Stabilitas.id — Di balik maraknya transaksi e-commerce, ada jutaan seller di Indonesia yang terus berjibaku menjaga ritme bisnisnya tetap hidup. Mereka bangun pagi memeriksa stok, memantau pesanan, membalas chat pelanggan, mengatur pengiriman, hingga membuat promosi yang tepat waktu.
Namun, ada satu hal yang tak pernah masuk dalam rencana kerja harian mereka—dan justru sering menjadi sumber kekacauan: biaya tambahan yang muncul tiba-tiba.
Tambahan biaya yang tidak dijelaskan dari awal ini bukan hanya memotong margin, tetapi juga memotong fokus. Seller terpaksa berhitung ulang, menunda ekspansi, bahkan mengubah strategi promosi karena takut kembali terjebak dalam “jebakan tarif” yang tak terduga.
BERITA TERKAIT
Di tengah ketidakpastian itu, Blibli memilih mengambil posisi berbeda. Bukan dengan gimmick, bukan dengan narasi sementara, tetapi dengan sebuah prinsip yang sederhana dan sangat dibutuhkan seller hari ini: biaya harus jelas, dan tidak boleh muncul seenaknya.
Riset Katadata Insight Center (KIC), “Biaya Tambahan dan Strategi Penjualan: Membaca Suara Seller E-commerce” (19 September), memperlihatkan kebenaran yang sering terabaikan: seller bukan takut membayar biaya—mereka takut pada ketidakpastian biaya.
Survei itu menunjukkan 91,2% seller menilai biaya platform sebanding dengan hasil, selama manfaatnya jelas, visibilitasnya nyata, dan transparansinya dijaga. Artinya, seller bersedia membayar untuk pertumbuhan—asal dihargai dengan kejelasan.
Dan di titik krusial itu, Blibli hadir dengan sesuatu yang sudah lama dicari seller: struktur biaya yang fair, pasti, dan anti-kejutan.
Lima Cara Blibli Mengubah Cara Seller Melihat Biaya
1. Komisi Rendah Mulai 2%: Kepastian yang Jarang Ada
Di Blibli, seller hanya membayar komisi dan biaya pengiriman. Tidak ada biaya “sampingan”, tidak ada tarif yang muncul diam-diam.
Komisi kompetitif mulai 2% memberi fondasi kuat bagi seller untuk menghitung margin tanpa cemas.
Kepastian ini menumbuhkan keberanian: lebih banyak promo, lebih agresif ekspansi, lebih siap menghadapi peak season.
2. Rebate 50%: Dorongan Nyata bagi Seller Baru
Seller baru yang bergabung 1 Oktober–31 Desember 2025 mendapat pengembalian 50% Based Margin selama 30 hari pertama.
Bukan gimmick. Bukan cashback bersyarat rumit. Rebate ini memberi ruang napas bagi seller untuk menata toko, mengatur strategi, dan memastikan setiap rupiah yang mereka investasikan kembali menjadi modal bertumbuh. (Syarat & Ketentuan berlaku)
3. Proteksi Produk ORI: Lapangan Permainan yang Adil
Blibli berdiri untuk produk asli. Verifikasi ketat memastikan seller tidak perlu bersaing dengan barang palsu—musuh besar yang sering memicu perang harga tidak sehat. Dengan proteksi ini, brand asli bisa bertarung secara fair, dan buyer pun merasa aman.
4. Anti-Fraud & Seller Care: Keamanan yang Bertindak, Bukan Sekadar Janji
Blibli mengintegrasikan sistem anti-fraud yang mengawasi transaksi secara real time. Ketika terjadi anomali, sistem bergerak duluan. Ketika seller butuh bantuan, ada Customer Care 24/7 dan Seller Care 08.00–22.00 yang siap mendampingi. Ini bukan sekadar proteksi—ini adalah ekosistem yang memastikan seller tidak berjalan sendirian.
5. Omnichannel Bertenaga Blibli Tiket
Melalui fitur Click & Collect, Blibli In-Store, dan Multiple Pickup Point, seller bisa mengatur operasional lebih fleksibel sekaligus menjangkau pembeli lebih luas.
Integrasi omnichannel ini memperkuat brand exposure dan mengurangi bottleneck logistik, dua hal yang krusial di tengah kompetisi e-commerce yang ketat.
No Blabla: Transparansi Menjadi Identitas
“Seller butuh kepastian agar mereka bisa fokus pada hal yang benar-benar penting: menghadirkan produk berkualitas dan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Dengan struktur biaya yang jelas dan dukungan ekosistem yang aman, Blibli ingin menjadi rumah bagi seller yang ingin bertumbuh tanpa kejutan biaya #NoBlablaDiBlibli,” ujar Cindy Renata Kalensang, Product, Seller & Growth Blibli dalam siaran pers, Rabu (3/12/2025).
Pernyataan ini bukan tagline—tapi sebuah sikap. Sikap untuk tidak menambah biaya tanpa pemberitahuan. Sikap untuk tidak membuat aturan yang membingungkan. Sikap untuk tidak memaksa seller menanggung risiko sendirian.
Di tengah kompetisi yang keras, kepastian biaya adalah bentuk penghormatan terhadap kerja keras seller. Dan Blibli memilih berada di sisi yang menghormati.
Seller Baru, Waktumu Sekarang
Jika transparansi biaya selama ini menjadi dambaan, kini seller menemukannya di Blibli. Mulai dari komisi rendah, proteksi ORI, hingga rebate 50%—seller punya alasan kuat untuk memulai perjalanan bisnis yang lebih tenang dan lebih cuan. Buka toko di Blibli. Bangun bisnis tanpa kejutan. Saatnya jualan #NoBlablaDiBlibli. ***





.jpg)










