik:

Jenis Instrumen Pasar Repo Nilai Transaksi Eksisting Catatan Kinerja Transaksi
Repo Surat Utang Negara (SUN)

Melampaui Rp2.500 Triliun

Akumulasi Transaksi Sepanjang Tahun 2025

Repo Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)

Belum Mencapai Rp1 Triliun

Transaksi Antar-Dealer Sepanjang Tahun 2025

  • Baca juga: Uang Primer Adjusted Tembus Rp2.353 Triliun: BI Catat Lonjakan Uang Kartal 11,8 Persen

Iding optimistis, peningkatan aktivitas Repo ke depan akan memperkuat proses pembentukan harga (price discovery), memperlancar distribusi likuiditas antar-pelaku pasar, sekaligus meningkatkan kedalaman pasar SBSN secara keseluruhan.

Fitur anyar ini ditargetkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh bank umum, bank pembangunan daerah (BPD), serta jajaran pelaku pasar institusional lainnya dalam mengelola kebutuhan likuiditas jangka pendek mereka.

Dari sisi pemenuhan regulasi dan kepatuhan prinsip, Iding memaparkan bahwa transaksi repo SBSN antar-lembaga keuangan konvensional dapat dijalankan dengan aman menggunakan skema repo berbasis Global Master Repurchase Agreement (GMRA). Mekanisme komersial tersebut dipastikan telah memperoleh penegasan aspek kesesuaian syariah melalui fatwa resmi Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

“Ke depan, kami akan terus mengembangkan SPPA agar mampu mengakomodasi kebutuhan pasar yang semakin berkembang melalui kolaborasi dengan regulator, otoritas, asosiasi, dan seluruh pelaku pasar,” tambah Iding.

Hadirnya pilihan transaksi beragun sukuk ini sekaligus mempertegas peta jalan transformasi platform SPPA sebagai infrastruktur utama pasar uang nasional.

Berikut adalah linimasa pengembangan fitur pada platform SPPA milik BEI:

  • Maret 2025: SPPA pertama kali menyediakan dan mengintegrasikan fitur transaksi untuk produk Repo SUN.

  • April 2026: Platform ini resmi ditunjuk dan bertransformasi menjadi wadah kuotasi bagi Dealer Utama Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA).

    • Baca juga: Kesiapan Likuiditas Terjaga: Bank BJB Tuntaskan Pokok dan Bunga Obligasi Rp75,62 Miliar
  • Juli 2026: Peluncuran fitur transaksi Repo SBSN disahkan guna memperluas diversifikasi instrumen keuangan yang dapat diperdagangkan. ***

Tags: #kemenkeuBEIGMRAIding Pardilikuiditas perbankanpasar sekunderRepo SBSNRepo SUNSPPASukuk Negara
 
 
 
 
 
Previous Post

Target Penerbitan Rp20 Triliun, Kemenkeu Resmi Tawarkan SBN Ritel Seri ORI030

Next Post

Tren Kontraksi Berakhir, Penerimaan Pajak Semester I-2026 Melonjak 24,6% Jadi Rp 1.035,7 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:53

Hans Kwee menilai bursa RI mustahil turun kelas ke Standalone Market di tengah pendapatan emiten kuartal II/2026 yang tumbuh 13,31...

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:45

OJK menjatuhkan denda rekor total Rp2,1 triliun kepada DSSA, BREN, dan CUAN atas pelanggaran manipulasi pasar dan penjatahan semu penawaran...

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 11:34

MSCI mengusulkan penurunan status bursa saham Indonesia langsung ke Standalone Market akibat isu transparansi free float dan dugaan transaksi terkoordinasi....

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 10:33

Rupiah terperosok ke level Rp18.000 per dolar AS bersamaan dengan trading halt IHSG, Bank Indonesia gelar intervensi terpadu di pasar...

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 09:19

IHSG dibuka anjlok 8,01 persen ke level 5.393,92 pada Jumat (16/10/2026), memicu penghentian sementara perdagangan BEI akibat sentimen usulan MSCI...

Ancam Arus Modal Ratusan Triliun Rupiah: MSCI Konsultasikan Status Bursa Efek Indonesia

Ancam Arus Modal Ratusan Triliun Rupiah: MSCI Konsultasikan Status Bursa Efek Indonesia

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 08:12

MSCI membuka konsultasi usulan penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market yang diputuskan Juni 2027. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Tren Kontraksi Berakhir, Penerimaan Pajak Semester I-2026 Melonjak 24,6% Jadi Rp 1.035,7 Triliun

Tren Kontraksi Berakhir, Penerimaan Pajak Semester I-2026 Melonjak 24,6% Jadi Rp 1.035,7 Triliun

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance