Stabilitas.id – Produk warisan budaya lokal kini semakin taring di kancah internasional. Salah satu buktinya adalah Batik Tulis Lasem dengan merek Gunung Kendil asal Rembang, Jawa Tengah, yang sukses menembus pasar Eropa hingga Asia berkat pendampingan dari Rumah BUMN (RB) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).
Hawien Wilopo, pemilik Batik Gunung Kendil, mengungkapkan bahwa keputusannya bergabung menjadi mitra binaan RB Rembang pada 2021 menjadi titik balik usahanya pascapandemi. Melalui pelatihan manajemen usaha dan optimalisasi platform digital, karyanya kini tidak hanya diminati pasar Nusantara, tetapi juga pelanggan dari Jerman, Belgia, Italia, Korea, hingga Jepang.
“Saya sangat senang bisa bergabung di RB Rembang. Keberadaan wadah ini sangat membantu UMKM untuk berkembang, mulai dari manajemen hingga pemasaran digital yang membuat produk kami dijangkau secara global,” ujar Hawien dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2026).
BERITA TERKAIT
Dari Hobi Menjadi Ekspor
Berawal dari hobi menggambar sejak sekolah dasar, Hawien mulai menekuni bisnis batik pada 2012. Keunikan motif modern yang tetap menjaga pakem Batik Lasem membuat karyanya laris terjual hingga 150 potong per bulan, dengan omzet mencapai Rp150 juta per tahun.
Berkat fasilitasi dari SIG dan anak usahanya, PT Semen Gresik, Batik Gunung Kendil telah tampil di berbagai ajang bergengsi, seperti Festival Tong Tong di Den Haag Belanda, Side Event G20 di Bali, hingga Inacraft di Jakarta. Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Rp200 ribu hingga Rp7 juta untuk kain eksklusif.
Dampak Sosial dan Ekonomi Daerah
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengapresiasi pencapaian Batik Gunung Kendil yang kini telah mempekerjakan tujuh karyawan dan memberdayakan masyarakat sekitar. SIG berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM agar naik kelas melalui profesionalitas dan pemanfaatan teknologi.
”SIG melalui RB Rembang berkomitmen untuk selalu mendampingi UMKM agar mampu memanfaatkan platform digital sehingga produk-produknya dapat menjangkau pasar nasional hingga mancanegara,” kata Vita.
Keberhasilan ini menjadi bagian dari strategi SIG dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus melestarikan kekayaan budaya Indonesia di mata dunia melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. ***
Profil Bisnis Batik Tulis Lasem Gunung Kendil (Mei 2026):
| Detail Informasi | Capaian / Deskripsi |
| Produk Unggulan | Kain Batik Tulis & Pakaian Jadi |
| Pasar Mancanegara | Belanda, Jerman, Belgia, Italia, Jepang, Korea |
| Volume Penjualan | ± 150 Karya per Bulan |
| Harga Produk | Rp200 Ribu – Rp7 Juta (Kain) |
| Pameran Internasional | Festival Tong Tong (Den Haag), G20 (Bali) |
| Inisiator Pendamping | Rumah BUMN SIG & Semen Gresik |
















