BERITA TERKAIT
Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo menyosialisasikan gerakan nasional menggunakan uang non tunai. Dalam sosialisasi kali ini, Agus mengajak Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Pelaksana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan juga beberapa direksi dari sejumlah perbankan di Indonesia. Sosialisasi ini diadakan di Mall Mangga Dua, Jakarta Utara, dan diawali dengan penggunaan uang elektronik di halte TransJakarta BI oleh Gubernur BI.
Pembayaran non tunai memiliki manfaat yang sangat besar. Antara lain yaitu, lebih aman karena tidak perlu membawa uang banyak. Lebih hemat bagi Bank Indonesia karena biaya mencetak uang mahal. Lebih gampang ditelusuri oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk meminimalisir tindak pidana.
Selain itu untuk mendorong wacana tersebut, BI berencana mengurangi pajak PPN untuk transaksi non tunai dari yang awalnya 10 presen menjadi di bawah itu. “Kementrian keuangan setuju bukan lagi 10 persen, tapi di bawah itu. Diusahakan di bawah 10 persen. Itu membuat orang bisa memilih, mau bayar cash atau e-money,” ujar Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara.
















