Stabilitas.id — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat laba bersih sebesar Rp41,2 triliun hingga kuartal III/2025. Kinerja positif ini ditopang oleh pertumbuhan kredit, dana pihak ketiga (DPK), dan aset yang solid, seiring dengan kondisi makroekonomi yang stabil.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, stabilitas ekonomi nasional dengan inflasi 2,65% dan ruang fiskal yang longgar mendorong industri perbankan tetap ekspansif. “Prospek pertumbuhan ke depan semakin kuat, ditopang oleh penurunan biaya dana, perbaikan likuiditas, dan peningkatan permintaan kredit di sektor produktif serta konsumtif,” ujarnya dalam paparan kinerja kuartal III/2025, Kamis (30/10).
Hingga September 2025, total aset BRI tumbuh 8,2% secara tahunan (yoy) menjadi Rp2.123,4 triliun, sementara DPK naik 8,2% yoy menjadi Rp1.474,8 triliun. Dari sisi penyaluran, kredit BRI meningkat 6,3% yoy menjadi Rp1.438,1 triliun.
BERITA TERKAIT
Rasio permodalan (CAR) berada di level kuat 25,4%, sedangkan Loan to Deposit Ratio (LDR) di posisi 86,5%. Adapun rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat 3,08% dengan NPL coverage mencapai 183,1%.
Sebagai bank dengan fokus pada ekonomi kerakyatan, BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp130,2 triliun kepada 2,8 juta debitur atau setara 74,4% dari alokasi Rp175 triliun. Perseroan juga menyalurkan pembiayaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp104,4 miliar untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Selain itu, BRI berperan dalam program 3 Juta Rumah, dengan penyaluran FLPP senilai Rp15,07 triliun kepada 110 ribu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Bank ini juga mengoptimalkan dana pemerintah dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp55 triliun untuk pembiayaan sektor produktif.
Transformasi Digital dan Holding UMi
Transformasi digital melalui program BRIVolution Reignite menjadi pilar utama penguatan bisnis BRI. Jumlah pengguna BRImo mencapai 44,4 juta user, naik 19,4% yoy, dengan volume transaksi meningkat 25,6% yoy menjadi Rp5.067 triliun. Transaksi digital kini menyumbang 99,4% dari total transaksi BRI.
Melalui Holding Ultra Mikro (UMi), yang terdiri atas BRI, Pegadaian, dan PNM, perusahaan telah menjangkau 34,5 juta debitur aktif dengan 185 juta rekening simpanan mikro. Jumlah AgenBRILink juga tumbuh 17,8% yoy menjadi lebih dari 1,2 juta agen, mencatat volume transaksi Rp1.293,5 triliun.
Kontribusi laba perusahaan anak BRI Group mencapai 19,9% dari total laba konsolidasi, sementara aset anak usaha menyumbang 11,45% dari total aset konsolidasian. Program pemberdayaan seperti Desa BRILian telah membina 4.909 desa, sedangkan KlasterkuHidupku mengembangkan 41.715 klaster usaha.
Hery Gunardi menegaskan, BRI akan terus memperkuat fundamental bisnis, menjaga kualitas aset, dan mendorong efisiensi pendanaan. “Kami optimistis mempertahankan kinerja positif dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” tutupnya.***
















