• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

Saat Karyawan dan Perusahaan ‘Bertunangan’

by Sandy Romualdus
25 April 2017 - 00:00
13
VIEWS
Askrida Menuju 5 Besar
0
SHARES
13
VIEWS

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Kepuasan karyawan terhadap apa yang didapatnya dari perusahaan memang penting. Akan tetapi, kini hal itu tidak cukup lagi untuk sekadar memastikan perusahaan tetap berkinerja baik. Ada segelintir karyawan di perusahaan yang tingkat kepuasan dalam bekerja tinggi namun tidak memberikan kontribusi yang signifkan kepada perusahaan.
Employee engagament dinilai sebagai pendekatan yang paling fair sekaligus berguna bagi perusahaan untuk tetap mempertahankan kinerja baik. Meski begitu, pendekatan employee engagament belum menjadi strategi umum buat lembaga keuangan, jikapun ada perusahaan yang telah melakukannya, mereka butuh adanya benchmark.
Oleh karena itu, inisiatif survei 
employee engagement yang digagas Majalah Stabilitas dan juga Blessing White, konsultan SDM ternama AS dianggap menjadi milestone penting dalam pengelolaan SDM di lembaga keuangan. Survei yang dilakukan kepada banyak perusahaan keuangan –tidak hanya satu atau dua–secara simultan akan menjadi benchmark bagi setiap lembaga keuangan untuk mengetahui tingkat employee engagement di industri.
Survei yang dilaksanakan terkait ajang Indonesia Employee Engagement Award (IEEA) 2016 itu secara lebih terperinci juga melakukan penilaian terkait seberapa besar semangat 
employee engagement telah diterapkan di masing-masing peserta. Seberapa besar upaya leader di perusahaan tersebut dalam mendorong para karyawannya untuk tidak hanya doing the job, namun create the amazing things dengan doing the job above and beyond.
Juga seberapa besar upaya untuk merangkul karyawan sebagai bagian tak terpisahkan dari perusahaan. Bagaimana seorang
leader dapat memahami dengan jelas tidak hanya apa yang dipikirkan karyawan, namun lebih pada apa yang dirasakan karyawan.
Employee engagement berada satu level di atas employee satisfaction. Employee satisfaction hanya mendorong karyawan untuk menggapai kesuksesan dirinya, sama sekali terpisah dari upaya manajemen untuk mengejar kesuksesan perusahaan. Sedangkan employee engagement akan lebih mendorong karyawan untuk menggapai kesuksesan dirinya dan kesuksesan perusahaan sebagai sebuah kesatuan dan tujuan bersama. IEAA 2016 ingin menakar semua semangat itu di masing-masing perusahaan peserta.
Dalam menakar semangat
employee engagement di masing-masing peserta, tim juri IEAA 2016 membagi fokus pandangannya dalam tiga hal, yaitu penerapan employee engagement di level individu (I), di level manajer (M) dan paling tinggi di level eksekutif (E) perusahaan tersebut.
Di level individu, hal paling ideal yang terjadi adalah ketika setiap karyawan merasa butuh untuk terlibat langsung dalam jalannya roda bisnis perusahaan. Dapat diartikan bahwa masing-masing karyawan dalam perusahaan tersebut benar-benar bersedia dan tidak terpaksa untuk terlibat dalam aktiftas bisnis perusahaan. Hal ini didukung dengan bakat masing-masing karyawan dan lalu diselaraskan dengan tujuan dan prioritas perusahaan. Masingmasing karyawan telah paham dan mengerti apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan prioritas tersebut. Setiap individu karyawan juga bertanggung jawab dalam mengidentifkasi dengan jelas dan kemudian mengkomunikasikan dengan baik apa saja hal penting dan yang telah mereka lakukan untuk perusahaan.
Sedangkan untuk menakar semangat 
employee engagement di level manajer, dalam survei yang digelar November dan Desember tahun lalu, kami ingin memastikan bahwa pihak manajer harus mampu mensinergikan dengan baik antara strategi perusahaan dengan kebutuhan dan tujuan masingmasing karyawan. Seorang manajer yang baik dalam kacamata employee engagement goals juga harus mampu mengkomunikasikan prioritas bisnis dan langkah pembinaan karyawan ke level di atasnya. Bahkan, manajer harus menjadi orang pertama yang menyatakan komitmennya terhadap upaya pembinaan karyawan, dimulai dari dirinya sendiri.
Sementara untuk peran eksekutif dalam kerangka
employee engagement, kami menilai menganggap bahwa jajaran eksekutif perusahaan harus mampu mengambil peran dalam menyeimbangkan ketiga peran ini (individu, manajer dan eksekutif) untuk kepentingan perusahaan. Pihak eksekutif di sebuah perusahaan bertanggung jawab penuh untuk dapat membangun tiga peran tersebut menjadi ‘bahan bakar’ yang saling mendukung dalam mencapai tujuan perusahaan. Pihak eksekutif dengan berbekal visi, misi dan nilai-nilai perusahaan harus mampu memandu ketiganya, termasuk memfasilitasi seluruh pihak untuk terlibat dalam berjalannya aktiftas bisnis perusahaan.
Dari seluruh survey yang dilakukan, para peserta mendapatkan hasil yang beragam. Namun kami hanya
 menjelaskan empat lembaga keuangan teratas yang nilai indeks engagementnya lebih besar dari rata-rata industri (benchmark). (lihat tabel) Misalnya saja Bank Mandiri. Bank terbesar dalam aset itu, memiliki nilai engagement yang paling tinggi di antara semua peserta survey IEEA 2016. Dari sisi pegawai (i), indeks engagement bank tersebut mencapai 88,3 persen, lebih tinggi dari rata-rata industri yang hanya sebesar 80,7 persen. Begitu pun dengan tingkat keterlibatan manajer dan juga eksekutif, ke semuanya lebih besar dari benchmark.
Lalu juga Maybank Indonesia. Bank yang dimiliki investor Malaysia itu mendapatkan nilai 
engagement dari sisi pegawai, manajer, dan eksekutif yang lebih besar dari benchmark. Begitu pula dengan BNI dan Pegadaian.

  • Baca juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Meroket

Mungkin bagi perusahaan yang belum memahami apa itu makna dan pentingnya membangun employee engagement di lingkup kinerjanya, maka penerapan pola pikir ini boleh jadi dianggap bakal berpotensi membawa kerugian. Bagaimana tidak, perusahaan diajak untuk memenuhi semua kebutuhan karyawan, sedangkan setiap kebutuhan manusia pada dasarnya akan terus berkembang dan tidak akan pernah benar-benar tercukupi.
Namun bila dipahami dengan benar, semangat
employee engagement akan memaparkan fakta yang sebaliknya. Karena telah merasa terengaged terhadap perusahaan, hal ini akan mampu mendorong karyawan pada kinerja yang lebih maksimal (high performance). Setiap karyawan tidak perlu lagi diberikan banyak peraturan yang sifatnya ‘harus’, namun dengan sendirinya dan sukarela mengeluarkan segenap kemampuannya demi bersama-sama menggapai target perusahaan.
Jika kondisi ini sudah mampu diciptakan diantara para karyawan, maka akan menjadi ‘senjata rahasia’ bagi perusahaan untuk meraup hasil kinerja yang spektakuler. Dalam sebuah penilitian, karyawan yang merasa terlibat (
engaged) pada perusahaannya terbukti 480 persen lebih berkomitmen disbanding karyawan biasa untuk membantu perusahaan dalam mencapaikan kesuksesan. Para karyawan yang telah merasa terengaged lebih memungkinkan dengan persentase lebih dari 250 persen untuk memberikan usulan dan berbagai rekomendasi terkait upaya perbaikan perusahaan. Tak hanya itu, para karyawan ter-engaged bahwa 370 persen lebih besar kemungkinan merekomendasikan perusahaan sebagai tempat bekerja pada orang lain.
Sebaliknya, para karyawan yang tingkat
engaged-nya lebih rendah memiliki kemungkinan berhenti dari pekerjaannya empat kali lebih besar dari karyawan yang telah ter-engaged secara baik. Sedangkan untuk karyawan tingkat manajer yang tingkat engaged-nya relatif rendah, menurut survei memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar dalam memiliki karyawan bawahan yang tidak merasa terikat pada perusahaan.
Para karyawan di bawahnya tersebut merasa tidak memiliki keterikatan lebih pada perusahaan, terutama pada manajer yang tidak
engaged dengan baik tersebut, dan hanya mengerjakan tugastugasnya sebatas kewajiban. Bahkan dalam sebuah studi Amerika, 35 persen karyawan di negara tersebut rela tidak menerima kenaikan gaji hanya demi melihat atasan mereka diberhentikan oleh perusahaan.
Dengan demikian, tidak ada lagi semangat kebersamaan dalam perusahaan tersebut. Bukannya saling bersinergi demi menggapai tujuan bersama, satu sama lain antar karyawan justru saling berharap agar karyawan lain diberhentikan. Lalu, bila kondisi sudah seperti ini, apa lagi yang bisa diharap dari sebuah perusahaan?
   

  • Baca juga: Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank
 
 
 
 
 
Previous Post

Mereka yang Terbaik dalam Employee Engagement

Next Post

Strategi ‘Pertunangan’ dengan Karyawan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

by Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

by Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

by Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

by Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

by Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

Bank Neo Commerce

OJK Cabut Izin Mitra Pemasaran Efek Bank Neo Commerce (BBYB), Ini Alasannya

by Sandy Romualdus
27 Maret 2026 - 15:53

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar kepada PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB)....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

Investasi Online Imbal Besar berpotensi Rugikan Masyarakat

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance