• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Februari 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Kolom

Transformasi Chief Information Officer

oleh Sandy Romualdus
8 Januari 2022 - 13:30
107
Dilihat
Mengantisipasi Tren Pengunduran Diri
0
Bagikan
107
Dilihat

MERZA GAMAL, Pengkaji Sosial Ekonomi Islami, Author of Change Management & Cultural Transformation, Former AVP Corporate Culture at Biggest Bank Syariah

ERA Next Normal yang terbentuk pasca-pandemi Covid-19, membuat posisi Chief Information Officer (CIO) makin penting terutama karena naiknya pamor penggunaan teknologi informasi. Tantangan bagi CIO adalah bagaimana mereka tidak hanya dapat mewujudkan aspirasi bisnis untuk tumbuh tetapi juga membentuknya. Tantangan itu semakin penting karena tujuan bisnis mereka tidak dapat dicapai tanpa teknologi. Suka atau tidak, CIO menjadi sorotan.

McKinsey selama setahun terakhir melakukan penelitian yang menyoroti bagaimana misi TI berubah dan perlu diubah. Perusahaan besar dan mapan mencari teknologi untuk menjadi kekuatan dinamis dalam bisnis sementara perusahaan baru membentuk kembali cara orang bekerja, berbelanja, berkomunikasi, membuat keputusan, dan hidup. Implikasi yang jelas adalah bahwa CIO perlu melakukan lompatan dari pemimpin teknologi ke penggerak bisnis.

Berdasarkan penelitian tersebut, dapat diidentifikasikan enam area di mana CIO dapat memfokuskan upaya mereka untuk menyelaraskan TI dengan tujuan bisnis dengan lebih baik.

BERITA TERKAIT

 Transformasi BTN: Menopang Mimpi Rumah Bangsa Melalui Dana Murah dan Inovasi Digital

Investasi Rakyat Kian Bersinar, Tabungan Emas Holding Ultra Mikro BRI Naik 66,9% Tembus 13,7 Ton

BRImo Digunakan 44,4 Juta User dengan Transaksi Rp25 Triliun per Hari

Analis: Program Koperasi Desa Merah Putih Diproyeksikan Beri Sentimen Positif untuk Koleksi BBRI

Pertama, Kenali pelanggan Anda sebaik Anda mengetahui teknologi Anda. Tanpa komitmen yang lebih dalam untuk memahami pelanggan, TI dan CIO akan terus menjadi pelaksana strategi daripada pembentuknya. Faktanya, kurang dari setengah pemimpin teknologi meyakini bahwa organisasi mereka telah efektif dalam memimpin desain e-commerce dan pengalaman online.

Kedua, letakkan cloud di pusat strategi teknologi Anda. Peningkatan produktivitas dan peningkatan efisiensi melalui program migrasi cloud dapat menghasilkan penghematan biaya yang signifikan, tetapi pada dasarnya hal tersebut mewakili cara yang lebih baik untuk melakukan apa yang sudah dilakukan TI. CIO memiliki peran penting dalam membuat bisnis fokus pada hadiah yang jauh lebih besar: bisnis baru, praktik inovatif, dan sumber pendapatan baru yang dimungkinkan atau dipercepat oleh cloud.

Ketiga, jadikan pengalaman pengembang sebagai landasan strategi talent. Talent di bidang teknologi yang hebat dapat memiliki dampak terbesar pada kemampuan bisnis untuk menghasilkan nilai. Namun, akibat pergeseran selama Covid-19 menuju pekerjaan jarak jauh, yang tiba-tiba menghilangkan lokasi sebagai penghalang untuk perekrutan,sehingga menemukan talenta yang tepat adalah tantangan terbesar yang dihadapi dalam transformasi perusahaan.

Keempat, Menjadi pembelajar tercepat

Bisnis yang dirancang untuk belajar dan beradaptasi dengan cepat—apakah mempelajari bahasa pengkodean baru, menggunakan teknologi untuk mengembangkan model bisnis baru, mengintegrasikan teknologi baru, atau mengadopsi metodologi baru—akan menjadi bisnis yang berhasil.

Kelima,  Jadikan keamanan sebagai pendorong kecepatan dan pertumbuhan

Di banyak organisasi, fungsi keamanan dan kepatuhan diperlakukan sebagai kejahatan yang diperlukan. Namun saat ini terjadi pergesaran, yakni memindahkan keamanan dari sesuatu yang hanya dilakukan oleh tim khusus menjadi sesuatu yang menjadi tanggung jawab setiap orang, serta meningkatkan operasi keamanan untuk meningkatkan pencegahan dan ketahanan.

CIO dapat memberikan pendidikan dan insentif kepada pengembang untuk membangun keamanan dan kepatuhan ke dalam kode mereka. Selain itu, CIO paling baik dapat mengaktifkan perubahan ini dengan menerapkan pola pikir pengembang pada keamanan daripada kepatuhan. Model kerja DevSecOps, di mana keamanan diintegrasikan ke dalam setiap tahap siklus hidup produk yang gesit alih-alih menjadi pemeriksaan di akhir, adalah salah satu cara untuk melakukannya. CIO dapat lebih memperkuat keamanan dengan berkomitmen pada pendekatan “keamanan sebagai kode” yang mendefinisikan kebijakan dan standar keamanan siber dan kemudian menerapkannya sebagai kode melalui arsitektur dan otomatisasi.

Keenam, pilih data lebih baik daripada data lebih banyak.

Masalah terbesar dengan data adalah ada begitu banyak sehingga perusahaan mengalami kesulitan luar biasa untuk memahaminya. Pengguna data dapat menghabiskan antara 30 hingga 40 persen waktu mereka untuk mencari data dan 20 hingga 30 persen untuk membersihkannya. Akibatnya, mereka mencoba mengelola skala daripada mengekstrak nilainya.

CIO dapat mendorong tata kelola data yang efektif melalui keseimbangan peran pengelolaan data dan tata kelola terpusat, serta mengembangkan kemampuan orkestrasi untuk membuat banyak hubungan data yang diperlukan untuk memungkinkan pengalaman lanjutan. Salah satu cara, CIO dapat memenuhi kebutuhan ini adalah dengan mendirikan “ruang perang pengiriman data dan analitik” yang terdiri dari pengembang data, hukum, kepatuhan, dan arsitek full-stack. Tim ini mengambil input dari bisnis, menemukan kumpulan data utama, dan membuat platform orkestrasi data untuk mengirimkan data ke bagian mana pun dari organisasi.

Bisnis di era digital tidak mungkin tanpa platform teknologi yang kuat. Pandemi Covid-19 telah memberikan tanda seru penting untuk memperjelas kenyataan ini kepada C-suite dan BOD. Dengan landasan ini, CIO memiliki peluang unik untuk menjadi penggerak bisnis. CIO perlu menulis babak baru dalam buku pedoman TI yang mewujudkan serangkaian aspirasi baru yang berani untuk menempatkan teknologi di garis depan bisnis.***

Tags: Chief Information OfficerCIOCorporate ValuekolomTransformasi
 
 
 
 
Sebelumnya

4 Stage of Data and AI Leadership

Selanjutnya

BTN Dorong Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

oleh Sandy Romualdus
21 Maret 2025 - 09:16

Oleh : Dr. Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Tanggal 18 Maret 2025 pasar...

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

oleh Stella Gracia
26 Juni 2024 - 15:05

Oleh Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik dan Ekonom UPN Veteran Jakarta Baru-baru ini, Indonesia dikejutkan oleh serangan siber besar-besaran...

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

oleh Sandy Romualdus
21 September 2023 - 16:34

Oleh Ahmed Zulfikar, Relationship Manager LPPI SAAT ini isu perubahan iklim telah menjadi topik hangat yang hampir selalu dibahas dalam...

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2023 - 12:32

Oleh : Novita Yuniarti, Assistant Programmer LPPI SERANGAN siber memiliki dampak yang serius dan menjadi isu kritis dalam digitalisasi keuangan...

Kilas Balik Pandemi COVID-19: Strategi Cermat India yang Terhambat Sistem Pasar Obat-Obatan Dunia

Kilas Balik Pandemi COVID-19: Strategi Cermat India yang Terhambat Sistem Pasar Obat-Obatan Dunia

oleh Sandy Romualdus
3 Juni 2023 - 20:20

Oleh : Baiq Shafira Salsabila, Diospyros Pieter Raphael Suitela, Muhammad Faiz Ramadhan * INDIA adalah salah satu negara berkembang dengan industri farmasi terbesar...

Fenomena Bank Digital: Tren Naik, Harus Diimbangi dengan Literasi Digital

Transformasi Digital vs Literasi Digital

oleh Sandy Romualdus
14 Februari 2023 - 08:10

Oleh Danal Meizantaka Daeanza - Assistant Programmer LPPI Perubahan yang terjadi di dunia selama satu dekade belakangan ini sangat signifikan....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
BTN Dorong Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

BTN Dorong Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance