• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Selasa, September 29, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Tren Kontraksi Berakhir, Penerimaan Pajak Semester I-2026 Melonjak 24,6% Jadi Rp 1.035,7 Triliun

oleh Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 14:06
40
Dilihat
Tren Kontraksi Berakhir, Penerimaan Pajak Semester I-2026 Melonjak 24,6% Jadi Rp 1.035,7 Triliun

Raker Banggar dengan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia Penyampaian Pokok-pokok Laporan Realisasi Semester I oleh Menkeu dan Penyampaian Prognosis Semester II Pelaksanaan APBN TA 2026_CHY_202607070020028

0
Bagikan
40
Dilihat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi penerimaan pajak Semester I-2026 melonjak 24,6% yoy menjadi Rp 1.035,7 triliun berkat sistem Coretax dan kuatnya konsumsi.

Stabilitas.id – Penerimaan perpajakan menunjukkan performa impresif pada paruh pertama tahun ini. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melaporkan realisasi penerimaan pajak hingga akhir Semester I-2026 telah menembus angka Rp 1.035,7 triliun.

  • Baca juga: Jaga Defisit di Bawah 3 Persen: Kemenkeu dan Bank Indonesia Kunci 5 Pilar Sinergi Hadapi Gejolak Global

Torehan tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 24,6% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Capaian ini sekaligus menandai pembalikan arah (turnaround) yang solid dari tren kontraksi pertumbuhan yang sempat membayangi periode-periode sebelumnya. Secara akumulatif, realisasi ini sudah mengamankan 43,9% dari total target yang ditetapkan dalam APBN 2026.

Dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Menkeu Purbaya mengungkapkan bahwa lonjakan ini dipicu oleh stabilitas ekonomi domestik, langkah intensifikasi-ekstensifikasi proaktif, serta efektivitas implementasi sistem perpajakan baru, Coretax.

BERITA TERKAIT

Jaga Defisit di Bawah 3 Persen: Kemenkeu dan Bank Indonesia Kunci 5 Pilar Sinergi Hadapi Gejolak Global

Minat Investor Membeludak, Pemerintah Serap Dana Segar Rp11 Triliun dari Lelang SBSN

Rapor APBN Agustus 2026: Keseimbangan Primer Surplus Rp154 Triliun di Tengah Defisit Fiskal

Bayang-bayang The Fed: Pemerintah Akui Suku Bunga AS Bakal Picu Repricing Surat Utang Negara

“Ini tumbuh signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang saya bilang tadi negatif,” ujar Purbaya di Gedung DPR RI, Selasa (7/7).

Menkeu tidak menampik bahwa sistem Coretax terintegrasi yang baru berjalan tersebut masih menyisakan sejumlah catatan kelemahan teknis. Namun, dampaknya terhadap optimalisasi pos penerimaan negara terbukti sangat signifikan.

“Jadi walaupun Coretax ada cacatnya, tapi dampaknya cukup signifikan juga untuk meningkatkan pendapatan perpajakan. Kita akan perbaiki terus kelemahan-kelemahan di Coretax supaya ke depan masyarakat semakin gampang menggunakannya sehingga pajak naik lagi,” imbuhnya.

Rincian Realisasi Berdasarkan Jenis Pajak

Hampir seluruh pilar kelompok jenis pajak mencatatkan rapor hijau sepanjang semester pertama ini. Pertumbuhan tertinggi dibukukan oleh sektor Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPnBM yang melonjak hingga 42,2% yoy dengan nilai Rp 380 triliun, mengonfirmasi bahwa daya beli masyarakat dan konsumsi domestik masih sangat bergeliat.

  • Baca juga: Minat Investor Membeludak, Pemerintah Serap Dana Segar Rp11 Triliun dari Lelang SBSN

Berikut adalah tabel rincian realisasi penerimaan berdasarkan jenis pajak hingga akhir Juni 2026:

Jenis PajakRealisasi Semester I-2026Pertumbuhan (YoY)Faktor Pendorong Utama
PPN & PPnBMRp 380,0 triliun42,2%Konsumsi domestik kuat & aktivitas ekonomi membaik.
PPh Badan (+ Deposit)Rp 196,1 triliun28,6%Pemulihan profitabilitas dunia usaha nasional.
PPh Orang Pribadi, PPh 21 (+ Deposit)Rp 146,0 triliun13,6%Stabilitas pasar tenaga kerja dan penyerapan pendapatan.
PPh Final, PPh 22, & PPh 26Rp 159,9 triliun1,4%Kontribusi aktivitas transaksi spesifik yang tetap stabil.

Sektor Perdagangan Jadi Motor Utama

Secara sektoral, struktur penerimaan pajak kian merata dan tidak lagi menunjukkan ketergantungan pada satu industri tunggal. Sektor perdagangan tampil sebagai kontributor terbesar dengan porsi mencapai 25,6% dari total penerimaan, disusul oleh sektor industri pengolahan (manufaktur) yang memegang pangsa 22,8%.

Dari sisi akselerasi pertumbuhan lapangan usaha, berikut rincian performa sektor-sektor penopang utama:

  • Sektor Perdagangan: Melesat dengan kenaikan tertinggi sebesar 45,9%, didorong oleh apresiasi harga komoditas global dan masifnya aktivitas perdagangan berbasis digital (e-commerce).

  • Sektor Pertambangan: Tumbuh positif sebesar 22,8%, utamanya ditopang oleh kinerja dari subsektor minyak dan gas bumi (migas).

  • Sektor Industri Pengolahan: Mencatatkan pertumbuhan sebesar 19,9%, terimbas efek perbaikan margin profitabilitas pada subsektor industri kelapa sawit (CPO).

Selain tiga sektor utama di atas, tren pemulihan ekonomi ini terpantau ikut menyebar ke sektor sekunder lainnya seperti sektor pengangkutan, konstruksi, real estat, hingga jasa perusahaan.

  • Baca juga: Rapor APBN Agustus 2026: Keseimbangan Primer Surplus Rp154 Triliun di Tengah Defisit Fiskal

Guna menjaga konsistensi tren positif ini hingga akhir tahun anggaran 2026, Kementerian Keuangan berkomitmen untuk memperketat sistem pengawasan kepatuhan wajib pajak berbasis risiko (risk-based compliance) serta memaksimalkan integrasi pemanfaatan data pihak ketiga. ***

Tags: Anggaran NegaraBanggar DPRCoretax Systemkementerian keuangankonsumsi domestikPenerimaan pajak 2026PPh BadanPPN NaikPurbaya Yudhi Sadewa
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Dongkrak Likuiditas Sukuk Negara, BEI Luncurkan Fitur Repo SBSN di Platform SPPA

Selanjutnya

OJK Catat DPK Bank Tembus Rp 10.294 Triliun per Mei 2026, Likuiditas Aman di Tengah Ekspansi Kredit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Jaga Defisit di Bawah 3 Persen: Kemenkeu dan Bank Indonesia Kunci 5 Pilar Sinergi Hadapi Gejolak Global

Hampir 95 Persen Pemda Masuk Era Digital: BI Beberkan Resep Pengungkit Produktivitas Ekonomi Daerah

oleh Sandy Romualdus
25 September 2026 - 16:03

Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali membeberkan lompatan 94,9 persen Pemda masuk kategori digital guna memacu produktivitas daerah di FEKDI...

Pacu Jakarta Menuju Top 20 Kota Global: OJK Jabodebek dan TPAKD Kunci Sinergi Pembiayaan Ekonomi Kreatif

Pacu Jakarta Menuju Top 20 Kota Global: OJK Jabodebek dan TPAKD Kunci Sinergi Pembiayaan Ekonomi Kreatif

oleh Stella Gracia
25 September 2026 - 15:12

OJK Jabodebek dan TPAKD DKI Jakarta memperkuat ekosistem pembiayaan ekonomi kreatif lewat Program PED guna mendorong Jakarta menuju Top 20...

Mandiri Economic Review: Volume Ekspor Kelapa Sawit pada Awal Tahun 2025 Masih Terkontraksi

Penjualan Roda Empat Tembus 599 Ribu Unit, Analis Mandiri Wanti-wanti Risiko Suku Bunga

oleh Stella Gracia
24 September 2026 - 13:54

Penjualan mobil nasional melesat 32,4% pada Agustus 2026 berkat pesatnya pertumbuhan mobil listrik dan tingginya permintaan mobil niaga program pemerintah....

Realokasi Modal Rp14 Triliun, Divestasi Chandra Asri Justru Bawa SCG Rajai Penjualan ASEAN

Realokasi Modal Rp14 Triliun, Divestasi Chandra Asri Justru Bawa SCG Rajai Penjualan ASEAN

oleh Sandy Romualdus
24 September 2026 - 12:27

Bagi SCG, melepaskan sebagian jangkar di satu sisi (Chandra Asri) ternyata bukan untuk berlayar pergi, melainkan untuk kembali membanjiri pasar...

BI-Rate Tetap 5,75%: Akrobat Rem Moneter dan Gas Likuiditas Rp461 Triliun di Era Destry Damayanti

Efisiensi Tata Ruang Properti: Furnitur Ganda dan Built-in Kunci Optimalisasi Aset Hunian

oleh Stella Gracia
24 September 2026 - 11:56

Menyiasati lonjakan inventori rumah mungil, Pinhome menawarkan solusi tata kelola interior modern minimalis yang transparan dan multifungsi bagi masyarakat urban....

Mitigasi Fluktuasi Daya Surya, Inovasi Mesin Fleksibel Wärtsilä Jawab Tantangan RUPTL 2034

Mitigasi Fluktuasi Daya Surya, Inovasi Mesin Fleksibel Wärtsilä Jawab Tantangan RUPTL 2034

oleh Stella Gracia
23 September 2026 - 20:48

Menghadapi lonjakan daya data center AI dan RUPTL 2034, lima eksekutif Wärtsilä membedah solusi fleksibilitas jaringan untuk amankan transisi energi...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Kucurkan Sindikasi Rp2,11 Triliun: PT SMI dan Bank Jakarta Danai 7 Proyek Prioritas Pemprov DKI

Gagal Menyehatkan Diri: BPRS Musyarakah Ummat Indonesia Dilikuidasi LPS dan Ditutup OJK

Buka Kredit Rp456,5 Miliar: OJK dan Pemprov Jabar Luncurkan Program EGG bagi Ribuan Peternak

Akun Kripto Tembus 22,9 Juta: OJK Perketat Ruang Uji Coba Inovasi Keuangan Digital

Imbal Hasil Tembus 15 Persen: Riset Citi Wealth Ungkap Manuver Agresif Family Office Asia Pasifik

Pionir ATM hingga Bank Online: Rayakan HUT ke-71, CIMB Niaga Pacu Inovasi Digital dan Ekosistem Hijau

Konflik Keluarga dan Pajak Hantui Warisan, Riset Sun Life Ungkap Urgensi Penasihat Finansial Profesional

Jangkau 114 Ribu Siswa di 77 Kota: Cara CIMB Niaga Tanamkan Budaya Finansial Digital Sejak Dini

Menakar Transmisi Moneter, Efek Short Selling, dan Rekomendasi Top 10 Saham

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Uang Beredar Tumbuh 4,9% di Mei 2025, Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

OJK Catat DPK Bank Tembus Rp 10.294 Triliun per Mei 2026, Likuiditas Aman di Tengah Ekspansi Kredit

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance