Jakarta – PT Aneka Tambang,Tbk terus melakukan pendekatan pada konsumen nikel dan bauksit agar bersedia menanggung bersama bea keluar yang ditetapkan Pemerintah. Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Anekat Tambang,Tbk Alwinsyah Lubis.
“Sekarang kita masih terus melakukan komunikasi dengan konsumen agar pihaknya mau menanggung bea keluar atau minimal ditanggung bersama,”tandas Alwinsyah. Sejauh ini sudah ada beberapa konsumen khususnya dari China yang menyatakan kesediaannya untuk menanggung bersama meski belum dapat dipastikan berapa persen yang akan ditanggung konsumen tersebut.
Berdasarkan estimasi perseroan jika bea keluar semuanya ditanggung perusahaan pendapatan perusahaan akan turun 8-10 persen. "Kalau semua bea keluar dibebankan kepada Antam, dampaknya akan turun 8-10 persen dari porsi 24 persen itu," kata Alwin Syah.
BERITA TERKAIT
Sebagaimana diketahui, Antam merupakan perusahaan pertama yang mendapat rekomendai Kementrian ESDM untuk kembali melakukan ekspor raw material untuk komoditi nikel dan bauksit. “Antam merupakan perusahaan pertama yang mengntongi ijin ekspor raw material setelah memenuhi beberapa persyaratan yang ditetapkan Pemerintah,”ungkap Alwin usai Rapat Umum Pemegang Saham Antam. Ijin yang dikantongi masing-masing IUP tambang ini akan dievaluasi setiap tiga bulan.
Perusahan tambang plat merah ini menargetkan ekspor ore di 2012 lebih baik dari total ekspor ore 2011 sebesar 6,4 juta ton. Sampai April perusahaan telah berhasil mengekspor 2,25 juta ton dan kemudian dalam tiga bulan ke depan ditargetkan sebanyak 2,5 juta ton sehingga sampai akhir tahun. (Egen)






.jpg)










