• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, September 24, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

JK: Antisipasi Asing Tidak Mudah

oleh Stella Gracia
3 Januari 2017 - 00:00
17
Dilihat
JK: Antisipasi Asing Tidak Mudah
0
Bagikan
17
Dilihat

Jakarta, Stabilitas—Masuknya tenaga kerja asing yang didominasi oleh warga negara China tentu menimbulkan ketakutan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Kurangnya lapangan pekerjaan ditambah dengan persaingan yang lebih ketat karena harus berhadapan dengan tenaga kerja asing menjadi hal yang sangat disayangkan. Menindaklanjuti hal tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwa pemerintah pun perlu berpikir keras dan mengambil langkah antisipatif ke depannya.

Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla dalam “Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia” di Jakarta, Selasa (3/1) mengemukaan kesulitannya menghadapi tenaga kerja asing khusunya Cina yang kini sudah menembus berbagai sektor. “20 ribu kira-kira buruh Cina masuk, seluruh Indonesia marah, tentu tidak mudah,”keluhnya.

  • Baca juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Penanganan masuknya tenaga kerja asing di tingkat nasional dinilai tidak sebanding dengan pengelolaan resiko di dalam suatu perusahaan besar, sehingga hal tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjaga ekonomi masyarakat.

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

“Saya lihat pengalaman yang sama, namun dari pengusaha lalu ke pemerintahan. Mengelola perusahaan ke pemerintahan itu berbeda, apa yang dikatakan Trump, kalau korporasi itu mudah dibelokan kiri kanan, tapi sebagai negara besar tidak semudah itu,”lanjut JK.

Ketakutan masyarakat terhadap masuknya tenaga kerja Cina disebut sebagai dampak dari pemikiran yang salah. “Karena itu apa yang terjadi ke depan secara umum, pertama sistem, kalau sebelumnya selalu pikiran ekonomi dunia itu terbuka liberal, maka hampir di banyak negara mengalami banyak perubahan-perubahan lebih konservatif dan proteksionis dalam batas-batas tertentu.Coba lihat buruh Cina yang masuk banyak yang marah. Itu merupakan imbas dari pikiran yang memikirkan ekonomi suatu negara lebih protektif,”kata JK.

Tags: Buruh Cina,Cina,JK,Aduan ke OJK,jusuf kalla
 
 
 
 
 
Sebelumnya

BI: Indonesia Siap Hadapi Amerika

Selanjutnya

BEI Sediakan Insentif Bagi Emiten Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

oleh Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

oleh Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

oleh Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

oleh Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

oleh Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

Bank Neo Commerce

OJK Cabut Izin Mitra Pemasaran Efek Bank Neo Commerce (BBYB), Ini Alasannya

oleh Sandy Romualdus
27 Maret 2026 - 15:53

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar kepada PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB)....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Mitigasi Fluktuasi Daya Surya, Inovasi Mesin Fleksibel Wärtsilä Jawab Tantangan RUPTL 2034

Pacu Transaksi wondr by BNI, Perseroan Guyur Diskon Tiket MotoGP Mandalika 2026

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Tata Kelola Infrastruktur 2026: Proyek Smelter dan Perumahan Subsidi Jadi Juru Selamat Pabrik Semen

Rekor Belanja Rp2.811 Triliun, Tiongkok Borong 1.000 Ton Emas demi Mitigasi Syok Geopolitik

Minat Investor Membeludak, Pemerintah Serap Dana Segar Rp11 Triliun dari Lelang SBSN

Sabet Penghargaan PBB 50-in-5, QRIS Antarnegara Sumbang Surplus Devisa Masuk Rp4,17 Triliun

Mitigasi Risiko Investasi: Emas Antam Naik Rp3.000, Investor Wajib Hitung Beban PPh Pasal 22

Mitigasi Risiko Ekonomi Karhutla, Bank Indonesia Kucurkan Dana Darurat Rp2,97 Miliar

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
R&I Naikkan Peringkat Utang Indonesia

Menkeu Singkirkan JP Morgan dari List Bank Persepsi

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance