• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Rabu, September 30, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Tren Kontraksi Berakhir, Penerimaan Pajak Semester I-2026 Melonjak 24,6% Jadi Rp 1.035,7 Triliun

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 14:06
40
VIEWS
Tren Kontraksi Berakhir, Penerimaan Pajak Semester I-2026 Melonjak 24,6% Jadi Rp 1.035,7 Triliun

Raker Banggar dengan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia Penyampaian Pokok-pokok Laporan Realisasi Semester I oleh Menkeu dan Penyampaian Prognosis Semester II Pelaksanaan APBN TA 2026_CHY_202607070020028

0
SHARES
40
VIEWS

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi penerimaan pajak Semester I-2026 melonjak 24,6% yoy menjadi Rp 1.035,7 triliun berkat sistem Coretax dan kuatnya konsumsi.

Stabilitas.id – Penerimaan perpajakan menunjukkan performa impresif pada paruh pertama tahun ini. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melaporkan realisasi penerimaan pajak hingga akhir Semester I-2026 telah menembus angka Rp 1.035,7 triliun.

  • Baca juga: Jaga Defisit di Bawah 3 Persen: Kemenkeu dan Bank Indonesia Kunci 5 Pilar Sinergi Hadapi Gejolak Global

Torehan tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 24,6% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Capaian ini sekaligus menandai pembalikan arah (turnaround) yang solid dari tren kontraksi pertumbuhan yang sempat membayangi periode-periode sebelumnya. Secara akumulatif, realisasi ini sudah mengamankan 43,9% dari total target yang ditetapkan dalam APBN 2026.

Dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Menkeu Purbaya mengungkapkan bahwa lonjakan ini dipicu oleh stabilitas ekonomi domestik, langkah intensifikasi-ekstensifikasi proaktif, serta efektivitas implementasi sistem perpajakan baru, Coretax.

BERITA TERKAIT

Jaga Defisit di Bawah 3 Persen: Kemenkeu dan Bank Indonesia Kunci 5 Pilar Sinergi Hadapi Gejolak Global

Minat Investor Membeludak, Pemerintah Serap Dana Segar Rp11 Triliun dari Lelang SBSN

Rapor APBN Agustus 2026: Keseimbangan Primer Surplus Rp154 Triliun di Tengah Defisit Fiskal

Bayang-bayang The Fed: Pemerintah Akui Suku Bunga AS Bakal Picu Repricing Surat Utang Negara

“Ini tumbuh signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang saya bilang tadi negatif,” ujar Purbaya di Gedung DPR RI, Selasa (7/7).

Menkeu tidak menampik bahwa sistem Coretax terintegrasi yang baru berjalan tersebut masih menyisakan sejumlah catatan kelemahan teknis. Namun, dampaknya terhadap optimalisasi pos penerimaan negara terbukti sangat signifikan.

“Jadi walaupun Coretax ada cacatnya, tapi dampaknya cukup signifikan juga untuk meningkatkan pendapatan perpajakan. Kita akan perbaiki terus kelemahan-kelemahan di Coretax supaya ke depan masyarakat semakin gampang menggunakannya sehingga pajak naik lagi,” imbuhnya.

Rincian Realisasi Berdasarkan Jenis Pajak

Hampir seluruh pilar kelompok jenis pajak mencatatkan rapor hijau sepanjang semester pertama ini. Pertumbuhan tertinggi dibukukan oleh sektor Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPnBM yang melonjak hingga 42,2% yoy dengan nilai Rp 380 triliun, mengonfirmasi bahwa daya beli masyarakat dan konsumsi domestik masih sangat bergeliat.

  • Baca juga: Minat Investor Membeludak, Pemerintah Serap Dana Segar Rp11 Triliun dari Lelang SBSN

Berikut adalah tabel rincian realisasi penerimaan berdasarkan jenis pajak hingga akhir Juni 2026:

Jenis Pajak Realisasi Semester I-2026 Pertumbuhan (YoY) Faktor Pendorong Utama
PPN & PPnBM Rp 380,0 triliun 42,2% Konsumsi domestik kuat & aktivitas ekonomi membaik.
PPh Badan (+ Deposit) Rp 196,1 triliun 28,6% Pemulihan profitabilitas dunia usaha nasional.
PPh Orang Pribadi, PPh 21 (+ Deposit) Rp 146,0 triliun 13,6% Stabilitas pasar tenaga kerja dan penyerapan pendapatan.
PPh Final, PPh 22, & PPh 26 Rp 159,9 triliun 1,4% Kontribusi aktivitas transaksi spesifik yang tetap stabil.

Sektor Perdagangan Jadi Motor Utama

Secara sektoral, struktur penerimaan pajak kian merata dan tidak lagi menunjukkan ketergantungan pada satu industri tunggal. Sektor perdagangan tampil sebagai kontributor terbesar dengan porsi mencapai 25,6% dari total penerimaan, disusul oleh sektor industri pengolahan (manufaktur) yang memegang pangsa 22,8%.

Dari sisi akselerasi pertumbuhan lapangan usaha, berikut rincian performa sektor-sektor penopang utama:

  • Sektor Perdagangan: Melesat dengan kenaikan tertinggi sebesar 45,9%, didorong oleh apresiasi harga komoditas global dan masifnya aktivitas perdagangan berbasis digital (e-commerce).

  • Sektor Pertambangan: Tumbuh positif sebesar 22,8%, utamanya ditopang oleh kinerja dari subsektor minyak dan gas bumi (migas).

  • Sektor Industri Pengolahan: Mencatatkan pertumbuhan sebesar 19,9%, terimbas efek perbaikan margin profitabilitas pada subsektor industri kelapa sawit (CPO).

Selain tiga sektor utama di atas, tren pemulihan ekonomi ini terpantau ikut menyebar ke sektor sekunder lainnya seperti sektor pengangkutan, konstruksi, real estat, hingga jasa perusahaan.

  • Baca juga: Rapor APBN Agustus 2026: Keseimbangan Primer Surplus Rp154 Triliun di Tengah Defisit Fiskal

Guna menjaga konsistensi tren positif ini hingga akhir tahun anggaran 2026, Kementerian Keuangan berkomitmen untuk memperketat sistem pengawasan kepatuhan wajib pajak berbasis risiko (risk-based compliance) serta memaksimalkan integrasi pemanfaatan data pihak ketiga. ***

Tags: Anggaran NegaraBanggar DPRCoretax Systemkementerian keuangankonsumsi domestikPenerimaan pajak 2026PPh BadanPPN NaikPurbaya Yudhi Sadewa
 
 
 
 
 
Previous Post

Dongkrak Likuiditas Sukuk Negara, BEI Luncurkan Fitur Repo SBSN di Platform SPPA

Next Post

OJK Catat DPK Bank Tembus Rp 10.294 Triliun per Mei 2026, Likuiditas Aman di Tengah Ekspansi Kredit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Sabet Empat Penghargaan hingga Juli 2026, BRI Life Perkuat Transformasi Digital dan GCG

Sabet Dua Penghargaan ICCA: BRI Life Pacu Inovasi Digital dan Layanan Nasabah

by Sandy Romualdus
30 September 2026 - 13:43

BRI Life meraih dua penghargaan Silver kategori Customer Experience dan Digital Innovation pada ajang The Best Contact Center Indonesia 2026....

Pacu Strategi ‘Beyond Mortgage’: BTN Rangkul Inovasi Rumah Masa Depan Ala Gen Z

Pacu Strategi ‘Beyond Mortgage’: BTN Rangkul Inovasi Rumah Masa Depan Ala Gen Z

by Sandy Romualdus
30 September 2026 - 13:08

Bank BTN membuka pendaftaran BTN Housingpreneur Batch 3 di UI dengan target 1.500 ide bisnis untuk mendukung ekosistem perumahan nasional....

Neraca Perdagangan Surplus 497 Juta Dolar AS Pada Maret 2016

Ekspor Lesu & Minyak Naik, Neraca Dagang RI Agustus Diproyeksi Defisit US$ 0,9 Miliar

by Sandy Romualdus
29 September 2026 - 15:34

Neraca dagang Agustus 2026 diramal defisit US$ 0,9 miliar akibat lonjakan impor minyak ICP US$ 89,43 dan penurunan ekspor batubara....

Kerek Belanja Tanpa Tambah Utang: Banggar DPR Patok Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Kerek Belanja Tanpa Tambah Utang: Banggar DPR Patok Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

by Stella Gracia
29 September 2026 - 15:08

DPR menyetujui belanja negara RUU APBN 2027 sebesar Rp4.106,26 triliun untuk menopang program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Stabilitas.id - Dewan...

Halal Indo 2026 Raup Transaksi Ratusan Miliar, Kemenperin Desak Realisasi Bisnis Nyata

Halal Indo 2026 Raup Transaksi Ratusan Miliar, Kemenperin Desak Realisasi Bisnis Nyata

by Stella Gracia
29 September 2026 - 15:08

Kemenperin membukukan komitmen transaksi Rp622 miliar pada Halal Indo 2026 guna memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produsen halal global. Stabilitas.id...

Jaga Defisit di Bawah 3 Persen: Kemenkeu dan Bank Indonesia Kunci 5 Pilar Sinergi Hadapi Gejolak Global

Hampir 95 Persen Pemda Masuk Era Digital: BI Beberkan Resep Pengungkit Produktivitas Ekonomi Daerah

by Sandy Romualdus
25 September 2026 - 16:03

Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali membeberkan lompatan 94,9 persen Pemda masuk kategori digital guna memacu produktivitas daerah di FEKDI...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Cakupan Rekening Tembus 99 Persen, LPS Pertahankan Bunga Simpanan hingga Januari 2027

Gandeng Korporasi Lewat One BRI Solution: Strategi BRI Buka Akses Rantai Nilai Dunia

Genapkan 7 Negara: Bank Indonesia Perluas Jaringan QRIS Antarnegara ke Timor Leste

Sabet Dua Penghargaan ICCA: BRI Life Pacu Inovasi Digital dan Layanan Nasabah

Hasil RUPSLB Bank Mayapada: Tahir Tetap Komut, Handry Husein Masuk Jajaran Direksi

Banjir Dividen Rp8,72 Triliun: Bank Mandiri dan BSSR Pimpin Guyuran Kas ke Investor

Pacu Strategi ‘Beyond Mortgage’: BTN Rangkul Inovasi Rumah Masa Depan Ala Gen Z

Market Briefing Hari Ini: Sinyal Window Dressing, Saham Energi Rebound, dan Uji Resisten 6.152

Bulu Tangkis Indonesia Bangkit: Sabet Enam Medali Asian Games, BNI Kawal Talenta Muda

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Uang Beredar Tumbuh 4,9% di Mei 2025, Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

OJK Catat DPK Bank Tembus Rp 10.294 Triliun per Mei 2026, Likuiditas Aman di Tengah Ekspansi Kredit

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance