Jakarta – Pertumbuhan ekonomi sepanjang 2013 diperkirakan akan cenderung mengarah ke batas bawah kisaran 6,3%-6,8%. Hal tersebut disebabkan, pemerintah membutuhkan pengluaran yang besar untuk persiapan pemilihan umum pada 2014.
"Setelah memperhitungkan aktifitas ekonomi pada triwulan-triwulan selanjutnya, tremasuk pengeluaran untuk persiapan pemilihan umum 2014, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan cenderung mengarah ke batas bawah," ujar Kepala Grup Hubungan Masyarakat Bank Indonesia (BI) Difi A Johansyah dalam siaran pers, Kamis (7/3).
Meski begitu, BI melihat, Bank Indonesia memperkirakan, perekonomian Indonesia pada triwulan I 2013 akan tumbuh sesuai perkiraan yakni 6,2%. Indikatornya dari konsumsi masih tumbuh kuat sejalan dengan keyakinan konsumen dan daya beli masyarakat yang membaik.
BERITA TERKAIT
Berbagai indikator juga menunjukkan moderasi pertumbuhan investasi khususnya pada investasi nonbangunan di tengah investasi sektor bangunan yang masih cukup kuat. Indikasi moderasi tersebut juga terlihat pada melandainya pertumbuhan impor, khususnya impor barang modal.
"Di sisi lain, kinerja ekspor ke berbagai negara mitra dagang utama, khususnya China, Amerika Serikat (AS), dan India diperkirakan membaik," kata Difi.

















