JAKARTA, Stabilitas.id – Labuan Bajo berpotensi menjadi lokasi pariwisata bagi wisatawan mancanegara (wisman) setelah terpilih menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN Summit 2023, yang akan berlangsung di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Mei 2023 mendatang.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan turis asing ke NTT berkurang sejak pandemi. Hal tersebut menyebabkan kedatangan wisatawan asing mencapai level terendahnya selama satu dekade terakhir.
Sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke NTT, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelesaikan pembangunan infrastruktur berupa jalan baru dari Labuan Bajo menuju Tanamori di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
BERITA TERKAIT
Proyek senilai Rp 481 miliar tersebut dilakukan untuk mendukung konektivitas venue ASEAN Summit 2023 mendatang.
“Anggaran pembangunannya bersumber dari APBN senilai Rp481 miliar dengan progres fisik saat ini mencapai 97,26%,” ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam keterangan resminya, pada Senin (30/123).
Selain itu, Kementerian PUPR juga telah menyelesaikan Kawasan Waterfront Marina yang sudah diresmikan Presiden Jokowi pada Juli 2022 dan Puncak Waringin yang diresmikan pada Oktober 2021.
Sebagai informasi, dalam gelaran Asean Summit 2023, terdapat sejumlah isu prioritas yang akan dibahas mulai dari isu ketahanan pangan, stabilitas keuangan, ketahanan energi, serta kesehatan.***
















