JAKARTA, Stabilitas.id — Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melepas ekspor perdana produk semangka sebanyak 14,5 ton senilai USD 11,46 ribu ke Uni Emirat Arab (UEA). Pelepasan ekspor dilakukan TaniHub Group yang merupakan perusahaan rintisan yang bergerak di bidang teknologi pertanian (start-up agritech). Pelepasan ekspor berlangsung di National Fulfillment Center TaniHub Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat.
Produk ekspor semangka berasal dari petani binaan perusahaan di Lampung untuk memenuhi permintaan pasar di UEA. TaniHub Group memperkirakan adanya potensi permintaan yang berkelanjutan dari pasar UEA mencapai 156 ton per bulan.
Hadir pada acara ini CEO TaniHub Group Pamitra Wineka dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan, serta hadir secara virtual Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki dan Dubes RI untuk UEA Husin Bagis.
BERITA TERKAIT
Mendag menyampaikan, ekonomi Indonesia harus tumbuh tiga kali lipat GDP per kapita hingga tahun 2038. Jika tidak, Indonesia akan terperangkap dengan jebakan kelas menengah. Untuk keluar dari jebakan kelas menengah, Indonesia harus melakukan investasi di dua bidang yaitu infrastruktur dan transfer teknologi.
“TaniHub Group telah menjembatani dua hal tersebut, yaitu melakukan investasi di bidang infrastruktur melalui platform digital dan transfer teknologi. Selain itu, acara ini juga dilakukan berdasarkan basis ekonomi. Artinya, tidak ada subsidi tapi seluruh pihak yang terlibat pada proses ini mendapatkan keuntungan yang wajar,” jelas Mendag.
Menurut Mendag, infrastruktur berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Tanpa infrastruktur, kita tidak dapat menambah nilai tambah hingga ke pelosok Indonesia. Tanpa nilai tambah, masyarakat tidak bisa sejahtera. Hari ini TaniHub Group menyiapkan infrastruktur tersebut. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih dan merasa bangga karena TaniHub Group yang telah menciptakan nilai tambah untuk Indonesia,” tutur Mendag.
Sebagai perusahaan perintis, lanjut Mendag, TaniHub Group berhasil mendekatkan petani dengan pasar dan pelaku bisnis. “Saya berharap akan tercipta keseimbangan pasar baru dalam menentukan harga. Saya juga yakin nantinya industrialisasi pertanian Indonesia akan berjalan dan TaniHub Group akan menjadi pilar utama Indonesia yang dapat mendekatkan petani dengan kesejahteraan,” tambahnya.
Mendag menuturkan, Indonesia telah diprediksi ke depan akan menjadi pemberi solusi (solution maker) dari permasalahan dunia di masa datang seperti krisis energi, pemanasan suhu global, dan krisis pangan. “Dengan terbukanya pasar ekspor ini, Indonesia mulai menjalankan tugas ketiga, yaitu feeding the world atau memastikan bahwa seluruh dunia mempunyai makanan yang cukup untuk rakyatnya,” imbuh Mendag.
Mendag juga menekankan, Kemendag siap membantu untuk mewujudkan Indonesia yang mendunia melalui dukungan terhadap akses pasar dan jejaring kemitraan.
Menkop UKM Teten juga menambahkan, produk pertanian memiliki peluang besar untuk memasuki pasar global. “Saya ucapkan selamat untuk TaniHub Group, diharapkan ekspor pertanian Indonesia akan semakin ditingkatkan untuk dapat mendorong ekspor nasional. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden RI yaitu mendorong kontribusi ekspor produk UKM,” ujar Teten.
Sementara itu, menurut CEO TaniHub Group Pamitra, TaniHub Group melihat adanya kesempatan merambah pasar ekspor sebagai upaya memberikan akses pasar seluas-luasnya kepada petani lokal. Langkah ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap arahan dan kebijakan Presiden RI bahwa e-commerce (niaga elektronik/niaga-el) harus dapat diakses oleh pasar global agar produkproduk Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk-produk dari negara lain.
“Pelepasan ekspor perdana kali ini merupakan upaya nyata bagi perusahaan rintisan di bidang pertanian Indonesia untuk membentuk ekosistem ekspor baru. Ekspor ini mengawali rencana TaniHub Group untuk melakukan ekspor komoditas pertanian Indonesia lainnya ke UEA,” ujar Pamitra.
Pamitra juga mengungkapkan, dorongan Pemerintah agar pelaku industri niaga-el agrikultur melakukan ekspor sangat penting untuk memotivasi para petani Indonesia. Dorongan ini diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pertanian Indonesia, serta memperbaiki neraca perdagangan Indonesia. Pelepasan ekspor ini merupakan bukti bahwa TaniHub Group telah siap menjadi ekosistem ekspor agrikultura 4.0.
Sementara itu, Dubes Husin berharap melalui pelepasan ekspor ini TaniHub Group dapat menjaga dan meningkatkan kualitas barang yang diekspor, termasuk dalam memilih kemasan dan menentukan harga yang wajar.
“Kami siap memberikan dukungan sepenuhnya untuk perluasan pasar ekspor tidak hanya ke UEA tapi ke negara di Kawasan timur tengah lainnya bahkan ke dunia,” ungkapnya.
Selain ke UEA, TaniHub Group juga tengah menjajaki potensi ekspor buah semangka senilai Rp15,31 miliar ke pasar Singapura, Taiwan, Korea Selatan, dan Malaysia. TaniHub Group berencana akan mengekspor komoditas lainnya seperti 58.000 kg semangka senilai Rp667 juta, 28.000 kg nanas (Rp504 juta), 57.000 kg pisang (Rp826,5 juta), dan 38.000 kg jeruk (Rp551juta).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Maret 2021, ekspor hasil pertanian Indonesia mencapai USD 390 juta atau meningkat 25,04 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2020. Nilai ekspor pertanian menyumbang 2,15 persen terhadap total eskpor Indonesia per Maret 2021 yang mencapai USD 18,35 miliar.

















