Outstanding Pinjol Juli 2026 capai Rp105,63 triliun dengan TWP90 4,32%. Pembiayaan paylater multifinance dan gadai melonjak lebih dari 50 persen.
Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti pertumbuhan eksponensial di sektor pembiayaan digital dan pergadaian. Outstanding industri Pinjaman Daring (Pinjol) melonjak tajam 24,76% (yoy) menjadi Rp105,63 triliun pada Juli 2026, dengan tingkat kredit macet (TWP90) yang mulai menanjak ke level 4,32%.
Demikian dipaparkan Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman dalam konferensi pers hasil RDK OJK Bulan Agustus 2026 di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Tren utang konsumtif juga tecermin dari meledaknya pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh Perusahaan Pembiayaan (multifinance), yang meroket 54,65% (yoy) menembus Rp13,62 triliun. Secara keseluruhan, piutang multifinance tumbuh moderat 2,01% (yoy) menjadi Rp513,05 triliun, dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross terkendali di batas aman 3,03%.
BERITA TERKAIT
Di tengah serbuan kredit digital, masyarakat kelas menengah bawah tampak beralih ke gadai. Penyaluran pembiayaan industri pergadaian meledak 50,73% (yoy) menyentuh Rp160,78 triliun, di mana 84,83% didominasi oleh produk gadai konvensional.
OJK memberikan peringatan keras kepada pelaku industri terkait kewajiban modal inti. Saat ini terdapat 9 dari 144 multifinance dan 7 dari 94 penyelenggara pinjol yang gagal memenuhi batas minimum ekuitas (Rp100 miliar untuk multifinance dan Rp12,5 miliar untuk pinjol). Sepanjang Agustus, OJK menjatuhkan 53 sanksi denda dan 149 peringatan tertulis kepada puluhan multifinance dan pinjol nakal. ***

















