Stabilitas.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan tiga faktor kunci yang menjadi penopang utama ketahanan ekonomi nasional di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan ketidakpastian pasar global.
Ketiga faktor tersebut adalah kredibilitas kebijakan, kemampuan adaptasi terhadap dinamika global, serta penguatan kemitraan internasional. Pesan ini menjadi poin utama yang disampaikan Perry dalam rangkaian IMF-World Bank Spring Meetings 2026 di Washington D.C., Amerika Serikat.
“Faktor pertama adalah konsistensi dan sinergi antara kebijakan moneter, fiskal, serta stabilitas sistem keuangan yang dijalankan secara kredibel,” tulis Departemen Komunikasi BI dalam keterangan resminya, Kamis (16/4/2026).
BERITA TERKAIT
Antisipasi Risiko Rantai Pasok
Dalam pertemuan dengan First Deputy Managing Director (FDMD) IMF, Dan Katz, BI menyoroti bahwa risiko global saat ini tidak hanya bersumber dari fluktuasi harga minyak, namun juga potensi dampak rambatan (spillover) melalui rantai pasok global.
Oleh karena itu, Perry menegaskan pentingnya kalibrasi kebijakan yang bersifat antisipatif. Strategi otoritas moneter kini tidak hanya berfokus pada indikator makro yang sudah terlihat, tetapi juga pada kemampuan memitigasi risiko yang belum sepenuhnya teridentifikasi.
Pikat Investor US-ASEAN
Gubernur BI bersama Menteri Keuangan RI juga menggelar pertemuan strategis dengan para pelaku bisnis yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council dan US Chamber of Commerce. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kepercayaan investor Amerika Serikat yang memiliki basis operasi di Asia Tenggara.
Indonesia menegaskan posisi sebagai ekonomi yang berdaya tahan meskipun dihantam berbagai krisis. “Interaksi langsung antara pemangku kebijakan dan sektor swasta sangat penting untuk memastikan persepsi pasar tetap positif di tengah meningkatnya ketidakpastian,” tambah Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono.
Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi kebijakan internasional dan komunikasi dengan investor global guna menjaga stabilitas eksternal serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. ***
















