• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, September 14, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Info Otoritas

Ekspansi Sistem Pembayaran, BI Targetkan QRIS Bisa Dipakai di India Tahun 2026

oleh Stella Gracia
7 Juli 2026 - 16:31
8
Dilihat
Ekspansi Sistem Pembayaran, BI Targetkan QRIS Bisa Dipakai di India Tahun 2026
0
Bagikan
8
Dilihat

Presiden Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi menyepakati kerja sama strategis mulai dari pasokan pangan, mineral kritis, pelabuhan bersama, hingga interkoneksi QRIS lintas batas.

Stabilitas.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menerima kunjungan bilateral Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/7). Pertemuan tingkat tinggi ini menghasilkan sejumlah komitmen kesepakatan strategis antarkedaulatan, mulai dari jaminan pasokan komoditas kesehatan dan pangan, penguatan rantai pasok industri, hingga pembangunan infrastruktur konektivitas maritim.

  • Baca juga: Pacu Transformasi Beyond Mortgage, Peringkat Kredit BTN Tetap Perkasa di Level idAAA

Kedua pemimpin negara sepakat untuk mempercepat implementasi kerja sama guna mendongkrak volume perdagangan bilateral dan memperkuat ketahanan ekonomi masing-masing negara di kancah regional.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan India merumuskan peta jalan kolaborasi yang mencakup transisi teknologi, ketahanan pangan, hingga penguatan sumber daya manusia.

BERITA TERKAIT

Pacu Transformasi Beyond Mortgage, Peringkat Kredit BTN Tetap Perkasa di Level idAAA

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Kisah Terry, Wartawan Tomohon yang Raih Rumah Pertama Usai 14 Tahun Menikah via KPR Subsidi BNI

Pacu ‘Multiplier Effect’ Sektor Perumahan, BRI Salurkan KPP Rp 880 Miliar di Akad Massal Batang

Berikut adalah rincian sektor utama yang disepakati oleh kedua kepala pemerintahan:

Sektor Utama Fokus Implementasi Kerja Sama Dampak Strategis bagi Indonesia
Kesehatan & Medis India berkomitmen memasok obat-obatan berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, serta berkontribusi dalam pembangunan kapasitas dokter dan tenaga kesehatan. Mempermudah akses pemenuhan kebutuhan obat nasional yang ekonomis bagi masyarakat.
Ketahanan Pangan Membuka keran pasokan benih gandum dari India dan saling berbagi praktik terbaik (best practices) pada sektor pertanian berkelanjutan serta agro-teknologi. Memperkuat stok pangan domestik melalui diversifikasi sumber komoditas pertanian.
Pendidikan & SDM Pembukaan resmi kampus Indian Institute of Management (IIM) Bangalore di Indonesia. Mendukung akselerasi pengembangan kualitas talenta digital dan manajemen di kawasan ASEAN.

Penguatan Rantai Pasok Mineral Kritis dan Sektor Teknologi

Di sektor industri manufaktur dan teknologi makro, kedua negara sepakat untuk mempererat integrasi rantai pasok logam strategis. Langkah ini krusial di tengah tren global yang mulai beralih ke ekosistem energi bersih dan digitalisasi.

PM Narendra Modi menegaskan pentingnya pembentukan kemitraan baru pada industri baja tahan karat (stainless steel) serta pengembangan komponen magnet tanah jarang (rare earth magnet). Selain itu, lini kolaborasi bilateral akan diperluas mencakup adopsi kecerdasan buatan (AI), perluasan infrastruktur publik digital (DPI), dan sektor telekomunikasi.

  • Baca juga: BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Konektivitas Maritim: Jembatan Sabang dan Andaman-Nikobar

Aspek pertahanan dan keamanan laut turut menjadi poin krusial dalam pembicaraan ini. Guna menjaga keselamatan pelayaran di wilayah Samudra Hindia, korporasi penjaga pantai (coast guard) kedua negara akan meningkatkan intensitas patroli bersama, manajemen penanggulangan bencana, serta kerja sama industri militer.

Secara khusus, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan wacana besar berupa proyek pembangunan jaringan pelabuhan bersama sebagai hub konektivitas strategis.

“Saya menyampaikan dukungan terhadap pembangunan pelabuhan di Kepulauan Andaman dan Nikobar di India dan juga pengembangan dan pembangunan Pelabuhan Sabang di Aceh sebagai penghubung strategis antara Pulau Sabang dan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India,” ujar Presiden Prabowo.

Konektivitas fisik yang kian dekat ini diyakini mampu mengakselerasi perundingan kesepakatan dagang bilateral, khususnya dalam mempercepat realisasi Indonesia-India Preferential Trade Agreement serta peninjauan kembali untuk peningkatan ASEAN-India Trade in Goods Agreement.

Target Implementasi QRIS Lintas Batas di India pada 2026

Melanjutkan keberhasilan integrasi sistem pembayaran digital di kawasan Asia Tenggara, pemerintah Indonesia membidik India sebagai destinasi ekspansi global untuk QRIS cross-border selanjutnya. Komitmen ini sejalan dengan target Bank Indonesia (BI) untuk memperluas interkoneksi sistem QRIS ke India, Hong Kong, dan Timor Leste sepanjang tahun 2026 ini.

  • Baca juga: Kisah Terry, Wartawan Tomohon yang Raih Rumah Pertama Usai 14 Tahun Menikah via KPR Subsidi BNI

Presiden Prabowo menyambut positif kemajuan pembahasan teknis integrasi tautan pembayaran digital lintas batas (cross-border QR payment linkage) antara kedua negara. Kehadiran interkoneksi sistem QRIS ini diharapkan mampu menekan biaya transaksi, mempermudah mobilitas wisatawan, serta memperkuat ketahanan stabilitas sektor keuangan antarnegara secara signifikan. ***

Tags: Hubungan Indonesia IndiaIIM BangaloreImpor Gandum IndiaKerja Sama MaritimKetahanan PanganMineral KritisNarendra ModiPelabuhan SabangPrabowo SubiantoQRIS Antarnegara
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Ekonomi Global Divergen, OJK Sebut Stabilitas Sektor Keuangan Juni 2026 Tetap Kokoh

Selanjutnya

Waspada Rivalitas AS-China, DEN Ingatkan Indonesia Tak Ketergantungan pada AI Asing

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BRICS Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal, RI Dorong Konektivitas Pembayaran Lintas Negara

BRICS Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal, RI Dorong Konektivitas Pembayaran Lintas Negara

oleh Stella Gracia
11 September 2026 - 19:31

Bank Indonesia bersama negara anggota BRICS menyepakati penguatan transaksi mata uang lokal (LCT) dan konektivitas pembayaran lintas negara dalam pertemuan...

Resiliensi Perbankan Kuat, Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Indeks Persepsi Risiko Terjaga di Level 57, Perbankan Nasional Waspadai Efek Suku Bunga Global

oleh Stella Gracia
10 September 2026 - 21:11

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat optimisme perbankan terjaga pada triwulan III-2026, tercermin dari Indeks Orientasi Bisnis Perbankan di level 56....

Sarjito Resmi Dilantik Jadi KE Pengawas BMKS, Bidik Status Price Maker Komoditas Global

Sarjito Resmi Dilantik Jadi KE Pengawas BMKS, Bidik Status Price Maker Komoditas Global

oleh Stella Gracia
10 September 2026 - 09:31

Sarjito resmi dilantik sebagai Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK. OJK menargetkan bursa mineral beroperasi penuh pada 1 Januari 2027 guna...

Kontestasi Seleksi Komisioner OJK

Lengkapi Ekosistem, Gadai Elektronik Jakarta Resmi Kantongi Izin Nasional

oleh Stella Gracia
9 September 2026 - 11:50

OJK menyetujui peningkatan wilayah usaha PT Gadai Elektronik Jakarta menjadi tingkat nasional di tengah lonjakan penyaluran pinjaman industri pergadaian sebesar...

Tekan Risiko FOMO dan Jerat Pinjol, OJK Kebut Literasi Keuangan Gen Z Banten

Tekan Risiko FOMO dan Jerat Pinjol, OJK Kebut Literasi Keuangan Gen Z Banten

oleh Stella Gracia
9 September 2026 - 11:37

OJK menggelar program LIKE IT 2026 di Banten guna menekan gap antara inklusi dan literasi keuangan mahasiswa, sekaligus mencegah jerat...

Gempita Paylater dan Gadai: Pembiayaan Meroket di Tengah Sanksi Tegas OJK

Kredit Korporasi Meroket 22 Persen, OJK Sikat 38.375 Rekening Judi Online

oleh Stella Gracia
9 September 2026 - 11:29

OJK laporkan kredit bank Juli 2026 tumbuh 13,58 persen capai Rp9.135 triliun didorong korporasi. OJK juga blokir 38.375 rekening terkait...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Perluas Jangkauan Bisnis, BNI Fasilitasi Solusi Digital di Beyoutiful Symphony Festival 2026

Implementasi Sustainable Finance, Portofolio ESG BRI Tembus Rp842,1 Triliun di Triwulan II 2026

Evaluasi Standar Global, KRQA-SQC Gelar Audit Terintegrasi di PT Trans Yeong Maritime

Kinerja Penjualan Eceran Menguat, BI Prediksi Tekanan Inflasi Melandai di Akhir Tahun

Genjot Penetrasi Merchant di Kota Kembang, Bank BSN Rilis Program Serbu Ekosistem

Lintasarta Rilis Bandwidth on Demand untuk Akselerasi Infrastruktur Digital Perbankan

BRICS Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal, RI Dorong Konektivitas Pembayaran Lintas Negara

Asia Care Survey 2026: Warisan Bukan Lagi Prioritas Tunggal, 40% Aset Disiapkan untuk Anak

Prof. Syafii Antonio Usulkan Alokasi 15% Dana APBN dan BUMN untuk Pacu Bank Syariah

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Waspada Rivalitas AS-China, DEN Ingatkan Indonesia Tak Ketergantungan pada AI Asing

Waspada Rivalitas AS-China, DEN Ingatkan Indonesia Tak Ketergantungan pada AI Asing

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance