• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Rabu, Oktober 28, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Danantara

Ujian Nyali Seorang Elia Massa Manik

by Syarif Fadilah
16 Maret 2017 - 00:00
43
VIEWS
0
SHARES
43
VIEWS

Jakarta, Stabilitas-“Kalau sudah urusan integritas, maka tutup mata hatimu, sikat saja. Jangan diwariskan ke generasi berikutnya.” Inilah filosofi yang diterapkan Elia Massa Malik ketika di PT Elnusa, Tbk saat dirinya dipercaya pemegang saham menjadi Chief Executive Officer (CEO) di anak perusahaan PT Pertamina (Juli 2011-Mei 2014).

Kini, enam tahun kemudian, dia dipercaya menjadi orang nomor satu di Pertamina. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentu tidak main-main menunjuk sosok 52 tahun ini untuk memimpin perusahaan pengelola migas nasional. Akan tetapi satu yang pasti jadi pertimbangan adalah karena integritas dari Elia.

  • Baca juga: Gandeng Danantara dan BNSP, Kemnaker Perkuat Ekosistem Sertifikasi Tenaga Kerja BUMN

Bagi dia, integritas adalah hal yang paling penting karena jika seorang tidak memilikinya maka itu adalah virus paling berbahaya, harus dibunuh. “Saya tidak ada tedeng aling-aling di sini. Jika ada yang korupsi, jangan disebut sebagai penyalahgunaan wewenang, tapi namanya tetap korupsi,” papar pria yang dianggap sukses mengembalikan kinerja keuangan Elnusa  dari yang sebelumnya minus menjadi sehat hanya dalam 2,5 tahun.

BERITA TERKAIT

Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Tumbuh Jadi Rp45,2 Triliun

Lindungi Likuiditas Investor, BEI Rombak Aturan Suspensi dan UMA Saham Mulai November 2026

Edukasi Pasar Modal Ritel, Ajaib Hadirkan Live Trading Sepekan Bareng Komunitas Saham

Rebalancing Indeks Acuan BEI: PGEO dan UNVR Terdepak dari IDX30, AALI Masuk IDX80

Filosofi itu diuji lagi di perusahaan yang berbeda. Pertengahan April 2016 lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soewandi menugaskan Massa sebagai Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III. Perusahaan itu merupakan gabungan dari seluruh PTPN yang berjumlah 14 perusahaan.

“Saya tak pernah mengira akan keluar masuk perusahaan pelat merah dan menjadi Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III. PTPN III sekarang menjadi induk usaha atau holding dari 14 perusahaan perkebunan milik negara. Tugas saya tentu tidak ringan, namun bukan sesuatu yang mustahil dilakukan,” kata pria kelahiran Medan, 1 Mei 1965 ini kepada Stabilitas beberapa waktu lalu.

Peraih gelar sarjana di ITB Bandung (1983-1988) dan Magister Asian Institute of Management, Makati, Philippines (1990-1992) diminta  untuk membenahi pengelolaan utang di seluruh unit PTPN dan membuatnya kembali untung. Dari hitungan awal saja, setidaknya dibutuhkan dana segar Rp9 triliun untuk merestrukturisasi dan berinvestasi ulang di seluruh PTPN agar kinerjanya bisa positif.

Pada tahap awal yang dilakukannya adalah melakukan efisiensi terutama dalam jumlah pejabat dan mengubah struktur perusahaan. “Pada awal menjabat, saya memangkas jumlah direktur yang tadinya lima menjadi tiga. Sebab, dengan lima direktur menjadi kurang lincah,” terang anak kedua dari empat bersaudara ini.

Sebelum para direktur baru tersebut bekerja, Massa lebih dulu melakukan mapping masalah yang ada di PTPN III. Sehingga, saat direksi baru dilantik dia sudah memberikan draf bagian mana saja yang harus mereka benahi.

Meskipun banyak mendapatkan tekanan saat melakukan perubahan direksi, dia senang karena data-data perusahaan yang selama ini dinilai kurang transparan menjadi jelas. Otomatis ini membuatnya lebih mudah untuk membuat dan memutuskan suatu kebijakan yang bakal diterapkan. “Untuk menguak permasalahan, saya menggunakan cara turun ke lapangan. Hampir setiap hari, saya mengunjungi satu persatu perkebunan untuk berkomunikasi dengan karyawan yang berada di sana. Lainnya, saya juga selalu memberikan contoh untuk terus belajar. Hal ini saya tularkan kepada seluruh karyawan,” paparnya.

  • Baca juga: Danantara Inisiasi DTIIF 2026, Tarik Modal Global dan Pacu Transformasi 6 Sektor Industri

Tahap kedua adalah menerapkan speed dalam bekerja, Mengubah kultur VOC, bikin rileks dan tidak merasa intimidasi. Dengan begitu mereka akan mempunyai semangat kerja. Terakhir, adalah keberanian untuk memutuskan kebijakan. Harus punya nyali untuk memutuskan daripada diam terus. Ini merupakan hal penting bagi seorang pemimpin untuk dapat menentukan akan dibawa kemana perusahaan yang dipimpin.

Yang jelas, perlahan tapi pasti, PTPN III mulai bangkit. Sampai akhir tahun total operating cash flow mencapai Rp600 miliar dari tahun 2015 yang hanya Rp100 miliar. Dan, bulan September 2016, perusahaan sudah mampu mengantongi keuntungan 1,5 persen. Ini prestasi karena selama empat tahun kinerja perusahaan selalu merah.

 

Perjalanan Karier

Elia Massa Manik memulai karier di PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Setelah itu dia bergabung dengan Suez Group. Meninggalkan Suez pada 2001, lalu bergabung dengan PT Kiani Kertas yang sedang masuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). “Mulai dari Kiani Kertas ini saya bergaul dengan kesulitan. Bagaimana saya harus berhadapan dengan masalah. Dari situlah saya mulai belajar filosofi mencintai masalah. Dalam karier itu paling sulit menghadapi orang, apalagi dalam kondisi resources terbatas,” cerita dia.

Kemudian, Massa bergabung dengan PT Jababeka Tbk, PT Pandega Citra Niaga, membantu Dharma Henwa Tbk duduk di non-executive board, dan menjadi chief executive officer (CEO) PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk sebelum akhirnya memimpin Elnusa.

Massa masuk Elnusa pada 22 Juli 2011 ketika Elnusa menjadi pusat pemberitaan nasional karena kasus dengan PT Bank Mega Tbk. Dia melakukan perbaikan fundamental untuk bisa menyelamatkan Elnusa. Kondisi keuangan perusahaan saat itu tidak menggembirakan. Pada Juni 2011, Elnusa memiliki account Rp10 miliar, tapi cash flow sudah negatif Rp200 miliar.

  • Baca juga: Masuk 3 Besar BUMN Layanan Terbaik, BRI Pacu Transformasi BRIVolution Reignite

Dari Elnusa, Massa didapuk menjadi CEO GMT Kapital Asia (Mei 2014 – Agustus 2015). Kemudian menjadi SEVP (Senior Executive Vice President) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Agustus 2015 – April 2016), dan sejak 13 April 2016 sampai dengan sekarang menjabat Direktur Utama PTPN III (Persero).

Kini Elia tengah mencatat prestasi dan karier baru sebagai nakhoda utama di perusahaan migas negara.

 
 
 
 
 
Previous Post

Pelaku Usaha Belum Lirik IKNB

Next Post

Imam Teguh Saptono dicopot dari Kursi Dirut BNI Syariah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Gandeng Danantara dan BNSP, Kemnaker Perkuat Ekosistem Sertifikasi Tenaga Kerja BUMN

Gandeng Danantara dan BNSP, Kemnaker Perkuat Ekosistem Sertifikasi Tenaga Kerja BUMN

by Stella Gracia
22 Oktober 2026 - 09:00

Wamenaker Afriansyah Noor menegaskan sertifikasi pekerja BUMN di LSP P2 harus berbasis kemampuan nyata dan berintegritas, bukan formalitas belaka. Stabilitas.id...

Danantara Inisiasi DTIIF 2026, Tarik Modal Global dan Pacu Transformasi 6 Sektor Industri

Danantara Inisiasi DTIIF 2026, Tarik Modal Global dan Pacu Transformasi 6 Sektor Industri

by Sandy Romualdus
19 Oktober 2026 - 21:39

Danantara Indonesia menggelar DTIIF 2026 di Jakarta guna mempertemukan modal global, peraih Nobel, dan BUMN untuk memacu transformasi industri nasional....

Tawarkan 5.000 Aset Properti: BRI Gelar Gebyar Lelang Serentak Nusantara dan Siapkan KPR 25 Tahun

Masuk 3 Besar BUMN Layanan Terbaik, BRI Pacu Transformasi BRIVolution Reignite

by Stella Gracia
19 Oktober 2026 - 09:49

BRI menempati peringkat ketiga BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026 buah keberhasilan transformasi BRIVolution Reignite. Stabilitas.id - PT...

Himpun 131 CEO Global dan Peraih Nobel, Danantara Gelar Forum Investasi DTIIF 2026

Himpun 131 CEO Global dan Peraih Nobel, Danantara Gelar Forum Investasi DTIIF 2026

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 08:21

Danantara menggelar DTIIF 2026 di Fairmont Jakarta dengan mempertemukan 131 CEO teknologi dunia dan peraih Nobel guna membiayai enam sektor...

Sinergi BNI dan InJourney, Layanan Asistensi Bandara Joumpa Kini Hadir di Aplikasi wondr

Sinergi BNI dan InJourney, Layanan Asistensi Bandara Joumpa Kini Hadir di Aplikasi wondr

by Stella Gracia
2 Oktober 2026 - 14:09

BNI menggandeng InJourney Aviation Services (IAS) untuk menghadirkan layanan asistensi bandara Joumpa langsung melalui aplikasi digital wondr by BNI. Stabilitas.id...

Bedah Kriteria GRE Fitch: Ketergantungan Mutlak DIM pada Likuiditas Dividen BUMN

Bedah Kriteria GRE Fitch: Ketergantungan Mutlak DIM pada Likuiditas Dividen BUMN

by Stella Gracia
22 September 2026 - 10:47

PT Danantara Investment Management (DIM), Fitch Ratings, peringkat utang BBB, prospek negatif, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, tata kelola...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Tumbuh Jadi Rp45,2 Triliun

Lindungi Likuiditas Investor, BEI Rombak Aturan Suspensi dan UMA Saham Mulai November 2026

Edukasi Pasar Modal Ritel, Ajaib Hadirkan Live Trading Sepekan Bareng Komunitas Saham

Rebalancing Indeks Acuan BEI: PGEO dan UNVR Terdepak dari IDX30, AALI Masuk IDX80

Terpakai Rp17 Triliun, Bank Mandiri Jelaskan Fasilitas Kredit Rp40 Triliun ke Jhonlin Group

Tindak 330 Entitas Ilegal, Satgas PASTI dan IASC Blokir Rekening Penipuan Rp825,2 Miliar

CASA Tembus Rp733,7 Triliun, BNI Bukukan Laba Operasional Kuartal III Terbesar Sepanjang Sejarah

Alokasikan Rp1 Triliun di Tahap II, BRI Lanjutkan Aksi Korporasi Buyback Saham

IHSG Bangkit 4,9 Persen, OJK Perpanjang Relaksasi Buyback Saham dan Perketat Deteksi Transaksi

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

Imam Teguh Saptono dicopot dari Kursi Dirut BNI Syariah

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance