JAKARTA, Stabilitas—Menanggapi makin banyaknya produk yang sama sebagai kompetitor produk BTPN, Jenius, Value Proposition & Product Head, Deputy Head of Digital Banking Bank BTPN, Irwan S Tisnabudi menanggapinya sebagai kesempatan yang bagus bagi Jenius sehingga dapat semakin mengembangkan teknologi yang dimilikinya.
“Tergantung cara memandangnya. Soon or later semua orang akan bergerak ke arah sana,”kata Irwan seusai mengadiri media gathering di BTPN Tower Jakarta, Selasa (26/2/2019).
Dirinya mengatakan, kehadiran kompetirot tidak menjadi ancaman melainkan dijadikan bahan evaluasi agar semakin berkembang sesuai keinginan dan kebutuhan nasabah. Dengan adanya kompetitir ini, kata dia merupakan hal yang bagus karena pengguna dapat membandingkan produk Jenius dengan produk dari bank lain..
“Bagus malah. Kita jadi punya benchmark, nasabah juga punya benchmark. Kalau dulu jenius sendirian tidak ada kompetitor, orang lihat ini jenius bagusnya di mana karena belum punya perbandingan?,”ujar Irwan.
Irwan menilai, pengguna dapat menyadari produk Jenius lebih baik atau tidak dari produk lainnya. Saat ditanya mengenai posisi Jenius yang kian meningkat, Irwan mengatakan, dirinya tidak bisa menjelaskan karena saingan Jenius BTPN bukan semata produk antar digital banking dengan digital banking melainkan lebih kepada bagaimana masyarakat memanfaatkan Jneius sebagai produk keuangan unggulan mereka.
“Jadi saya melihatnya posisinya against itu karena kalo dilihat perbandingannya tergantung cara pandang kita jadi jangan dilihat dari sisi itu (persaingan) ya!,”imbuhnya.
Sementara itu, mengenai rencana pengembangan Jenius tahun ini, Irwan membeberkan pihaknya akan terus melakukan akuisisi nasabah baru sehinga akan melakukan investasi lebih banyak kepada pengembangan produk Jenius. Saat ini masih dilakukan survey dan penelitian dalam pengembangan inovasi baru.
“Saat ini kita terus lakukan research secara terus menerus karena kita ingin memberikan sesuatu yang baru kepada nasabah karena kita ingin tahu apa ada lifestyle baru dengan Jenius yang bisa buat hidup jadi lebih mudah,”kata dia.
Sementara itu, Irwan menambahkan hinga saat ini kontribusi Jenius ke Dana Pihak Ketiga (DPK) belum mencapai 10 persen karena masih sangat kecil sehingga pihaknya masih membangun dari sisi individual saving account. Oleh karena itu menurutnya saving account balancenya relatif jika dibandingkan dengan deposit.
“Kalau dengan deposit memang masih kecil sehingga kita masih kembangkan Jenius agar makin luas penggunaannya ke user di seluruh Indonesia. Kalau itu terjadi, otomatis DPK akan masuk,”kata dia. (Is)

















