Stabilitas.id — Bank Jakarta sukses mengukuhkan posisinya sebagai institusi perbankan daerah yang akuntabel dan berintegritas tinggi. Konsistensi perseroan dalam menegakkan pilar tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) berhasil membuahkan penghargaan kategori Gold Regulatory Compliance pada ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 yang diinisiasi oleh Hukumonline di Jakarta.
Penghargaan bergengsi berskala nasional ini didedikasikan khusus bagi korporasi yang dinilai sukses mengintegrasikan kepatuhan hukum sebagai nilai inti (core value) dalam setiap perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan strategis bisnisnya.
Direktur Kepatuhan Bank Jakarta Ateng Rivai menyampaikan apresiasi mendalam atas pengakuan yang diberikan oleh tim penilai penegakan hukum tersebut. Dirinya mendedikasikan piala penghargaan ini kepada seluruh manajemen dan karyawan yang konsisten mengawal kepatuhan operasional terhadap regulasi perbankan.
BERITA TERKAIT
“Penerapan kepatuhan terhadap regulasi mutlak menjadi landasan utama di setiap lini operasional Bank Jakarta. Melalui penguatan tata kelola yang bersih dan pruden, kami optimistis dapat terus mempertebal kepercayaan publik sekaligus memberikan nilai tambah (value added) yang berkelanjutan bagi nasabah, mitra bisnis, hingga otoritas regulator,” ujar Ateng dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (25/5/2026).
Ukur Inovasi Teknologi dan Kualitas SDM Kepatuhan
Ajang IRCA 2026 merupakan instrumen evaluasi independen dengan metode penilaian berbasis penilaian mandiri (self-assessment) yang terstruktur secara ketat guna menyaring perusahaan-perusahaan teladan di Indonesia.
Tim dewan juri Hukumonline menetapkan lima indikator utama dalam mengukur bobot kepatuhan hukum sebuah korporasi:
-
Evaluasi dan Monitoring berkala: Ketepatan audit internal dalam mendeteksi potensi fraud atau pelanggaran operasional sejak dini.
-
Sosialisasi Regulasi Internal: Kecepatan manajemen dalam mengedukasi dan menurunkan aturan hukum baru ke seluruh unit kerja karyawan.
-
Inovasi Teknologi Kepatuhan (RegTech): Pemanfaatan platform digital dan automasi sistem untuk mempermudah pelaporan dan pengawasan transaksi keuangan.
-
Strategi Pengembangan SDM: Kurikulum pelatihan berkelanjutan untuk mencetak perwira kepatuhan (compliance officers) yang kompeten dan berkarakter kuat.
-
Manajemen Risiko Berkelanjutan: Keselarasan mitigasi risiko hukum dengan kelangsungan bisnis jangka panjang.
Perkokoh Daya Saing Menuju Perbankan Sehat dan Profesional
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi menambahkan bahwa pencapaian ini menjadi pemacu bagi perseroan untuk terus memperketat pengawasan internal dan tidak cepat berpuas diri. Implementasi GCG dinilai bukan sekadar kewajiban pemenuhan administratif (paper compliance), melainkan strategi utama untuk memenangkan persaingan pasar perbankan yang kian kompetitif.
“Dengan konsisten menerapkan prinsip-prinsip GCG, kami yakin dapat menjaga pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan yang sehat, melindungi dana pihak ketiga nasabah secara aman, serta memperkokoh posisi Bank Jakarta sebagai institusi perbankan yang profesional, adaptif, dan berdaya saing tinggi,” pungkas Arie. ***






.jpg)










