• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, Mei 11, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Market

Biaya Dana Merangkak Naik, Korporasi Pilih ‘Wait and See’ Masuk Pasar Obligasi

oleh Sandy Romualdus
17 April 2026 - 14:48
12
Dilihat
Biaya Dana Merangkak Naik, Korporasi Pilih ‘Wait and See’ Masuk Pasar Obligasi
0
Bagikan
12
Dilihat

Stabilitas.id – Biaya dana (cost of fund) korporasi untuk penerbitan surat utang mulai merangkak naik dalam tiga bulan terakhir. Meski rata-rata kupon pada kuartal I/2026 masih lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu, tekanan dari kenaikan yield benchmark dan ketidakpastian geopolitik mulai mempersempit ruang penurunan bunga.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat rata-rata kupon obligasi tenor 3 tahun untuk peringkat AAA berada di level 5,5% pada kuartal I/2026, turun signifikan dari 6,8% pada kuartal I/2025. Namun, tren terkini menunjukkan yield mulai naik tipis, di mana obligasi AAA merangkak ke level 5,78% dari sebelumnya 5,75% di akhir tahun lalu.

Chief Economist Pefindo, Suhindarto, menjelaskan bahwa kenaikan ini didorong oleh dinamika pasar obligasi domestik yang mulai menyesuaikan diri dengan kenaikan yield benchmark. “Kupon relatif mulai mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan lalu,” ujarnya dalam konferensi pers, dikutip Jumat (17/4/2026).

BERITA TERKAIT

OJK: Stabilitas Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Risiko Stagflasi Global

Alarm Fiskal Global! Utang Amerika Serikat Lampaui PDB untuk Pertama Kali Sejak PD II

Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 8% dalam 3 Tahun, Pasar Modal Jadi Pilar Pendanaan

Perkuat Integritas dan Partisipasi Investor, OJK Resmi Rilis PINTAR Reksa Dana

Analis Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Putri Nur Astiwi, menilai selain dipicu kenaikan yield US Treasury dan pelemahan rupiah, ketidakpastian perang di Timur Tengah serta lonjakan harga energi turut membatasi ruang penurunan suku bunga.

Kondisi ini memicu pelebaran spread, terutama pada emiten dengan peringkat kredit rendah. Akibatnya, investor cenderung bersikap konservatif (risk-off). “Jika sebelumnya saat suku bunga turun investor memilih tenor panjang, kini dengan tren bunga yang cenderung naik, investor lebih berhitung dan memilih tenor pendek,” tambah Senior Economist KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana.

Sepanjang kuartal I/2026, Pefindo mencatat nilai penerbitan surat utang korporasi mencapai Rp59,4 triliun, tumbuh 26,97% secara tahunan (yoy). Berbeda dengan tahun lalu yang didominasi untuk refinancing, penggunaan dana awal tahun ini justru lebih banyak dialokasikan untuk:

  • Modal Kerja: Rp30,91 triliun (naik hampir 60% dibanding kuartal I/2025).

  • Investasi: Melonjak drastis menjadi Rp15,60 triliun (dari Rp2,28 triliun di periode sebelumnya).

  • Refinancing: Melandai ke angka Rp12,85 triliun.

Melihat kondisi pasar yang fluktuatif, Chief Dealer Fixed Income & Derivatives BNI, Fudji Rahardjo, memprediksi emiten akan cenderung wait-and-see. Terjadi mismatch sementara antara ekspektasi yield emiten dan investor, sehingga aktivitas penerbitan diperkirakan akan lebih terkonsentrasi pada periode pasar yang stabil.

Meski demikian, Pefindo tetap optimistis target penerbitan obligasi korporasi 2026 mampu mencapai rentang Rp154,00 triliun hingga Rp196,86 triliun. Hal ini didorong oleh besarnya nilai surat utang yang akan jatuh tempo pada periode Mei-Desember 2026 yang mencapai Rp124,12 triliun. ***

Tags: Cost of FundModal KerjaObligasi KorporasiPasar ModalPefindosuku bungaSurat UtangYield Benchmark
 
 
 
 
Sebelumnya

Sinyal Deeskalasi, Iran Tawarkan Jalur Aman Selat Hormuz via Perairan Oman

Selanjutnya

Cetak Laba Rp1,2 Triliun, BTPN Syariah Alokasikan Rp521 Miliar Sebagai Laba Ditahan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Sinergi BI-BNM: Digitalisasi Sistem Pembayaran Jadi Fokus Kerja Sama Bilateral Terbaru

RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

oleh Stella Gracia
11 Mei 2026 - 11:59

Stabilitas.id – Emiten properti dan layanan kesehatan, PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR), resmi merombak susunan Direksi dan Dewan Komisaris dalam...

SIG (SMGR) Alokasikan Seluruh Laba 2025 untuk Dividen, Intip Kinerja Kuartal I/2026

SIG (SMGR) Alokasikan Seluruh Laba 2025 untuk Dividen, Intip Kinerja Kuartal I/2026

oleh Sandy Romualdus
8 Mei 2026 - 17:11

Stabilitas.id – Emiten semen pelat merah, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) atau SIG, memutuskan untuk membagikan seluruh laba bersih...

Lebih Dari Dua Dekade Melantai di BEI, Harga Saham BBRI Telah Naik 48 Kali

Dividen BRI Dibayarkan Hari Ini, Investor Panen Cuan

oleh Sandy Romualdus
8 Mei 2026 - 15:55

Stabilitas.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI pada Jumat (8 Mei 2026) resmi melakukan pembayaran dividen tunai...

Laba Tumbuh Berlipat Ganda, Bank Neo Commerce Pertebal Modal Lewat Laba Ditahan

Laba Tumbuh Berlipat Ganda, Bank Neo Commerce Pertebal Modal Lewat Laba Ditahan

oleh Stella Gracia
6 Mei 2026 - 10:45

Stabilitas.id – PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) mencatatkan lompatan kinerja keuangan yang impresif sepanjang tahun buku 2025. Dalam Rapat...

Caplok Bisnis Wealth HSBC, AUM OCBC Indonesia (NISP) Diprediksi Melonjak 25 Persen

Caplok Bisnis Wealth HSBC, AUM OCBC Indonesia (NISP) Diprediksi Melonjak 25 Persen

oleh Sandy Romualdus
5 Mei 2026 - 14:01

Stabilitad.id – PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) resmi menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi aset dan liabilitas dari unit retail banking...

Astra (ASII) Tebar Dividen Rp32,7 Triliun, Sisa Rp292 Per Saham Cair 25 Mei 2026

Laba Bersih Astra International (ASII) Terkoreksi 16% di Kuartal I/2026

oleh Stella Gracia
4 Mei 2026 - 11:47

Stabilitas.id – Raksasa konglomerasi PT Astra International Tbk. (ASII) membukukan laba bersih sebesar Rp5,85 triliun pada kuartal I/2026. Perolehan tersebut...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manajemen Kinerja Kualitatif vs Kuantitatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Minta BNI Tuntaskan Kasus Penyimpangan Dana Nasabah KCP Aek Nabara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Berlaku! PMK 23/2026: Aturan Baru Penagihan hingga Pelunasan Piutang Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Menkeu Purbaya: Analisis JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi RI Terkuat Kedua di Dunia

RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

Cek Dompet Anda! Ini Daftar Rupiah Lama yang Segera Tak Laku dan Batas Waktu Tukarnya

Anggaran Motor Listrik BGN Rp1,05 Triliun ‘Bobol’, Menkeu Purbaya ungkap Pemicunya

Genjot Likuiditas, Pemerintah Percepat Restitusi PPh WP Badan dengan Omzet s.d Rp50 Miliar

Risiko Finansial Kian Kompleks, BI Tekankan Pentingnya Otonomi dan Integrasi Kebijakan

Keyakinan Konsumen April 2026 Menguat, Didorong Persepsi Ketersediaan Lapangan Kerja

Sinergi BI-BNM: Digitalisasi Sistem Pembayaran Jadi Fokus Kerja Sama Bilateral Terbaru

Strategi Menjaga ‘Cash Flow’, Maybank Indonesia Berbagi Tips Evaluasi Keuangan Tengah Tahun

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Cetak Laba Rp1,2 Triliun, BTPN Syariah Alokasikan Rp521 Miliar Sebagai Laba Ditahan

Cetak Laba Rp1,2 Triliun, BTPN Syariah Alokasikan Rp521 Miliar Sebagai Laba Ditahan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance