• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

Lindung Nilai

by Sandy Romualdus
9 Juli 2015 - 00:00
20
VIEWS
Lindung Nilai
0
SHARES
20
VIEWS

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Nilai tukar rupiah terhadap dollar makin melorot, pada pekan awal Juni berdasarkan kursreferensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia posisi rupiah Rp13,288 per dollar AS. Sampai saat ini rupiah telah terdepresiasi 4,39 persen, terburuk sejakkrisis moneter menimpa pada 1998. Dalam perhitungan, setiap depresiasi rupiah sebesar 10 persen akan berkontribusi terhadap inflasi sebanyak 0,8 persen. Berarti, hampir bisadipastikan, inflasi bulan ini berpeluang meningkat lagi.
Apa yang terjadi dengan rupiah tidak datang mendadak. Sinyal itu sudah menyala jauh-jauh hari. Tepatnya, ketika The Fed mulai menukar kebijakan quantitive easing (QE) dengan Tapering Off yang akhirnya benar-benar menghentikan kebijakan QE secara total pada Oktober 2014. Dengan kebijakan itu, seolah-olah The Fed ingin menyampaikan pesan bahwa raksasa ekonomi yang selama ini ‘tidur’ sudah mulai siuman. Dengan demikian, kebijakan-kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi satu persatu akan bermunculan, termasuk rencana normalisasi The Fed melalui kenaikan suku bunga tinggal menunggu waktu saja.
Perbaikan ekonomi Amerika membuat semua negara mulai waspada, termasukIndonesia. Sebagai upaya memitigasi risiko dampak dari kebijakan yang akan diluncurkan,pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah, yaitu, membentuk protokol manajemen krisis nasional di dalam wadah FKSSK, menyiapkan implementasi Bond Stabilization Framework (BSF), membentuk beberapa currency swap line serta menyiapkan Deferred Draw down Option (DDO).
Mitigasi Risiko
Risiko kerugian akibat selisih nilai tukar tidak bisa dipandang sebelah mata. Karenasetiap nilai tukar rupiah terdepresiasi, utang Indonesia bisa membengkak sebesar 5 persen.Kondisi tersebut sangat mungkin menimpa perusahaan yang melakukan transaksi danberhutang dengan dollar. Tidak sampai disitu saja, kerugian akibat kurs dapat menjadipenyebab gulung tikar. Pilihannya hanya satu, perusahaan harus memitigasi kemungkinanmunculnya risiko kerugian akibat selisih kurs dengan cara lindung nilai (hedging).

  • Baca juga: Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Strategi lindung nilai sendiri mulai hadir pada 1973, ketika sistem Bretton Woods diberlakukan. Skema paling sederhana dari lindung nilai adalah transaksi forward (berjangka). Nilai tukar forward biasanya ditentukan berdasarkan kurs spot dan selisih suku bunga kedua mata uang yang dipertukarkan (exchange). Dengan cara ini, perusahaan memindahkan risiko penurunan nilai tukar kepada pihak ketiga (bank).
Transaksi lindung nilai lain yang lazim dilakukan adalah swap yang merupakangabungan dari transaksi spot dan forward. Ini adalah transaksi pertukaran valuta asingterhadap rupiah melalui pembelian atau penjualan secara tunai di pasar spot, yang diikutipenjualan atau pembelian kembali secara berjangka (forward).
Transaksi ini dilakukandengan counterparty atau bank yang sama pada tingkat harga yang disepakati kedua pihak. Sebagian besar pembelian valuta asing dilayani di pasar spot dengan proporsi 73 persen. Sisanya merupakan pangsa pasar swap (21 persen) dan forward (6 persen). Perusahaan BUMN lebih sering mengandalkan pasar spot untuk memenuhi kebutuhan valuta asing, sementara perusahaan swasta seringnya mengandalkan transaksi forward.
Sayangnya, lindung nilai belum menjadi budaya di negeri ini, tidak seperti di Jepang,Tiongkok, dan Korea Selatan. Di negeri matahari terbit, hedging sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam perekonomiannya.
Begitu juga di Tiongkok, fungsi lindung nilai dinegeri tirai bambu sepenuhnya sudah menjadi tanggung jawab bank sentral. Korea Selatansendiri rasio hedging-nya sudah mencapai 30 persen. Rasio hedging adalah selisih antara aset valas milik perusahaan dengan kewajiban valas yang akan jatuh tempo dalam waktu 6 bulan.
Bila mengacu kepada PBI No. 16/21/2014 tentang Prinsip Kehatihatian dalam Pengelolaan Utang Luar Negeri Nonbank yang merupakan penyempurnaan dari PBI No.16/20/PBI/2014 tanggal 28 Oktober 2014, rasio hedging yang berlaku saat ini sebesar 20 persen. BI berencana akan menaikan rasio menjadi 25 persen yang akan mulai berlaku Januari 2016.
Berdasarkan survey yang dilakukan BI terhadap 154 perusahaan pengutang terbesar yang rasio hedgingnya sudah mencapai 20 persen baru sebanyak 54 persen. Sisanya, 47 persen belum mengadopsi lindung nilai atau rasio hedging-nya di bawah 20 persen. Kemudian yangterbaru, PBI ini sudah dilengkapi dengan Surat Edaran No. 16/24/Departemen Kebijakan Moneter tanggal 30 Desember 2014 perihal Penerapan Prinsip Kehatihatian dalam Pengelolaan Utang Luar Negeri Korporasi Non-Bank. PBI No.16/21/2014.
Untuk BUMN sendiri, sejak 2013 sudah keluar PBI No. 15/8/PBI/2013 tentang Transaksi Lindung Nilai Kepada Bank. Dengan PBI ini, BI ikut mendorong BUMN untuk memitigasi risiko nilai tukar melalui hedging. Kemudian diperkuat dengan Peraturan Menteri Nomor Per- 09/MBU/2013 tentang Kebijakan Umum Transaksi Lindung Nilai Badan Usaha Milik Negara dan Surat Edaran Nomor S-600/MBU/2013 Perihal Transaksi Lindung Nilai.
Dengan adanya kedua aturan tersebut, selain mendukung stabilitas nilai tukar dan mengembangkan pasar keuangan domestik, pemerintah juga telah mendorong BUMN melakukan hedging. Dari sisi mikro, hedging akan membuat BUMN lebih fokus pada target bisnisnya dan tidak waswas dengan impact dari risiko pasar, serta meningkatkan kualitas tata kelola. Kemudian dalam perspektif makro, hedging akan mengurangi spekulasi borong dollar AS yang tibatiba.
Kedua peraturan tersebut juga semestinya membuat manajemen BUMN danperusahaan yang memiliki penyertaan modal negara tidak lagi khawatir dengan selisih akibat hedging yang bisa disalahtafsirkan sebagai tindakan yang merugikan keuangan negara dan berimplikasi hukum.

  • Baca juga: Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital
 
 
 
 
 
Previous Post

Berharap Lagi Pada Infrastruktur

Next Post

Pengawal Transformasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

by Sandy Romualdus
23 September 2026 - 11:21

Mengapa 88% perusahaan menggunakan AI tetapi gagal meraih value bisnis yang nyata? Temukan akar masalah gap adopsi AI, risiko halusinasi...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

by Sandy Romualdus
16 September 2026 - 13:34

Menghadapi kompleksitas lanskap ancaman siber 2025, organisasi harus berevolusi dari sekadar membangun kesadaran menuju implementasi Cyber Threat Detection dan Incident...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

by Sandy Romualdus
7 September 2026 - 10:28

Transformasi digital menuntut Indonesia memperkuat benteng pertahanan siber melalui kombinasi kesadaran keamanan siber dan literasi digital guna mengatasi kerentanan faktor...

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

by Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:00

Kebijakan perampingan dan konsolidasi BUMN bukan sekadar persoalan pemangkasan biaya operasional atau peningkatan dividen semata, melainkan sebuah pertaruhan krusial yang...

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

Toxic Productivity

Toxic Productivity

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 11:57

"Bekerja keras adalah hal yang baik. Namun, ketika keinginan untuk terus produktif membuat kita mengabaikan kesehatan, waktu istirahat, hingga hubungan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Danamon Siapkan Rp 2 Triliun untuk Penarikan Uang Tunai

Danamon Siapkan Rp 2 Triliun untuk Penarikan Uang Tunai

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance