BERITA TERKAIT
JAKARTA-PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara (Bank Mauluku Malut) kembali menerbitkan surat utang (obligasi) yang diberi nama Obligasi II Bank Maluku Malut Tahun 2017 dan akan dibagi dalam tiga seri penerbitan. Nilai penerbitan telah ditetapkan sebesar Rp500 miliar dan akan diterbitkan pada awal Desember 2017 ini. PT Fitch Ratings Indonesia memberikan rating pada obligasi ini yaitu peringkat A(idn) dengan outlook stabil. Terkait bunga yang ditawarkan, untuk obligasi Seri A dengan tenor 370 hari kisaran kuponnya 7,5 persen sampai 8,25 persen. Sedangkan untuk Seri B dengan tenor tiga tahun kisaran kuponnya 8,5 persen sampai 9,25 persen. Terakhir untuk Seri C dengan tenor lima tahun memiliki kisaran kupon 9 persen hingga 9,65 persen. “Penerbitan obligasi kami lakukan untuk mendukung pembiayaan kredit konsumtif dan kredit multiguna yang menjadi concern perusahaan,” ujar Direktur Pemasaran Bank Maluku Malut, Aleta da Costa, di Jakarta, Selasa (7/11).
Menurut Aleta, dukungan permodalan akan menjamin keberlanjutan pertumbuhan kredit perusahaan di kisaran 10 sampai 12 persen per tahun dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) antara 11 sampai 13 persen per tahun. “Selain itu obligasi kali ini juga untuk menggantikan obligasi tahap I kami yang selesai pada Januari 2017, sedangkan pendanaannya masih berlangsung karena pemberian kreditnya di atas 5 tahun,” tutur Aleta. Proses penawaran awal (bookbuilding) obligasi dilakukan pada 7 hingga 21 November 2017. Pernyataan efektif dari OJK sendiri diharapkan sudah dapat diterima perusahaan pada 29 November 2017 mendatang. Sedangkan penawaran umumnya diharapkan sudah bisa dilaksanakan pada 4-5 Desember 2017. Keseluruhan proses penerbitan obligasi akan diakhiri dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Desember 2017 mendatang. Untuk membantu proses penerbitan, pihak BPD Maluku Malut telah PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
















