• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 25, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

Berselancar dalam Perubahan Zaman

by Sandy Romualdus
23 April 2017 - 00:00
12
VIEWS
Berselancar dalam Perubahan Zaman
0
SHARES
12
VIEWS

BERITA TERKAIT

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

Transformasi Digital dan Perang Talenta: Strategi BTN Merebut Takhta Bank Konsumer Terbesar

Sikapi Dinamika Bursa, BNI Pacu Aksi Buyback Terukur Berlandaskan Aset Rp1.434 Triliun

Sektor perbankan adalah industri yang selalu berpacu dengan perubahan. Zaman yang bergerak selalu diimbangi perbankan dengan langkah-langkah penyesuaian yang dibutuhkan. Karenanya, bank selalu berupaya menyesuaikan bisnis dan layanannya dengan perubahan jika tidak ingin tertinggal.
Bank mengerti betul hal itu. Oleh karena itu, ketika gelombang baru dalam teknologi informasi dan komunikasi yang ditandai dengan penggunaan Internet secara masif, bank
bjb berbenah diri. Layanan digital yang kemudian marak dalam beberapa tahun terakhir dan memunculkan cara-cara baru dalam praktik bisnis juga tak luput dari perhatian manajemen. Bahkan tren ini sudah menyentuh hampir semua sendi kehidupan masyarakat, tak terkecuali dalam hal transaksi pembayaran. “Sejak tahun 2010 tren ini sudah muncul. Ada perubahan perilaku dan kebutuhan nasabah yang menjadi tantangan bagi bank agar mempermudah layanannya dengan cara-cara baru,” ujar Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb), Ahmad Irfan.
Menurut dia, perubahan praktik bisnis terkait teknologi digital sudah tak bisa dielakkan lagi oleh perbankan. Yang bisa dilakukan bank hanya memanfaatkannya demi mencapai tujuan perusahaan. Meski demikian tidak hanya sekadar ikut arus perubahan tanpa bisa mengarahkannya kepada tujuan jangka panjang perseroan. Terkait tren digital, manajemen memiliki pandangan yang visioner. Pada perkembangannya, Irfan mengatakan bahwa layanan digitalisasi perbankan ke depan tidak akan lagi berbicara tentang kebutuhan (
needs) melainkan sudah bersifat tren. “Ini konteksnya tren pasar. Bukan lagi soal kebutuhan. Ini soal lifestyle. Nggak keren kalau nggak pakai layanan digital. Malu kalau masih transaksi keuangan secara cash. Malu kalau kirim uang masih setor ke kantor Perubahan dalam teknologi digital yang
menyergap semua sendi kehidupan membuat bank
bjb berbenah. Layanan BJB Digi, rencana masuk ke bisnis e-wallet dan membuka kerjasama dengan perusahaan fntech adalah strategi kunci bank tersebut. Berselancar dalam Perubahan Zaman bank. Hari gini…,” papar Irfan.
Dengan adanya perubahan
lifestyle tersebut, maka perubahan pola transaksi pada masyarakat tinggal menunggu saatnya saja. Dalam hal ini pihak bank harus bersiap diri terkait ketersediaan teknologinya, mulai dari infrastruktur, aplikasi database hingga proses analisis nasabah yang dilakukan.
Menyadari hal itu, bank yang memiliki kode bursa BJBR ini sejak tahun 2014, telah mengembangkan layanan BJB Digi yang terdiri dari
mobile banking dan Internet banking. Melalui layanan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan penerimaan Dana Pihak Ketiga (DPK). Dengan strategi tersebut, diharapkan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) perusahaan dapat terus tumbuh dengan beragam kemudahan yang ditawarkan untuk nasabah. Tak heran kemudian jika pada tahun ini bank bjb sukses meraih penghargaan pada ajang Tempo Banking Award 2016 sebagai bank dengan digital service terbaik untuk kategori bank dengan aset di atas Rp50 triliun. Tak puas dengan itu, ke depan bank bjb juga berambisi untuk mulai masuk ke bisnis e wallet dan bahkan siap membuka jalinan kerjasama dengan perusahaan teknologi jasa keuangan (Financial Technology/fntech). Hal ini sesuai dengan tuntutan nasabah yang senantiasa menginginkan layanan yang cepat, mudah dan dapat dikendalikan oleh nasabah itu sendiri.
Layanan di
customer service dan di back offce pun semakin cepat karena seluruh proses dilakukan secara digital, atau biasa dikenal dengan layanan digital end to end. “Saat ini ftur-ftur internet banking kami terdiri dari informasi,transfer dan layanan pembayaranpembelian. Kami terus kembangkan mulai dari telepon, PDAM, TV Berlangganan sampai pembayaran tiket atau pajak,” ungkap Irfan.  

  • Baca juga: Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

Perbankan Tanpa Batas  

Dampak lain dari digitalisasi perbankan, menurut Irfan, adalah semakin ekspansifnya layanan bank bjb ke masyarakat wilayah perbatasan. Hal ini setidaknya tercermin dari peningkatan portofolio tabungan bank bjb pada triwulan III/2016 hingga 24 persen. Masyarakat jadi semakin mudah bayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) karena kami ada kerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Jawa Barat dan Banten. “Ini yang BPD lain belum punya. Makanya kami punya tagline ‘Ingat PBB Ingat BJB’,” ujar Irfan. Tak hanya itu, pihak bank juga diuntungkan karena transaksi dan layanan yang diberikan jadi lebih efsien. Semua orang kini bisa mengakses layanan perbankan tanpa harus bergantung pada ketersediaan kantor cabang atau pun mesin ATM. Memang pihak bank kemudian harus melakukan investasi IT yang tidak sedikit. Namun Irfan melihat hal itu bukan sebagai persoalan selama ada komunikasi yang baik antara regulator perbankan dan telekomunikasi. Hal itu mencakup juga langkah pengamanan data nasabah dan regulasi yang cukup karena pada akhirnya kembali pada manajemen risiko bank terkait. Sebagai bank besar di wilayah Jawa Barat dan Banten, bank bjb percaya tren digital banking secara umum bakal memudahkan dan memenuhi kebutuhan nasabah sampai di wilayah pelosok. Dengan adanya layanan tersebut, secara tidak langsung juga akan berpengaruh terhadap loyalitas nasabah terhadap ragam produk yang dimiliki
oleh bank
bjb. Misalnya, kemudahan bertransaksi bagi pengusaha UMKM.
Hadirnya layanan digitalisasi perbankan menawarkan kemudahan akses bagi pelaku UMKM dalam mengakses berbagai produk keuangan. Sebut saja pembiayaan UMKM sampai
connecting dengan pengusaha startup lain, jadi bisa dilakukan dengan adanya layanan digital. Layanan digitalisasi perbankan akan mempersolid hubungan dan komunikasi antara bank bjb dengan nasabah yang selama ini berlandaskan azas business to government, business to business, business to human hingga human to human. Mungkin saat ini masih ada pandangan bahwa teknologi digital hanya menyasar masyarakat perkotaan yang notabene memiliki pasokan jaringan internet yang memadai.
Sementara masyarakat pedesaan yang memiliki keterbatasan dalam hal jaringan koneksi internet dianggap masih cukup grogi dalam berinteraksi secara digital. Namun bank
bjb meyakini bahwa cepat atau lambat inklusi keuangan bagi masyarakat di pelosok dan belum mengenal perbankan akan terjadi. “Pada saat itulah inovasi digital banking dan perusahaan fntech yang menawarkan kecepatan, efsiensi dan akuntabilitas akan berkembang. Akan ada perubahan perilaku dan kebutuhan nasabah, bergeser dari generasi baby boomers, generasi X hingga generasi Y yang saat ini juga turut mempengaruhi percepatan perubahan ini,” tegas Irfan.(adv)  

  • Baca juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif
 
 
 
 
 
Previous Post

Jokowi Minta Pengusaha Rangkul Usaha Kecil

Next Post

Belasan Bank Sindikasi Pembiayai Tol

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Sejarah Uang

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

by Stella Gracia
21 Oktober 2026 - 14:20

INDEF menyoroti fenomena makan tabungan akibat inflasi pangan di atas 5 persen yang membuat rata-rata saldo tabungan di bawah Rp100...

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

by Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

by Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

by Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

by Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

by Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

Transformasi Digital dan Perang Talenta: Strategi BTN Merebut Takhta Bank Konsumer Terbesar

Sikapi Dinamika Bursa, BNI Pacu Aksi Buyback Terukur Berlandaskan Aset Rp1.434 Triliun

Di Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Janji Siapkan Pembiayaan Rakyat Rp400 Triliun

OJK Tegaskan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun Bukan Akhir, Buka Peluang Jerat Pidana Pasar Modal

Redam Volatilitas Pasar, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Perkuat Diplomasi Ekonomi, BRI Dorong Korporasi dan UMKM Lokal Masuk Rantai Pasok Global

Buka Akses Permodalan UMKM Perempuan, Kredivo Catat Lonjakan Pengguna hingga 10 Kali Lipat

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Askrida Menuju 5 Besar

Askrida Menuju 5 Besar

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance