Jakarta – PT Atlas Resources Tbk menawarkan indikasi kupon obligasi untuk tiga seri obligasi yang dirilisnya di kisaran 8,25% – 10,75%. Adapun kisaran kupon untuk Seri A dengan jangka waktu 3 tahun ditawari kupon dengan kisaran 8,75% – 9,5%, Seri B dengan jangka waktu 5 tahun 9,25%-10.5%, dan seri C dengan jangka waktu 7 tahun di kisaran 9,75% – 10,75%.
Demikian diungkapkan Indrawati Darmawn, Presiden Direktur Standard Chartered Securitas Indonesia, salah satu penjamin emisi penerbitan Obligasi Atlas Resources I Tahun 2012, dalam public expose perseroan di Jakarta, Selasa (5/6/2012).
Disebutkan Indrawati, penerbitan obligasi dengan nilai total sebesar Rp 1,2 triliun tersebut mayoritasnya akan dipergunakan untuk pembayaran kembali hutang PT Atlas ke empat bank (Bank Danamon, Bank Pertama, Bank OCBC NISP, dan DBS). “65% untuk pembayaran utang, dan 35% untuk belanja modal perseroan,” tutur dia.
BERITA TERKAIT
Direktur Keuangan PT Atlas Resources, Dono Boestami mengungkapkan, total utang perseroan ke empat bank tersebut adalah sebesar US$90 juta. Dia menjelaskan, alokasi pembayaran utang dari penerbitan obligasi tersebut adalah strategi percepatan pembayaran sehingga menggurangi beban bunga yang harus dibayar perseroan.
“Sebenarnya bunga utang yang dibebankan kepada kita cukup rendah, yakni di kisaran 6% hingga 7%. Hanya kita kita ingin pembayaran dipercepat sehingga diharapkan dapat mengurangi beban utang,“ kata Dono di kesempatan yang sama.
Selain percepatan pembayaran yang berdampak pada penguranan beban bunga, lanjut Dono, alokasi pembayaran utang dari dana hasil obligasi tersebut juga bertujuan untuk memperpanjang tenor utang yang ditetapkan dari bank.
“Utang yang kita miliki saat ini jatuh temponya dalam 3 tahun hingga 5 tahun. Nah dengan pembayaran ini kita harapkan bisa memperpanjang tenornya hingga di atas 5 tahun. Ini cukup menghemat biaya bunga secara signifikan. Jadi begitu mendapatkan dana hasil penerbitan obligasi, kita langsung bayar utang,” tukas Dono.
Sementara terkait dengan rencana penggunaan 35% dana hasil obligasi untuk belanja modal perseroan, Dono mengungkapkan bahwa tahun ini perseroan akan memperluas ekspansi bisnis perseroan dengan mengelola dua area tambah di Kalimantan Timur, dan satu area tambang di wilayah Sumatera Selatan.
Disebutkan Dono, hingga akhir 2011 lalu perseroan berhasil mrmproduksi barubara hingga 1,3 juta ton. “Untuk kuartal satu itu sekitar 400 ribu ton produksi kita. Jadi hingga akhir tahun kita optimis produksi kita tetap melampaui 1 juta ton,” imbuhnya
Dari sisi distribusi, Dono mengungkapkan, saat ini sebesar 90% batubara perseroan masih dialokasikan ke pasar ekspor. Namun demikian hingga akhir tahun ini porsi domestik diperkirakan akan meningkat sejalan dengan kerjasama yang dijalin perseroan dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
“Kita nanti ada signing kontrak dengan PLN, rencananya kita memasok sekitar 640 ribu ton batubara per tahun ke PLN,” ungkap Dono.
Terkait dengan harga, kendati ada pergerakan harga di kisaran US$ 75 per ton – US$ 78 per ton, perseroan tetap optimis akan terjadi peningkatan penjualan di kuartal kedua nanti.






.jpg)










