• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Mei 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Market

Bitcoin Rebound ke US$79.500, Investor Institusional Jadi Penopang Utama di Tengah Geopolitik

oleh Stella Gracia
27 April 2026 - 11:59
20
Dilihat
Ketika Regulator Melunak
0
Bagikan
20
Dilihat

Stabilitas.id – Aset kripto utama, Bitcoin (BTC), menunjukkan resiliensi yang impresif di tengah memanasnya situasi geopolitik global. Harga BTC kembali menanjak mendekati level US$79.500 pada Rabu (22/4/2026), bangkit dari koreksi teknikal yang sempat menyentuh kisaran US$74.000 pada awal pekan ini.

Kenaikan ini menjadi indikator kuat bahwa Bitcoin tidak lagi bergerak semata-mata mengikuti sentimen risk-off global. Sebaliknya, peran investor institusional yang terus agresif masuk ke pasar menjadi penopang utama harga di tengah ketidakpastian kondisi dunia.

Arus Masuk ETF Masih Solid

BERITA TERKAIT

Pengguna Kripto Tembus 21 Juta, OJK Ingatkan Mahasiswa UNS Solo Soal Risiko Tokenisasi

Antisipasi ‘Perfect Storm’, AAJI Perkuat Ketahanan Siber dan Risiko Geopolitik

Investasi Kripto Tembus Rp482 Triliun, OJK Dorong Literasi Digital di Ambon

Dunia Masih Tertekan, BI Ungkap 3 Tantangan Besar yang Menghadang Ekonomi RI

Data menunjukkan bahwa kepercayaan investor institusional tetap terjaga. Arus dana masuk ke produk Spot Bitcoin ETF tetap solid dengan tambahan sekitar US$250,22 juta sepanjang pekan, membawa total akumulasi dana kelolaan mencapai US$57,95 miliar.

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menilai bahwa perubahan struktur pasar ini menjadi faktor kunci yang menjaga ketahanan Bitcoin. Menurutnya, pasar kripto kini didominasi oleh permintaan konsisten dari investor institusional, bukan hanya spekulasi jangka pendek.

“Pergerakan Bitcoin kini tidak hanya dipengaruhi sentimen jangka pendek, tetapi juga permintaan konsisten dari investor institusional,” ujar Antony, Kamis (23/4/2026). Ia menambahkan bahwa ketidakpastian global justru dimanfaatkan sebagian pelaku pasar besar sebagai momentum akumulasi.

Dinamika Pasar & Faktor Pendorong

Pergerakan harga Bitcoin saat ini merupakan hasil dari kombinasi faktor kompleks. Berikut ringkasan dinamika pasar yang memengaruhi performa Bitcoin:

Faktor Dampak terhadap Bitcoin
Arus Dana ETF Menjaga likuiditas dan kepercayaan investor jangka panjang.
Dinamika Geopolitik Ketegangan (Iran-AS) memicu volatilitas, namun BTC mulai dianggap sebagai hedging.
Pasar Derivatif Kenaikan harga memicu short squeeze, mempercepat reli harga.
Kebijakan Moneter (The Fed) Ketidakpastian suku bunga dan inflasi AS membuat investor tetap berhati-hati.

Antony menyoroti bahwa dorongan teknikal di pasar derivatif juga berperan besar. Kenaikan harga yang terjadi memaksa banyak posisi short ditutup, yang memicu short squeeze sehingga meningkatkan permintaan dalam waktu singkat.

Tetap Waspada di Tengah Volatilitas

Meski prospek jangka panjang Bitcoin dinilai tetap positif seiring dengan adopsi aset digital yang kian luas, pasar kripto tetap memiliki karakter utama yaitu volatilitas tinggi. Arah kebijakan moneter Amerika Serikat (The Fed) yang masih dibayangi inflasi juga menjadi catatan penting yang membuat investor cenderung bersikap hati-hati terhadap aset berisiko.

Antony mengingatkan para investor untuk tetap menjaga disiplin dalam pengelolaan portofolio. “Keputusan investasi harus didasarkan pada pemahaman yang matang dan pengelolaan risiko yang terukur,” pungkasnya.

Dengan kombinasi arus dana institusional yang agresif dan fundamental yang mulai bergeser ke arah investasi jangka panjang, Bitcoin tampaknya sedang bertransformasi menjadi aset yang semakin matang di tengah dinamika pasar keuangan global yang tak menentu di sepanjang 2026. ***

Tags: BitcoinBTCETF BitcoinGeopolitikIndodaxInvestasi KriptoInvestor Institusionalthe fed
 
 
 
 
Sebelumnya

Astra (ASII) Tebar Dividen Rp32,7 Triliun, Sisa Rp292 Per Saham Cair 25 Mei 2026

Selanjutnya

Menakar Realita Digitalisasi Koperasi: Belajar dari Al Ittifaq, Terbentur Kesenjangan Lapangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Lampung Masuk 10 Besar Investor Terbanyak, OJK Ingatkan Rumus 2L Atasi Investasi Bodong

Lampung Masuk 10 Besar Investor Terbanyak, OJK Ingatkan Rumus 2L Atasi Investasi Bodong

oleh Sandy Romualdus
20 Mei 2026 - 21:00

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat basis investor domestik dengan membidik generasi muda sebagai motor penggerak utama pasar...

Dihantam Sentimen ‘Freeze’ MSCI, 54 Saham Blue Chip Ini Jadi Benteng Arus Modal Asing

oleh Stella Gracia
18 Mei 2026 - 10:01

Stabilitas.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibayangkan tekanan aksi jual menyusul langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mendepak...

Restrukturisasi MRA Efektif, Waskita Karya (WSKT) Pangkas Utang Rp17 Triliun

Restrukturisasi MRA Efektif, Waskita Karya (WSKT) Pangkas Utang Rp17 Triliun

oleh Stella Gracia
18 Mei 2026 - 09:53

Stabilitas.id — Emiten kontraktor pelat merah, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) membukukan kemajuan signifikan dalam program penyehatan keuangan perseroan. Melalui...

Garuda – Citilink Indonesia Kuasai Pangsa Pasar Domestik

Rugi Bersih Susut 45% di Kuartal I/2026, Garuda Indonesia (GIAA) Rombak Jajaran Pengurus

oleh Sandy Romualdus
16 Mei 2026 - 16:02

Stabilitas.id — Emiten maskapai pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) resmi merombak susunan pengurus perseroan dalam Rapat Umum Pemegang...

Aman dan Syariah, Pemerintah Tawarkan Sukuk Tabungan ST016 dengan Kupon Hingga 6,25%

Aman dan Syariah, Pemerintah Tawarkan Sukuk Tabungan ST016 dengan Kupon Hingga 6,25%

oleh Stella Gracia
13 Mei 2026 - 17:19

Stabilitas.id – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan resmi membuka masa penawaran instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel ketiga pada tahun ini,...

Kejar Target Juni 2026, OJK Poles Regulasi Bursa Karbon Sektor Kehutanan

Rebalancing Indeks MSCI: OJK Sebut Fenomena Regional, Fokus Perkuat Fundamental Pasar Modal RI

oleh Stella Gracia
13 Mei 2026 - 17:16

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa perubahan komposisi dalam rebalancing indeks MSCI merupakan fenomena global yang dipicu oleh...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manajemen Kinerja Kualitatif vs Kuantitatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Berlaku! PMK 23/2026: Aturan Baru Penagihan hingga Pelunasan Piutang Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Lampung Masuk 10 Besar Investor Terbanyak, OJK Ingatkan Rumus 2L Atasi Investasi Bodong

Aset Konsolidasi Tembus Rp168,85 Triliun, KUB Bank Jatim Gerbang Aliansi Ekonomi Lintas Daerah

Kuartal I/2026: Aset BPD Tembus Rp1.036 Triliun di Tengah Evaluasi Ketat KUB oleh OJK

Kinerja Kuartal I/2026 Melesat: Laba Sebelum Pajak Krom Bank Meroket 99%

Gempuran Geopolitik Global, Bank Indonesia Kerek Suku Bunga BI-Rate ke 5,25%

Tekan Kebocoran Finansial, KPR Takeover Jadi Solusi Hemat Cicilan Hingga 40%

Pasca-Lebaran: Penjualan Mobil Melonjak 55%, Optimisme Ekonomi Kuartal II Menguat

Tekan Emisi Konstruksi, SIG Gandeng BRIN Kembangkan Beton Pintar hingga Beton Maritim

Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Menakar Realita Digitalisasi Koperasi: Belajar dari Al Ittifaq, Terbentur Kesenjangan Lapangan

Menakar Realita Digitalisasi Koperasi: Belajar dari Al Ittifaq, Terbentur Kesenjangan Lapangan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance