• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

Biaya Dana Merangkak Naik, Korporasi Pilih ‘Wait and See’ Masuk Pasar Obligasi

by Sandy Romualdus
17 April 2026 - 14:48
31
VIEWS
Biaya Dana Merangkak Naik, Korporasi Pilih ‘Wait and See’ Masuk Pasar Obligasi
0
SHARES
31
VIEWS

Stabilitas.id – Biaya dana (cost of fund) korporasi untuk penerbitan surat utang mulai merangkak naik dalam tiga bulan terakhir. Meski rata-rata kupon pada kuartal I/2026 masih lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu, tekanan dari kenaikan yield benchmark dan ketidakpastian geopolitik mulai mempersempit ruang penurunan bunga.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat rata-rata kupon obligasi tenor 3 tahun untuk peringkat AAA berada di level 5,5% pada kuartal I/2026, turun signifikan dari 6,8% pada kuartal I/2025. Namun, tren terkini menunjukkan yield mulai naik tipis, di mana obligasi AAA merangkak ke level 5,78% dari sebelumnya 5,75% di akhir tahun lalu.

  • Baca juga: Himpun Dana Rp186 Triliun: OJK Pacu Reformasi Struktural Pasar Modal dan Inovasi Produk Baru

Chief Economist Pefindo, Suhindarto, menjelaskan bahwa kenaikan ini didorong oleh dinamika pasar obligasi domestik yang mulai menyesuaikan diri dengan kenaikan yield benchmark. “Kupon relatif mulai mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan lalu,” ujarnya dalam konferensi pers, dikutip Jumat (17/4/2026).

BERITA TERKAIT

Himpun Dana Rp186 Triliun: OJK Pacu Reformasi Struktural Pasar Modal dan Inovasi Produk Baru

Ekonomi Batang Tumbuh 8,38 Persen: OJK Dorong Ratusan ASN Jadi Investor Pasar Modal

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Tekanan Global, Kredit Perbankan Tembus Rp9.178 Triliun

Kemenkeu dan BI Bersinergi: Sukuk SMF dan SMI Masuk Keranjang Repo Moneter

Analis Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Putri Nur Astiwi, menilai selain dipicu kenaikan yield US Treasury dan pelemahan rupiah, ketidakpastian perang di Timur Tengah serta lonjakan harga energi turut membatasi ruang penurunan suku bunga.

Kondisi ini memicu pelebaran spread, terutama pada emiten dengan peringkat kredit rendah. Akibatnya, investor cenderung bersikap konservatif (risk-off). “Jika sebelumnya saat suku bunga turun investor memilih tenor panjang, kini dengan tren bunga yang cenderung naik, investor lebih berhitung dan memilih tenor pendek,” tambah Senior Economist KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana.

Sepanjang kuartal I/2026, Pefindo mencatat nilai penerbitan surat utang korporasi mencapai Rp59,4 triliun, tumbuh 26,97% secara tahunan (yoy). Berbeda dengan tahun lalu yang didominasi untuk refinancing, penggunaan dana awal tahun ini justru lebih banyak dialokasikan untuk:

  • Baca juga: Ekonomi Batang Tumbuh 8,38 Persen: OJK Dorong Ratusan ASN Jadi Investor Pasar Modal
  • Modal Kerja: Rp30,91 triliun (naik hampir 60% dibanding kuartal I/2025).

  • Investasi: Melonjak drastis menjadi Rp15,60 triliun (dari Rp2,28 triliun di periode sebelumnya).

  • Refinancing: Melandai ke angka Rp12,85 triliun.

Melihat kondisi pasar yang fluktuatif, Chief Dealer Fixed Income & Derivatives BNI, Fudji Rahardjo, memprediksi emiten akan cenderung wait-and-see. Terjadi mismatch sementara antara ekspektasi yield emiten dan investor, sehingga aktivitas penerbitan diperkirakan akan lebih terkonsentrasi pada periode pasar yang stabil.

  • Baca juga: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Tekanan Global, Kredit Perbankan Tembus Rp9.178 Triliun

Meski demikian, Pefindo tetap optimistis target penerbitan obligasi korporasi 2026 mampu mencapai rentang Rp154,00 triliun hingga Rp196,86 triliun. Hal ini didorong oleh besarnya nilai surat utang yang akan jatuh tempo pada periode Mei-Desember 2026 yang mencapai Rp124,12 triliun. ***

Tags: Cost of FundModal KerjaObligasi KorporasiPasar ModalPefindosuku bungaSurat UtangYield Benchmark
 
 
 
 
 
Previous Post

Sinyal Deeskalasi, Iran Tawarkan Jalur Aman Selat Hormuz via Perairan Oman

Next Post

Cetak Laba Rp1,2 Triliun, BTPN Syariah Alokasikan Rp521 Miliar Sebagai Laba Ditahan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:53

Hans Kwee menilai bursa RI mustahil turun kelas ke Standalone Market di tengah pendapatan emiten kuartal II/2026 yang tumbuh 13,31...

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:45

OJK menjatuhkan denda rekor total Rp2,1 triliun kepada DSSA, BREN, dan CUAN atas pelanggaran manipulasi pasar dan penjatahan semu penawaran...

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 11:34

MSCI mengusulkan penurunan status bursa saham Indonesia langsung ke Standalone Market akibat isu transparansi free float dan dugaan transaksi terkoordinasi....

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 10:33

Rupiah terperosok ke level Rp18.000 per dolar AS bersamaan dengan trading halt IHSG, Bank Indonesia gelar intervensi terpadu di pasar...

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 09:19

IHSG dibuka anjlok 8,01 persen ke level 5.393,92 pada Jumat (16/10/2026), memicu penghentian sementara perdagangan BEI akibat sentimen usulan MSCI...

Ancam Arus Modal Ratusan Triliun Rupiah: MSCI Konsultasikan Status Bursa Efek Indonesia

Ancam Arus Modal Ratusan Triliun Rupiah: MSCI Konsultasikan Status Bursa Efek Indonesia

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 08:12

MSCI membuka konsultasi usulan penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market yang diputuskan Juni 2027. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Cetak Laba Rp1,2 Triliun, BTPN Syariah Alokasikan Rp521 Miliar Sebagai Laba Ditahan

Cetak Laba Rp1,2 Triliun, BTPN Syariah Alokasikan Rp521 Miliar Sebagai Laba Ditahan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance