Dirut SIG Indrieffouny Indra turun langsung ke Aceh untuk stabilkan harga dan atasi kelangkaan pasokan semen lewat optimalisasi produksi pabrik Lhoknga.
Stabilitas.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) atau SIG bergerak cepat mengatasi persoalan keterbatasan pasokan dan gejolak harga semen yang terjadi di wilayah Provinsi Aceh.
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra turun langsung memimpin koordinasi lapangan guna memastikan optimalisasi rantai pasok (supply chain) serta menstabilkan harga jual semen di tingkat pengecer.
Langkah inspeksi tersebut mencakup peninjauan langsung operasional anak usaha perseroan, PT Solusi Bangun Andalas (SBA) di Lhoknga, serta evaluasi kesiapan jaringan logistik dan distribusi di Packing Plant Lhokseumawe dan Packing Plant Malahayati.
BERITA TERKAIT
“Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan setiap hambatan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat dan pembangunan tetap fulfilled melalui pasokan yang memadai,” ujar Indrieffouny dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (7/8/2026).
Lonjakan aktivitas pembangunan infrastruktur dan pemukiman di wilayah Sumatra bagian utara belakangan ini telah memicu tekanan permintaan (demand surge), yang berdampak pada tersendatnya stok di sejumlah distributor serta memicu fluktuasi harga di tingkat toko bangunan.
Guna meredam volatilitas tersebut, pimpinan emiten BUMN semen ini menyiapkan tiga jurus strategis:
- Optimalisasi Kapasitas Produksi: Menggenjot outflow dari Pabrik Lhoknga dan Packing Plant Lhokseumawe, sekaligus menambah pasokan melalui Packing Plant Malahayati.
- Koordinasi Rantai Pasok: Memperketat sinergi bersama distributor, mitra logistik, dan pemerintah daerah (pemda) setempat untuk memotong hambatan distribusi.
- Monitoring Harian: Membentuk mekanisme pemantauan stok, distribusi, dan pergerakan harga secara real-time berbasis harian (daily tracking).
Indrieffouny menegaskan bahwa seluruh lini sumber daya SIG difokuskan untuk mempercepat pemulihan pasokan agar struktur harga di pasar Aceh kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin.
Di samping itu, SIG juga mengimbau seluruh jaringan mitra penyalur dan distributor untuk menjaga ketertiban penyaluran serta menghindari praktik spekulasi harga yang merugikan konsumen akhir.
“Kami ingin memastikan masyarakat dan para pelaku pembangunan memperoleh kepastian pasokan. Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar aktivitas ekonomi dan proyek infrastruktur dapat berjalan tanpa hambatan,” pungkasnya. ***

















