JAKARTA, Stabilitas,id – CRAFTOTE Gallery & Coffee, brand asal Jakarta yang berkomitmen melestarikan kearifan lokal Indonesia melalui produk anyaman dan kerajinan tangan, berhasil memperluas pasar dan memperkuat ekosistem usaha melalui program UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023.
Thio Siujinata yang merupakan pendiri dan pemilik dari CRAFTOTE Gallery & Coffee mengungkapkan bahwa sebelumnya usaha tersebut telah masuk dalam Rumah Kreatif BUMN di Jakarta Barat. “Memang karena gabung di Rumah Kreatif BUMN sering ditawari akses permodalan. Tapi yang saya butuhkan adalah business matching, pembeli atau buyer. Ketika bertemu buyer, saya pasti butuh dana untuk perbesar modal. Akhirnya, BRI bawa kami ke pameran berbasis business matching seperti BRILIANPRENEUR. Saya dengar cerita dari teman-teman acara ini bagus banget, dan ternyata benar,” ujarnya.
Melalui BRILIANPRENEUR, CRAFTOTE mendapatkan calon buyer asal Kanada yang tertarik dengan produk-produknya. Hal ini akan semakin memperluas pasar CRAFTOTE yang sebelumnya telah mengekspor ke Kanada dan Jepang.
BERITA TERKAIT
CRAFTOTE menggunakan bahan-bahan alam seperti eceng gondok, pelepah pisang, bambu, hingga pandan, dan dihasilkan dengan teknik anyaman tradisional oleh pengrajin Indonesia di Bantul, Yogyakarta.
Setiap produk dihasilkan dengan teknik anyaman tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi oleh pengrajin Indonesia di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan mempertahankan metode tradisional ini, produk-produk CRAFTOTE tak hanya memiliki nilai estetik tinggi, tetapi juga ramah lingkungan.
Atas inovasi desain dan kreativitasnya, CRAFTOTE mendapat penghargaan Karya Kriya Terbaik Indonesia dari Dewan Kerajinan Nasional pada September 2023 lalu. Penghargaan ini diberikan untuk desain produk Boheme Bamboo, wadah cantik untuk lilin dengan kaca di dalamnya yang menjadikan kriya tersebut adaptif untuk berbagai dekorasi interior maupun eksterior.
Thio bersyukur, untuk bahan baku pihaknya tak pernah mengalami kesulitan pasokan. Bantul, Karawang, Cirebon, Manado dan beberapa Kabupaten di Jawa Tengah memiliki kualitas baik dan melimpah. Pun demikian dengan pengrajin, secara regular CRAFTOTE mempekerjakan 8-9 pengrajin.
Namun ketika kebanjiran permintaan, para pengrajin di Bantul yang sudah tergabung dalam sebuah asosiasi akan menghubungi pengrajin lainnya untuk mengerjakan permintaan CRAFTOTE. Dengan perluasan pasar setelah mengikuti ajang BRILIANPRENEUR, dia berharap permintaan terjaga tinggi. Sehingga ekosistem bisnis ini terjaga, yang sepenuhnya memberdayakan sumber daya lokal.
“Jadi maksud saya begini, pengrajin ini kasihan kalau misalnya tidak ada mata rantai di dalam suatu bisnis yang berkesinambungan. Dengan perluasan pasar setelah BRILIANPRENEUR, supaya mata rantai ekonominya itu tetap jalan dan tidak ala kadarnya. Saya berikan desain dan jaga kualitasnya,” ujarnya.
Di samping itu, Thio mengakui, karena mengikuti pembinaan dari BRI, produk CRAFTOTE Gallery & Coffee mengacu pada penerapan prinsip triple bottom line. Di mana bisnis berkelanjutan berdasarkan pada prinsip pro people, pro planet dan tentunya profitable. “Ini bukan untuk kepentingan diri kita sendiri. Produk yang kita buat ini berguna untuk masyarakat. Membuka peluang lapangan pekerjaan dan harus sustainable,” ujarnya.
Sementara itu, UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 7 Desember 2023 ini telah berhasil mencatatkan nilai business matching US$81,3 juta atau sekitar Rp1,26 triliun dengan asumsi kurs Rp15.500,-. Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa nilai kesepakatan tersebut naik bila dibandingkan dengan BRILIANPRENEUR 2020, di mana mencapai US$ 57,5 juta. Tahun ini juga jauh lebih besar dibandingkan capaian 2021 dan 2022, yang masing-masing US$ 72,1 juta dan US$ 76,7 juta.
Atas kesuksesan penyelenggaraan kegiatan tersebut, Sunarso pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kesuksesan acara. “Kami berharap UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR ini dapat memberikan dampak positif dan meluas pada kemajuan, serta pengembangan kapasitas serta kualitas UMKM Indonesia”, kata Sunarso.
Penulis: Syahrani

















