SUKABUMI, Stabilitas.id – Produksi sampah harian di Kota Sukabumi yang mencapai 184,41 ton kian membebani infrastruktur pengelolaan lingkungan. Dengan dominasi sampah organik dan anorganik dalam rasio 6:4, dan hanya satu tempat pembuangan akhir (TPA) aktif—TPA Cikundul—kondisi ini dikhawatirkan menimbulkan krisis lingkungan dalam lima tahun ke depan jika tidak ditangani secara sistemik.
Melihat kondisi tersebut, generasi muda di SMAN 2 Sukabumi mulai bergerak lewat program edukasi dan pemilahan sampah sejak dini. Kepala Sekolah SMAN 2 Sukabumi, Rachmat Mulyana, menyatakan bahwa sekolah tengah membangun budaya pengelolaan sampah berkelanjutan melalui partisipasi siswa.
“Kami mencoba membentuk kesadaran siswa tentang pentingnya memilah dan mengelola sampah. Namun, kami menyadari dibutuhkan sistem yang lebih terintegrasi agar dampaknya bisa lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Rachmat, Senin (1/7/2025).
BERITA TERKAIT
Upaya tersebut mendapat dukungan dari komunitas Sahabat Lingkungan (Saling.id), yang menggagas program Your Waste Solution. Dipimpin Ruswanto, inisiatif ini mengintegrasikan teknologi Reverse Vending Machine (RVM)—mesin otomatis yang menerima sampah plastik dan memberi imbalan digital bagi penggunanya.
“Pemilahan saja tidak cukup. RVM kami hadirkan sebagai solusi insentif, agar masyarakat, khususnya generasi muda, punya alasan konkret untuk mendaur ulang,” ujar Ruswanto.
RVM pertama akan ditempatkan di SMAN 2 Sukabumi sebagai proyek percontohan. Setiap kemasan plastik yang dimasukkan ke mesin akan memberi imbalan dalam bentuk uang digital. Sampah plastik yang terkumpul kemudian dicacah dan diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi seperti hiasan ruangan, membuka potensi kewirausahaan dan lapangan kerja lokal.
Langkah ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, di mana limbah tidak dianggap sebagai akhir siklus konsumsi, melainkan awal dari proses produksi baru.
Program Your Waste Solution merupakan bagian dari Climate Skills Program, kolaborasi global antara HSBC dan British Council yang menyasar peningkatan kapasitas generasi muda menghadapi tantangan iklim melalui pendekatan lokal. Di Jawa Barat, program ini juga dilaksanakan di Kabupaten Bandung Barat dan Cianjur, masing-masing dengan pendekatan inovatif berbasis potensi dan masalah lingkungan setempat.
Country Director British Council untuk Indonesia dan Asia Tenggara, Summer Xia, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi krisis iklim. “Isu iklim memerlukan tindakan konkret, bukan hanya jargon. Kami percaya generasi muda adalah kunci perubahan, dan inisiatif seperti Your Waste Solution membuktikan bahwa solusi lokal dapat berdampak global,” ujarnya. ***
















