Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan defisit APBN hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93% dari PDB, diimbangi surplus keseimbangan primer.
Stabilitas.id – Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan realisasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 31 Agustus 2026 menyentuh angka Rp240,1 triliun. Posisi defisit tersebut setara dengan 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Kinerja postur anggaran ini dibeberkan secara komprehensif dalam konferensi pers APBN KiTa edisi September 2026 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (18/9/2026). Suahasil menjelaskan bahwa defisit ini lazim terjadi ketika laju belanja negara melampaui capaian pendapatan. Meskipun demikian, pundi-pundi penerimaan negara sejatinya tampil impresif dengan raihan total Rp2.955,69 triliun, melonjak 25,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Rincian komponen pendapatan negara memperlihatkan performa setoran yang sangat solid. Penerimaan perpajakan berhasil menyumbang Rp1.619,2 triliun atau tumbuh 21,7 persen yoy. Sektor pajak mendominasi kontribusi ini dengan capaian Rp1.409,0 triliun (naik 24,1 persen yoy), bersanding erat dengan setoran kepabeanan dan cukai sebesar Rp210,2 triliun (naik 7,8 persen yoy). Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) turut mencatat pertumbuhan fantastis 41,7 persen yoy menjadi Rp435,1 triliun, sementara pos penerimaan hibah membukukan angka Rp1,2 triliun.
BERITA TERKAIT
Mesin belanja negara terus berputar kencang guna menopang roda perekonomian. Pemerintah mencatat realisasi belanja hingga pengujung Agustus mencapai Rp2.295,7 triliun, tumbuh 17,1 persen yoy. Alokasi terbesar mengalir kencang untuk Belanja Pemerintah Pusat yang membengkak 29,0 persen yoy menjadi Rp1.791,5 triliun. Postur ini terbagi atas belanja Kementerian/Lembaga (K/L) senilai Rp912,4 triliun dan belanja non-K/L yang terserap Rp879,1 triliun. Sebaliknya, penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) justru mencatatkan kontraksi 11,8 persen yoy menjadi Rp504,3 triliun.
Kinerja fiskal hingga menjelang akhir kuartal ketiga ini masih menyisakan ruang bantal yang cukup aman. Keseimbangan primer APBN tercatat berhasil mencetak surplus sebesar Rp154,0 triliun. Realisasi pembiayaan anggaran untuk menutup celah defisit tersebut juga telah mencapai angka Rp473,5 triliun hingga akhir Agustus 2026. ***

















