JAKARTA, Stabilitas.id — Kementerian Perindustrian menyebut akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan bagi IKM yang terdampak pandemi Covid-19, baik melalui kegiatan di pusat maupun bekerjasama dengan dinas provinsi melalui dana dekonsentrasi.
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih dalam diskusi webinar yang mengangkat tema Menciptakan Ekosistem Digital Bagi Industri Kecil Menengah di Era New Normal.
Adapun selama pandemi tahun lalu, Kemenperin mencatat sejumlah dampak pada IKM yang cukup signifikan, di antaranya penurunan omset sejumlah IKM yang mencapai 50 persen.
BERITA TERKAIT
mengatakan pada masa pandemi ini pemerintah akan fokus memanfaatkan era digitalisasi Making Indonesia 4.0 melalui program e-smart IKM, smart sentra, smart packaging center, smart material center dan smart IKM.
Gati menyebut upaya lain yang dilakukan yakni dengan melibatkan pengusaha dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang telah diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 2020 di mana salah satu tujuannya adalah mendorong digitalisasi IKM.
Sebelumny, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan e-smart, basis data industri kecil dan menengah (IKM) sekaligus fasilitas pengembangan menjadi e-commerce. Program tersebut sekaligus validasi data-data IKM di seluruh Indonesia.
Program e-smart juga memungkinkan IKM berkembang masuk ke ranah e-commerce. Industri yang masuk ke basis data bakal diintegerasikan ke berbagai marketplace yang sudah ada.
Berdasarkan Deloitte Access Economics 2015, IKM yang sudah menggunakan teknologi digital mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 2% dan menaikan pendapatannya hingga 80% dan membuatnya 17 kali lebih inovatif. Dari data itu, Airlangga beranggapan perlu kerja sama antara sentra-sentra IKM dengan marketplace e-commerce untuk pengembangan IKM nasional sekaligus pembaharuan basis data.
















