PT Semen Indonesia Tbk. (SIG) meluncurkan kembali merek legendaris Semen Kujang berteknologi mikro untuk memperkuat pasar Jawa Barat dan gandeng PERSIB. Sebuah strategi bisnis yang ciamik.
Stabilitas.id — Langkah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menghidupkan kembali Semen Kujang bukan sekadar urusan re-launching produk lawas. Ini adalah manuver taktis berbasis local pride dan penetrasi pasar yang sangat terukur. Di tengah persaingan industri semen nasional yang makin ketat, SIG memilih tidak hanya bertarung di level harga atau spesifikasi teknis, melainkan menyentuh simpul emosional paling mendasar masyarakat Jawa Barat: kebanggaan daerah dan sepak bola.
Kembalinya merek yang lahir sejak 1975 ini membawa dua amunisi utama: keunggulan teknologi Active Micro Particle dan kemitraan strategis berdurasi tiga musim bersama Maung Bandung, PERSIB Bandung.
Strategi ‘Dual-Engine’: Kombinasi Rasional dan Emosional
BERITA TERKAIT
Untuk memenangkan pasar bahan bangunan di Jawa Barat, SIG menerapkan rumus kolaborasi antara inovasi fisik (rational benefit) dan ikatan kultur (emotional connection).
Sisi Rasional: Senjata Teknologi Micro Particle
Semen Kujang tidak dijual hanya mengandalkan kenangan masa lalu. Diproduksi oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) di Pabrik Narogong dengan standar SNI 7064:2022 (Portland Composite Cement), produk ini disuntikkan teknologi Active Micro Particle.
Inovasi butiran mikro ini bekerja mengisi rongga-rongga material mikroskopis secara presisi. Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan arah transformasi jangka panjang perusahaan.
“Semen Kujang merupakan local heritage yang telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan Jawa Barat. Peluncuran kembali Semen Kujang juga sejalan dengan strategi transformasi SIG untuk terus menghadirkan solusi bahan bangunan yang inovatif, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Jawa Barat serta memperkuat daya saing industri bahan bangunan nasional,” ujar Indrieffouny Indra.
Teknologi tersebut memberikan tiga keunggulan teknis utama yang dibutuhkan konsumen saat ini:
- Daya rekat yang lebih kuat untuk pasangan bata dan keramik.
- Permukaan finishing yang lebih halus pada plasteran dan acian.
- Hasil pengecoran yang lebih padat sehingga meminimalisir risiko retak rambut dan rembesan air.
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, menjelaskan bahwa inovasi ini dihadirkan untuk menjawab ekspektasi tinggi pasar modern tanpa melupakan nilai historisnya.
“Kami ingin menghadirkan produk yang tidak hanya memiliki kualitas premium, tetapi juga membawa kembali kebanggaan masyarakat Jawa Barat terhadap merek yang telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan daerah ini,” jelas Dicky Saelan.
Sisi Emosional: Menunggangi Gelombang Fanatisme PERSIB
Teknologi saja sering kali butuh waktu lama untuk mengedukasi pasar. Di situlah fungsi kemitraan strategis dengan PERSIB Bandung menjadi akselerator brand awareness. PERSIB bukan sekadar klub sepak bola; PERSIB adalah “agama kedua” bagi jutaan warga Tatar Sunda.
Dengan logo Semen Kujang yang menempel di jersey resmi PERSIB selama tiga musim ke depan, SIG mengunci beberapa keuntungan branding sekaligus:
- Lompatan Awareness Seketika: Logo Kujang masuk ke layar kaca, media sosial, dan stadion yang disaksikan jutaan pasang mata Bobotoh setiap pekannya.
- Asosiasi Kualitas & Ketahanan: Mengasosiasikan ketangguhan Semen Kujang dengan karakter permainan PERSIB yang spartan dan bermental juara.
- Aktivasi Komunitas: Rencana program aktivasi merek hingga ke tingkat akar rumput (komunitas Bobotoh, jaringan toko bangunan lokal, hingga program renovasi fasilitas warga).
Dicky Saelan menambahkan bahwa pemilihan PERSIB sebagai mitra utama didasari oleh posisi klub tersebut sebagai simbol pemersatu dan kebanggaan daerah.
“PERSIB telah menjadi simbol kebanggaan masyarakat Jawa Barat melalui berbagai prestasi yang menginspirasi. Karena itu, kami merasa bangga dapat menjalin kemitraan strategis bersama PERSIB. Kemitraan Semen Kujang dan PERSIB bukan sekadar bentuk dukungan terhadap klub, tetapi juga representasi komitmen kami untuk terus hadir, tumbuh, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Barat. Kami berharap Semen Kujang dapat kembali menjadi bagian dari setiap proses pembangunan masyarakat sekaligus menghadirkan nilai tambah melalui kolaborasi ini,” tambah Dicky Saelan.
Kronologi & Profil Produk
| Parameter | Keterangan Detail |
| Merek Produk | Semen Kujang (Portland Composite Cement / PCC) |
| Entitas Produksi | PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (Anak Usaha SIG) |
| Lokasi Pabrik | Narogong, Jawa Barat |
| Standar Mutu | SNI 7064:2022 |
| Sejarah Singkat |
• 1971: Pendirian PT Semen Cibinong. • 1973: Pembangunan Pabrik Narogong. • 1975: Diperkenalkan oleh Presiden Soeharto sebagai semen pertama di Jabar. • 1977: Perusahaan pertama yang IPO di bursa saham Indonesia. • 2026: Diberdayakan kembali oleh SIG dengan formulasi baru. |
| Durasi Sponsor PERSIB | 3 Musim Kompetisi |
Mengapa Strategi Ini Menjadi “Game Changer”?
Jawa Barat merupakan salah satu wilayah dengan konsumsi semen terbesar di Indonesia seiring pesatnya pembangunan infrastruktur, perumahan, dan kawasan industri. Menguasai Jawa Barat berarti mengamankan porsi signifikan dari market share nasional.
Langkah SIG ini juga mendapat sambutan hangat dari manajemen klub. Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan kesamaan filosofi kedua belah pihak:
“Kami menyambut baik kepercayaan SIG untuk menjalin kemitraan strategis bersama PERSIB selama tiga musim ke depan. PERSIB dan Semen Kujang memiliki kesamaan semangat, yaitu sama-sama tumbuh bersama masyarakat Jawa Barat dan menjadi bagian dari perjalanan daerah ini. Kemitraan Semen Kujang dan PERSIB menjadi simbol kolaborasi yang kami harapkan tidak hanya memperkuat kedua merek, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk terus bangga terhadap karya anak bangsa serta bersama-sama berkontribusi bagi kemajuan Jawa Barat,” ungkap Adhitia Putra Herawan.
Lewat kombinasi mutu teknologi mutakhir (Active Micro Particle) dan penetrasi budaya via PERSIB, SIG tidak sekadar menjual sak semen, melainkan mengembalikan kebanggaan lokal yang sempat tertidur untuk menguasai kembali pasar Tanah Pasundan.***

















