• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Figur

Catatan CEO Tunanetra Sukses

by Sandy Romualdus
7 Agustus 2016 - 00:00
26
VIEWS
0
SHARES
26
VIEWS

Sukses bukan monopoli seseorang atau segolongan orang atau orang yang terlahir normal. Hal itu terjadi Srikanth Bolla, seorang pengusaha dari India. Pada usianya masih relatif muda, tahun ini dia menginjak usia 23 tahun, Srikanth Bolla sudah berada di posisi puncak kariernya dengan menjadi seorang CEO sebuah perusahaan yang bernilai lebih dari 7,5 juta dollar AS. Akan tetapi yang lebih mengejutkan lagi, ia melakukan semua itu dengan seluruh keterbatasan fisiknya: tunanetra sejak lahir.
Bollant Industries, perusahaan yang dibangun pemuda kelahiran Andhra Pradesh, India ini sekarang bernilai miliaran rupiah. Srikanth membangun Bollant Industries bersama Swarnalatha, gurunya di sekolah, mentor sekaligus teman yang telah membantunya untuk berkembang.
Bolla memulai percetakan braille untuk anak-anak dengan cacat ganda di Hyderabad, India, yang menyediakan materi pendidikan yang bisa diakses oleh siswa cacat. Pada tahun 2012, Bolla memulai karirnya dengan mendirikan Bollant Industries , yang menyediakan lapangan kerja bagi beberapa ratus orang penyandang cacat, dengan pendanaan dari Ratan Tata.
Perusahaannya sudah maju pesat dan fokus Srikanth sekarang ini adalah membuka pabrik kelima yang beroperasi dengan panel surya dan kini dia sedang mencari sumber pendanaan untuk mewujudkan hal tersebut.
Meski demikian, Srikanth menganggap dirinya sebagai pria paling beruntung di dunia, bukan karena kesuksesannya, tapi karena memiliki orangtua yang selalu mendukung dirinya. Cerita itu berawal dari kisah sedih kehidupan Srikanth kecil. Ketika ia lahir dengan keterbatasan dalam melihat, sejumlah teman orangtua dan saudara sempat berniat menelantarkannya. Waktu itu, saran tersebut terdengar masuk akal karena kedua orangtua Srikanth sangat miskin dan hanya berpenghasilan 300 dolar AS atau Rp 4 juta setahun.
Namun, mereka memilih untuk memelihara, membesarkan dan mencintai Srikanth, meski terlahir tidak dalam kondisi yang sempurna. “Mereka adalah orang paling kaya yang pernah saya kenal,” ujar Srikanth mengenang kedua orangtuanya.
Jerih payah orangtua Bolla tidak sia-sia, ia kini menjabat sebagai CEO Bollant Industries. Perusahaan berlokasi di Hyderabad, yang mempekerjakan staf dengan keterbatasan fisik untuk membuat pengemasan yang bersifat ramah lingkungan dari daun dan kertas daur ulang. Perusahaan ini memproduksi produk-produk ramah lingkungan seperti piring dari daun pinang, cangkir, nampan, alat makan, dan sendok, cangkir, dan piring sekali pakai. Perusahaan ini juga memproduksi bahan perekat dan tinta untuk keperluan percetakan.

  • Baca juga: Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

Perusahaan itu kini memiliki empat pabrik di tiga negara bagian India — Andhra Pradesh, Telangana dan Kartnataka. Kerja keras Srikanth dan kesuksesannya dalam dunia usaha juga berhasil menarik perhatian konglomerat India seperti Ratan Tata untuk membiayainya.

  • Baca juga: Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

Masuk MIT

Namun, perjalanan hidup Srikanth tidak mudah. Sejumlah rintangan pun dihadapinya, seperti penolakan berteman dari anak-anak lain di sekolah desanya. Akhirnya, Srikanth kecil dipindahkan ke sekolah luar biasa di mana perkembangan terhadap akademik serta ketertarikan dalam permainan catur dan cricket kian terasah.
Meski mengalami masalah di bangku SMA, ia menemukan seorang guru berhati mulia yang mau mengalihkan semua pelajarannya ke dalam bentuk audio, memberikannya panduan agar mendapatkan nilai tertinggi saat ujian akhir.
Penolakan juga dialami Srikanth saat bercita-cita untuk melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah, ia ditolak oleh Indian Institute of Technology (IIT), institusi teknologi pertama di India. Meski dirinya memenuhi standar nilai yang diperlukan untuk masuk. Pihak universitas menolak memberikannya ‘tiket masuk’, hanya karena ia tak bisa melihat.
Srikanth pun tak putus asa, ia membuktikan diri dan berhasil masuk ke Massachusetts Institute of Technology (MIT) AS dengan beasiswa penuh dan memperoleh nilai-nilai akademis yang luar biasa. Ia pun lulus pada 2012.
Setelah lulus dengan gelar di bidang Ilmu Komputer dan Manajemen Bisnis, Srikanth memutuskan untuk kembali ke India dan mendedikasikan hidupnya untuk membantu masyarakat penyandang cacat seperti dirinya di negara itu.”Kasih sayang bukan berarti memberi koin kepada pengemis di lampu merah,” katanya.
“Tapi kasih sayang adalah memperlihatkan seseorang cara untuk hidup dan memberikan mereka peluang berkembang dan membuat mereka kaya. Libatkan orang-orang di dalam hidupmu dan buang kesepian mereka. Dan yang terakhir, lakukan sesuatu yang baik maka kebaikan akan kembali kepada Anda.”

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

 
 
 
 
 
Previous Post

Mengisi Kantong Perusahaan Negara

Next Post

‘Perjudian’ Tax Amnesty Dimulai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Modal Asing Masuk US$ 8,5 Miliar di Q2 2026, BI Pastikan Cadangan Devisa Tetap Tebal

Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

by Sandy Romualdus
10 Agustus 2026 - 20:17

Rupiah melonjak ke level Rp17.753 per dolar AS usai Surpres Gubernur BI diserahkan. Simak analisis lengkap rekam jejak Destry Damayanti...

Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

by Sandy Romualdus
3 Juni 2026 - 22:47

Stabilitas.id – Panggung Global Startup Awards (GSA) 2026 di Valletta, Malta, pada 7–8 Mei 2026 menjadi saksi runtuhnya dominasi barat...

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

by Stella Gracia
12 Mei 2026 - 14:14

Stabilitas.id – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) resmi mengumumkan nakhoda baru untuk memimpin perusahaan pembiayaan ultra mikro tersebut. Kindaris ditunjuk...

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

by Stella Gracia
21 April 2026 - 18:54

Stabilitas.id – Industri semen yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki kini memiliki wajah baru dalam kepemimpinannya. Reni Wulandari, seorang...

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

by Stella Gracia
21 Maret 2026 - 16:49

Stabilitas.id – Dunia usaha Indonesia berduka. Michael Bambang Hartono, salah satu pilar utama di balik imperium bisnis Djarum Group dan...

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

by Sandy Romualdus
12 Maret 2026 - 00:05

Stabilitas.id - Sejarah sering kali ditulis melalui langkah-langkah sunyi yang konsisten sebelum akhirnya meledak dalam sebuah panggung besar. Di lantai...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Dukung Pariwisata, CIMB Niaga Serahkan Bus Wisata TransJakarta

Dukung Pariwisata, CIMB Niaga Serahkan Bus Wisata TransJakarta

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance