• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, September 27, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Info Otoritas

Ekonomi Global Divergen, OJK Sebut Stabilitas Sektor Keuangan Juni 2026 Tetap Kokoh

oleh Sandy Romualdus
7 Juli 2026 - 16:16
11
Dilihat
Jumlah Investor Kripto Meledak, Otoritas Jasa Keuangan Perketat Sabuk Regulasi Digital
0
Bagikan
11
Dilihat

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan nasional per Juni 2026 tetap kuat di tengah tantangan pemotongan proyeksi pertumbuhan global dan moderasi makro domestik.

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tingkat stabilitas sektor jasa keuangan nasional masih berada dalam kondisi yang terjaga dengan baik hingga periode Juni 2026. Ketahanan ini dinilai mampu berdiri kokoh di tengah sentimen pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh sejumlah lembaga internasional serta mulai meningkatnya tekanan inflasi di dalam negeri.

  • Baca juga: Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

Penilaian optimistis tersebut didasarkan atas hasil keputusan Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK yang diselenggarakan pada 1 Juli 2026.

“Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan pada 1 Juli 2026 menilai bahwa stabilitas sektor jasa keuangan terjaga,” ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam konferensi pers RDKB secara daring, Selasa (7/7).

BERITA TERKAIT

Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

Menguji Nalar Ekonomi Kaum Muda: Ini Strategi OJK Memperluas Inklusi Finansial Pasca-ISFO 2026

Berlaku 1 Oktober: OJK Wajibkan Pelaku Pasar Modal hingga Bursa Karbon Lapor Insidental Lewat Satu Sistem

OJK Dorong Penerapan Tokenisasi Aset, Regulatory Sandbox Siap Masuk Fase Implementasi Penuh

Perempuan yang akrab disapa Kiki ini menjelaskan, dari faktor eksternal, meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah secara langsung telah membantu mengurangi tekanan di pasar energi global. Hal ini tecermin dari pergerakan harga minyak dunia yang kembali melandai mendekati level sebelum konflik. Kendati demikian, OJK menegaskan pengawasan tidak boleh dilonggarkan karena situasi kawasan tersebut masih rentan terhadap potensi eskalasi baru sewaktu-waktu.

Divergensi Kinerja dan Pemangkasan Prospek Global

Lebih lanjut, OJK menyoroti adanya perbedaan kinerja ekonomi (divergensi) yang cukup kontras antarwilayah utama dunia:

  • Amerika Serikat (AS): Perekonomian masih menunjukkan ketahanan (resiliensi) yang kuat didukung oleh pasar tenaga kerja yang solid, meskipun tingkat inflasi kembali merangkak naik.

  • Tiongkok (China): Masih dibayangi oleh kelesuan pada tingkat konsumsi domestik serta lemahnya realisasi investasi dari sektor swasta.

  • Eropa: Aktivitas ekonomi secara umum masih tertahan akibat lemahnya permintaan, kendati kinerja sektor manufaktur dilaporkan mulai merangkak membaik.

Tantangan global yang belum mereda ini membuat Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan Bank Dunia (World Bank) kompak merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2026 pada bulan Juni lalu.

Berikut bauran proyeksi dan catatan risiko global menurut asesmen OJK:

Lembaga InternasionalProyeksi Pertumbuhan Global 2026Catatan Risiko Utama OJK
OECD

2,8%

  • Baca juga: Menguji Nalar Ekonomi Kaum Muda: Ini Strategi OJK Memperluas Inklusi Finansial Pasca-ISFO 2026

Berpotensi semakin menurun jika terjadi eskalasi konflik baru atau gangguan pasokan komoditas energi jangka panjang.

Bank Dunia

2,5%

Dipengaruhi oleh lemahnya permintaan dunia, perlambatan ekonomi China, dan tren suku bunga tinggi.

Secara umum, menipisnya permintaan global serta kuatnya ekspektasi bahwa suku bunga tinggi global akan bertahan lebih lama (higher for longer) menjadi faktor utama yang menekan selera risiko (risk appetite) para investor di pasar keuangan global.

Bauran Kebijakan Jadi Benteng

Menyoroti situasi di dalam negeri, OJK tidak menampik adanya moderasi atau perlambatan yang wajar pada sejumlah indikator makro ekonomi nasional yang terjadi seiring dengan mulainya peningkatan tekanan inflasi.

Beberapa indikator ekonomi domestik mencatatkan dinamika sebagai berikut:

  1. Inflasi: Inflasi tahunan Indonesia pada Juni 2026 meningkat menjadi 3,34%, naik dibandingkan posisi Mei yang berada di level 3,08%.

  2. PMI Manufaktur: Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia melemah ke level 46,9 dari bulan sebelumnya yang berada di level 50, menandakan sektor manufaktur kembali memasuki fase kontraksi.

  3. Neraca Perdagangan: Mengalami defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS pada Mei 2026 setelah sebelumnya sempat mencetak surplus selama enam tahun berturut-turut.

  4. Cadangan Devisa: Posisi cadangan devisa secara umum menurun dibandingkan awal tahun, meskipun pada Juni mencatatkan peningkatan tipis menjadi 145,6 miliar dolar AS dari posisi Mei yang sebesar 144,9 miliar dolar AS.

Meskipun indikator makro bergerak melandai, Kiki optimistis stabilitas sistem keuangan domestik secara agregat akan tetap berdiri kokoh. Penjagaan stabilitas ini terus diamankan melalui penguatan bauran kebijakan (policy mix) yang sinergis antara kebijakan fiskal dari pemerintah dan kebijakan moneter dari bank sentral.

  • Baca juga: Berlaku 1 Oktober: OJK Wajibkan Pelaku Pasar Modal hingga Bursa Karbon Lapor Insidental Lewat Satu Sistem

Di samping itu, guna terus memperkuat ketahanan sistem keuangan, OJK memastikan langkah-langkah kebijakan strategis tetap berjalan optimal, termasuk penguatan infrastruktur pengawasan melalui implementasi penuh Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang mulai berlaku efektif per 1 Juli 2026. ***

Tags: Bank DuniaBauran Kebijakancadangan devisaFriderica Widyasari Dewikebijakan fiskal moneterOECDojkOtoritas Jasa KeuanganPertumbuhan Ekonomi Globalpmi manufakturProyeksi Ekonomi GlobalRDK OJKSLIKstabilitas keuangansuku bunga tinggi
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Beban Utang PMMP Tembus Rp2,88 Triliun, Emiten Eksportir Udang Ini Pacu Restrukturisasi

Selanjutnya

Ekspansi Sistem Pembayaran, BI Targetkan QRIS Bisa Dipakai di India Tahun 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Jaga Defisit di Bawah 3 Persen: Kemenkeu dan Bank Indonesia Kunci 5 Pilar Sinergi Hadapi Gejolak Global

Adopsi Filosofi Sumpah Pemuda: BI Galang Sinergi ‘Satu Bahasa’ demi Efisiensi Sistem Pembayaran 2030

oleh Sandy Romualdus
25 September 2026 - 16:10

Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan sinergi Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa pada FEKDI x IFSE 2026 guna mengakselerasi BSPI...

Jaga Defisit di Bawah 3 Persen: Kemenkeu dan Bank Indonesia Kunci 5 Pilar Sinergi Hadapi Gejolak Global

Jaga Defisit di Bawah 3 Persen: Kemenkeu dan Bank Indonesia Kunci 5 Pilar Sinergi Hadapi Gejolak Global

oleh Sandy Romualdus
25 September 2026 - 16:00

Kemenkeu dan BI menyepakati lima pilar sinergi kebijakan fiskal-moneter guna menjaga defisit APBN di bawah 3% dan mengawal stabilitas inflasi...

Menguji Nalar Ekonomi Kaum Muda: Ini Strategi OJK Memperluas Inklusi Finansial Pasca-ISFO 2026

Menguji Nalar Ekonomi Kaum Muda: Ini Strategi OJK Memperluas Inklusi Finansial Pasca-ISFO 2026

oleh Sandy Romualdus
25 September 2026 - 09:05

OJK dan Kemendikdasmen resmi meluncurkan modul ajar literasi finansial formal pada puncak ISFO 2026 guna mempercepat perluasan inklusi ekonomi syariah...

OJK Dorong Pembiayaan Infrastruktur Melalui Sukuk

Berlaku 1 Oktober: OJK Wajibkan Pelaku Pasar Modal hingga Bursa Karbon Lapor Insidental Lewat Satu Sistem

oleh Sandy Romualdus
25 September 2026 - 08:57

OJK menerbitkan POJK 9/2026 tentang pelaporan insidental terintegrasi di sektor pasar modal dan bursa karbon yang berlaku efektif 1 Oktober...

OJK Dorong Penerapan Tokenisasi Aset, Regulatory Sandbox Siap Masuk Fase Implementasi Penuh

OJK Dorong Penerapan Tokenisasi Aset, Regulatory Sandbox Siap Masuk Fase Implementasi Penuh

oleh Sandy Romualdus
24 September 2026 - 23:30

OJK bersama BI memacu tata kelola keuangan digital melalui FEKDI 2026. Nilai pembiayaan daring tembus Rp105 triliun, sementara keamanan siber...

BI-Rate Tetap 5,75%: Akrobat Rem Moneter dan Gas Likuiditas Rp461 Triliun di Era Destry Damayanti

BI-Rate Tetap 5,75%: Akrobat Rem Moneter dan Gas Likuiditas Rp461 Triliun di Era Destry Damayanti

oleh Sandy Romualdus
24 September 2026 - 11:07

Di tengah lonjakan harga minyak dan kurs Rupiah yang tertekan ke level Rp17.855 per dolar AS, kepemimpinan baru Bank Indonesia...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Akhiri Puasa 28 Tahun, BNI Rayakan Keberhasilan Regenerasi Atlet PBSI di Asian Games 2026

Sentuh Pelajar Prasejahtera: BNI Masuk Ekosistem Kesejahteraan Sosial Lewat Empat Pilar Strategis

Tinggalkan Celengan Tradisional, BNI Bimbing Siswa Sekolah Rakyat Miliki Rekening Bank Formal

Adopsi Filosofi Sumpah Pemuda: BI Galang Sinergi ‘Satu Bahasa’ demi Efisiensi Sistem Pembayaran 2030

Hampir 95 Persen Pemda Masuk Era Digital: BI Beberkan Resep Pengungkit Produktivitas Ekonomi Daerah

Jaga Defisit di Bawah 3 Persen: Kemenkeu dan Bank Indonesia Kunci 5 Pilar Sinergi Hadapi Gejolak Global

Bukan Pengganti Bankir: BTN Beberkan Jurus ‘Digital Coworker’ Pangkas Beban Kerja hingga 80%

Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

Bukan Menyerahkan Kendali ke Mesin, LPPI Dorong Bankir Berkolaborasi dengan AI

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Ekspansi Sistem Pembayaran, BI Targetkan QRIS Bisa Dipakai di India Tahun 2026

Ekspansi Sistem Pembayaran, BI Targetkan QRIS Bisa Dipakai di India Tahun 2026

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance