JAKARTA, Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya memperkuat keberdayaan pekerja migran Indonesia (PMI) melalui literasi keuangan, inovasi pembayaran digital, serta perlindungan konsumen.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menekankan bahwa remitansi PMI tidak hanya menopang kesejahteraan keluarga di tanah air, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat cadangan devisa dan stabilitas Neraca Pembayaran Indonesia.
“Literasi keuangan menjadi kunci agar pekerja migran semakin berdaya, terlindungi, dan dapat memanfaatkan layanan keuangan dengan aman sehingga remitansi tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi menjadi sumber kesejahteraan berkelanjutan,” ujar Filianingsih dalam acara Penguatan Pelindungan Konsumen kepada CPMI/PMI dan P3MI serta Peluncuran Era Baru KUR Penempatan PMI di Jakarta, Kamis (28/8/2025) lalu.
BERITA TERKAIT
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, menambahkan pemerintah berkomitmen melindungi PMI melalui kolaborasi dengan BI dalam program literasi keuangan, serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) PMI dengan bunga rendah untuk membiayai pelatihan, persiapan keberangkatan, dan kebutuhan awal di negara tujuan.
Sebagai bagian dari edukasi, calon PMI dibekali prinsip PeKA Bertransaksi (Peduli, Kenali, Adukan). Program ini mendorong pekerja migran peduli pada manfaat dan risiko produk keuangan, mengenali modus penipuan, menjaga data pribadi, serta mengadukan kendala ke kanal resmi.
Untuk mendukung layanan informasi dan pengaduan, BI meluncurkan portal JariPMI.Info, yang menyediakan panduan negara tujuan, dokumen administrasi, layanan remitansi aman, edukasi keuangan, hingga kanal aduan yang terhubung langsung dengan sistem pengaduan BI.
Di sisi pembayaran digital, BI bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) menghadirkan QRIS Antarnegara yang kini dapat digunakan di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang, serta segera diperluas ke Tiongkok dan Uni Emirat Arab.
Hingga Juli 2025, pemanfaatan QRIS Antarnegara menunjukkan perkembangan signifikan:
-
Thailand: 971.640 transaksi senilai Rp416,4 miliar (sejak Agustus 2022).
-
Malaysia: 690.525 transaksi senilai Rp232,9 miliar (sejak Mei 2023).
-
Singapura: 135.258 transaksi senilai Rp43,1 miliar (sejak November 2023).
Melalui kombinasi literasi, perlindungan konsumen, dan inovasi keuangan digital, BI berharap pekerja migran semakin terlindungi sekaligus mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional. ***

















