• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Selasa, Oktober 20, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Empat Fenomena Ekonomi & Politik bersama Pakar di DBS Asian Insights Conference 2025

by Stella Gracia
23 Mei 2025 - 16:04
15
VIEWS
Empat Fenomena Ekonomi & Politik bersama Pakar di DBS Asian Insights Conference 2025
0
SHARES
15
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas.id – Dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks, memahami arah perubahan ekonomi dan politik menjadi kunci bagi pelaku usaha, pembuat kebijakan, dan masyarakat luas. DBS Asian Insights Conference 2025 yang mengusung tema ‘Growth in a Changing World’ menghadirkan para pakar terkemuka, seperti Chief Economist DBS Group Research Taimur Baig dan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi untuk mengupas tuntas empat fenomena besar yang tengah membentuk lanskap dunia saat ini.

Dunia tidak lagi AS-sentris

  • Baca juga: Bekal TKB90 Capai 99,25 Persen, JULO Gandeng Bank DBS Salurkan Kredit Channeling Rp640 Miliar

Data oleh World Trade Organization (WTO) menunjukkan bahwa perdagangan AS berkontribusi sekitar 11 persen terhadap perdagangan dunia. Tidak hanya itu, jika ditilik berdasarkan jumlah utang negara, utang AS mencapai 65 persen ketika dibandingkan dengan negara-negara lain (35 persen). Ini menunjukkan kehadiran dunia yang semakin multipolar dan tidak lagi hanya berorientasi pada AS, ditandai dengan sebagian besar populasi, Produk Domestik Bruto (PDB), dan perdagangan global berada di luar negara tersebut.

BERITA TERKAIT

Bekal TKB90 Capai 99,25 Persen, JULO Gandeng Bank DBS Salurkan Kredit Channeling Rp640 Miliar

Tahan Volatilitas Global, Bank DBS dan Mandiri Investasi Dorong Diversifikasi Aset di Pasar Asia

Pasar Volatil Bukan Halangan, Laba Bisnis Wealth Management DBS Indonesia Melesat 24%

Bank DBS Perkuat Mitigasi ATO Lewat Kampanye “Behind The Scam”

Misalnya, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang kini menempati peringkat pertama berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) menurut International Monetary Fund (IMF), hingga menguatnya aliansi negara-negara yang tergabung dalam BRICS. Untuk itu, respons yang tepat, seperti diversifikasi yang strategis menjadi kunci guna memaksimalkan potensi pertumbuhan sehingga Indonesia dapat tetap bertumbuh dengan atau tanpa AS.

Meski melemah, Indonesia punya kekuatan kompetitif di pasar global

Pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat di kuartal pertama 2025, yakni sebesar 4,87 persen secara tahunan (yoy) ketika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 sebesar 5,11 persen. Kendati demikian, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indonesia masih menempati posisi kedelapan dalam daftar 10 negara dengan pertumbuhan tertinggi di dunia.

Ke depannya, salah satu faktor ketidakstabilan yang masih perlu dihadapi adalah kebijakan tarif dari Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump 2.0. Menyikapi fenomena tersebut, Chief Economist DBS Group Research Taimur Baig mengatakan, “Indonesia masih berada dalam posisi yang relatif tangguh berkat eksposur perdagangan yang terbatas ke Amerika Serikat dibanding negara lain. Untuk menghadapi dinamika tarif ini, penting untuk membangun rekonsiliasi dan menyelaraskan respons dengan negara-negara tetangga.”

  • Baca juga: Tahan Volatilitas Global, Bank DBS dan Mandiri Investasi Dorong Diversifikasi Aset di Pasar Asia

Lebih dari itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyampaikan bahwa faktor lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. “Yang pertama adalah soal Makan Bergizi Gratis (MBG) yang implementasinya masih sangat sentralistik. Yang kedua adalah Danantara. Pemerintah perlu memberi keyakinan bahwa program ini berada pada lajur yang tepat, terutama di tengah isu perlambatan ekonomi dunia,” tambahnya.

Keresahan kelas menengah perlu mendapat perhatian pemerintah

“Dalam empat sampai lima tahun terakhir, jumlah individu dari kelas menengah terus menurun secara signifikan. Ini cukup merisaukan karena 71 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia datang dari kelas menengah. Apabila angka ini terus menurun, akan berimplikasi terhadap kondisi ekonomi dan menentukan arah politik Indonesia,” kata Burhanuddin Muhtadi.

Beberapa riset menunjukkan adanya pola ketidakpuasan terhadap pemerintah, terutama dari kalangan dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Hal ini tercermin dari munculnya fenomena #IndonesiaGelap hingga #KaburAjaDulu. Untuk itu, diperlukan kebijakan strategis, tidak hanya untuk kelas menengah ke bawah, namun juga untuk kelas menengah.

Dari segi ekonomi, pemerintah perlu menyiasati pergerakan mata uang asing, memperkuat kolaborasi dengan negara-negara ASEAN lain, hingga mengeksplor pasar baru. Beberapa taktik ini diyakini Taimur Baig dapat menopang perekonomian Indonesia, termasuk bagi kelas menengah.

Pentingnya stabilitas dan pendekatan pragmatis untuk hadapi situasi

  • Baca juga: Pasar Volatil Bukan Halangan, Laba Bisnis Wealth Management DBS Indonesia Melesat 24%

Di tengah tensi global yang kian dinamis, pemerintah perlu menghadirkan berbagai terobosan untuk meningkatkan gairah perekonomian lokal. Ini dapat dicapai salah satunya dengan relaksasi efisiensi anggaran guna memotivasi pelaku usaha. Selain pemerintah pusat, pemanfaatan anggaran ini juga perlu dilakukan oleh pemerintah daerah.

Secara politik, bergabungnya Indonesia ke dalam aliansi BRICS menjadi langkah awal yang baik. Meski demikian, hal ini perlu disikapi secara cermat agar Indonesia tidak dianggap berpihak dengan poros politik manapun. ***

Tags: Bank DBS IndonesiaDBS Asian Insights Conference 2025Fenomena Ekonomi & Politik
 
 
 
 
 
Previous Post

Wajah Baru di Pucuk Pimpinan Bank Jatim

Next Post

BRI Perkuat Ekosistem Maritim melalui Skema Pembiayaan dengan PELNI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:51

Bank Indonesia mencatat ULN Indonesia Agustus 2026 tetap sehat sebesar US$459,3 miliar (tumbuh 5,6% yoy) dengan rasio PDB 30,9% didominasi...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:00

Indonesia peringkat 1 dunia sektor modest fashion SGIE 2025/2026. Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman buka IN2MOTIONFEST x JMFW...

Porsi Kredit UMKM BRI Capai 83,86%, Bukti Komitmen BRI pada Pemberdayaan Usaha Mikro

Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 08:18

Riset Paramadina memproyeksikan kewajiban sertifikasi halal serentak berisiko membebani 8 juta UMKM pangan dan menekan daya beli rumah tangga. Stabilitas.id...

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

by Stella Gracia
13 Oktober 2026 - 13:23

Kementerian Pariwisata meluncurkan rute wisata Camino de Flores. Program ini bertujuan meratakan distribusi wisatawan dan memulihkan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara...

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

by Stella Gracia
12 Oktober 2026 - 12:21

Survei Konsumen BI September 2026 mencatat IKK tetap optimis di level 118,1 di tengah kenaikan rasio belanja konsumsi masyarakat menjadi...

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 14:13

APBN membukukan defisit Rp319 triliun atau 1,24 persen PDB per September 2026, Menkeu Suahasil Nazara pastikan disiplin fiskal terjaga. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Bantu Pemulihan Gempa NTT, AAJI Kucurkan Donasi Rp315 Juta dan 60 Polis Asuransi Mikro

Danantara Inisiasi DTIIF 2026, Tarik Modal Global dan Pacu Transformasi 6 Sektor Industri

Sasar Pekerja Muda, Bank BSN Rilis KPR DP 1 Persen dengan Tenor 40 Tahun

Masuk 3 Besar BUMN Layanan Terbaik, BRI Pacu Transformasi BRIVolution Reignite

Pimpin Transformasi Ekosistem UMKM, Hery Gunardi Dinobatkan Best CEO BIFA 2026

Dorong Generasi Muda Cermat Berfinansial, BRI Hadirkan Gerai CERDAS PeKA di FEB Unair

Dukung Pertumbuhan Korporasi, CIMB Niaga Rilis OCTOBIZ di Business Summit 2026

Jaga Rasionalitas Pasar, OJK dan BEI Serap Masukan Pelaku Pasar Modal

Employee Volunteering Day 2026: Ratusan Karyawan CIMB Niaga Turun Tangan Benahi Ruang Publik

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
BRI Perkuat Ekosistem Maritim melalui Skema Pembiayaan dengan PELNI

BRI Perkuat Ekosistem Maritim melalui Skema Pembiayaan dengan PELNI

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance