• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Manajemen Risiko

Hentakan Di Awal Tahun

by Sandy Romualdus
7 Februari 2014 - 00:00
14
VIEWS
Hentakan Di Awal Tahun
0
SHARES
14
VIEWS

Memasuki hari pertama Januari ini, kita dikejutkan oleh angka inflasi yang melonjak sepanjang tahun lalu. Sejatinya angka inflasi yang mencapai 8,38 persen tidaklah terlalu mengagetkan jika melihat setahun ke belakang.

Bencana banjir di sejumlah wilayah di Indonesia, guncangan pasar modal yang mendongkrak kurs rupiah, kenaikan harga bensin bersubsidi, hingga kelangkaan daging sapi tak pelak membuat harga-harga melonjak. Badan Pusat Statistik mencatat ada 20 komoditas penyumbang inflasi sepanjang 2013.

  • Baca juga: Operasi Senyap di Gedung BNPB: KPK Amankan Sejumlah Pihak dan Gelar Perkara Kilat

Tingginya inflasi, tertinggi sejak 2008, tak bisa dilepaskan dari pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada Juni. Pada 2008, pemerintah juga menaikkan harga BBM yang membuat inflasi tahun itu mencapai 11,06 persen.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Kepala BPS Suryamin mengatakan meski angka inflasi lebih besar dari target yang ada di APBN 2013 namun capaian itu masih lebih rendah dari perkiraan pemerintah setelah menaikkan harga bensin. “Kalau dari target pemerintah, ini lebih kecil. Pemerintah seingat saya memperkirakan (inflasi 2013) sekitar 9 persen atau di bawah 9 persen,” ujar Suryamin.

Setelah memutuskan mengurangi subsidi pada harga BBM tahun lalu, pemerintah memperkirakan inflasi bisa berada pada 9,2. Bank Indonesia bahkan punya prediksi lebih buruk, yakni 9-9,8 persen. Secara formal, pemerintah mengajukan inflasi 2013 sebesar 7,2 persen dalam asumsi makro APBN P 2013.

Deputi Kepala BPS bidang Statistik Distribusi dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, tingginya inflasi kenaikan harga BBM dibandingkan prediksi awal ialah karena berdekatannya waktu kenaikan dengan perayaan Idul Fitri. “Juni menjelang Lebaran, pas mau Lebaran produsen sudah antisipasi bahwa kalau naik berapa pun konsumen akan beli. Jadi ada moral hazard-lah di sana. Mumpung ada kenaikan BBM juga, pedagang naikkan juga harganya,” kataSasmito.

Sementara itu inflasi inti tahunan berada di bawah inflasi umum, yakni hanya 4,98 persen. Sedangkan, inflasi harga bergejolak mencapai 11,83 persen utamanya karena harga pangan.

Perubahan harga paling besar terjadi pada harga diatur pemerintah yaitu sebesar 16,65 persen. Secara spesifik, inflasi harga energi dicatat sebesar 21,42 persen sepanjang 2013.

Menanggapi data inflasi, Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan ada overshoot inflasi akibat pengendalian harga pangan yang kurang baik. “Yang agak overshoot waktu itu adalah harga makanan: daging sapi, bawang, cabai, dan diantisipasi pemerintah dengan menghilangkan kuotanya. Setelah itu, inflasi pangan turun. Jadi baik pemerintah dan BI setelah itu overshoot di atas 9 persen,” jelas Chatib.

  • Baca juga: Bedah RUU Perampasan Aset: Urgensi, Titik Kritis, dan Syarat Mutlak Enam Pagar Pelindung

Dia juga menambahkan, inflasi di 2014 akan kembali normal dan diperkirakan akan berada pada level 5,5 persen. Sejauh ini, pemerintah tidak berniat menggerakkan secara signifikan harga diatur pemerintah (administered price).

Tahun lalu, berdasarkan catatan BPS, komoditas yang paling dominan mendongkrak inflasi adalah pergerakan harga bensin, yang naik 1,17 persen rata-rata. Terpengaruh harga bensin, tarif angkutan kota menjadi penyumbang kedua sebesar 0,75 persen. Hal tersebut menggambarkan bahwa pendorong inflasi di 2013 sedikit berbeda karena adanya perubahan harga BBM bersubsidi. Di 2012, pendorong utama inflasi ialah kenaikan harga beras, ikan segar, emas perhiasan, dan rokok kretek filter.

Sanksi buat Pemerintah

Jauhnya pencapaian Inflasi 2013 dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2013 yang dipatok 7,2 persen memunculkan rencana untuk memberikan sanksi pada pemerintah. Karena sebelumnya Bank Indonesia telah mendapatkan sanksi dari DPR karena tak mencapai target. “(Saat ini) Tidak ada sanksi bagi pemerintah. Beda dengan BI yang gaji Dewan Gubernurnya tidak boleh naik kalau target inflasi tak sesuai,” kata Wakil Ketua Komisi XI DPR, Harry Azhar Azis.

Namun ke depan, dia mengatakan, pemerintah yang mematok target inflasi dalam APBN-P namun tidak sesuai maka akan dikenakan sanksi. “Ke depan harus ada sanksi kepada pejabat pemerintah agar mereka betul-betul bekerja. Mudah-mudahan pemerintahan hasil pemilu 2014 nanti lebih fokus soal ini,” tutur Harry.

Sementara itu, tahun ini tampaknya ancaman inflasi belum akan mereda. Baru saja tahun berganti harga elpiji nonsubsidi tabung 12 kg menjadi Rp117 ribuan. Akan tetapi di lapangan harganya melambung hingga Rp 145.000 di Jakarta bahkan sampai Rp 310.000 di Jayapura.

Kondisi itu tentu akan memengaruhi tingkat indeks harga konsumen Januari 2014. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Sasmito Hadi Wibowo mengatakan kenaikan elpiji tentu akan berdampak kepada inflasi. “Saya kira cukup besar dampaknya, juga peranannya terhadap inflasi, karena itu kebutuhan kita,” ujar Sasmito.

PT Pertamina (Persero) per 1 Januari 2014 resmi menaikkan harga elpiji 12 kg sebesar 68 persen. Rata-rata kenaikan di tingkat konsumen sebesar Rp 3.959 per kg atau dengan kata lain kenaikan harga per tabung 12 kg adalah Rp 47.508. Dengan demikian, harga elpiji 12 kg akan mencapai Rp 117.708 per tabung. Salah satu dalih kenaikan ini adalah untuk menekan kerugian bisnis elpiji 12 kg yang mencapai rata-rata Rp 6 triliun per tahun.

  • Baca juga: Perkuat Budaya '4 No's': KRQA-SQC Audit Sistem Anti Penyuapan di Bandara Adi Soemarmo

Dalam catatan BPS, gas, termasuk di dalamnya adalah elpiji 12 kg, merupakan kelompok pengeluaran yang memiliki andil terhadap inflasi. Dalam inflasi Desember 2013 0,55 persen, kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar menyumbang 0,20 persen dari 0,55 persen inflasi bulanan. Sedangkan laju inflasi kelompok ini terhadap inflasi 2013 8,38 persen adalah 6,22 persen.

Saat ditanya berapa tingkat inflasi Januari 2014, Sasmito mengatakan, “Desember, Januari, kan periode inflasi tinggi. Mudah-mudahan tidak beda jauh dengan Desember. Januari kan biasanya mendekati 1 persen.” Sebagai gambaran, inflasi Januari 2013 tercatat 1,03 persen, Januari 2012 0,76 persen dan Januari 2011 0,89 persen.

 
 
 
 
 
Previous Post

Belanja Modal Bermodal Alasan Yang Sama

Next Post

Menguji Bisnis PGN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Operasi Senyap di Gedung BNPB: KPK Amankan Sejumlah Pihak dan Gelar Perkara Kilat

Operasi Senyap di Gedung BNPB: KPK Amankan Sejumlah Pihak dan Gelar Perkara Kilat

by Stella Gracia
14 Oktober 2026 - 09:08

KPK menggelar OTT terhadap pejabat BNPB dengan pendampingan Puspom TNI di Jakarta, status hukum pihak terperiksa diumumkan dalam 1x24 jam....

Bedah RUU Perampasan Aset: Urgensi, Titik Kritis, dan Syarat Mutlak Enam Pagar Pelindung

Bedah RUU Perampasan Aset: Urgensi, Titik Kritis, dan Syarat Mutlak Enam Pagar Pelindung

by Sandy Romualdus
12 Oktober 2026 - 11:39

Pakar hukum merumuskan enam pagar pelindung RUU Perampasan Aset guna mencegah penyalahgunaan kekuasaan aparat dalam skema sita tanpa pidana (NCBAF)....

Perkuat Budaya ‘4 No’s’: KRQA-SQC Audit Sistem Anti Penyuapan di Bandara Adi Soemarmo

Perkuat Budaya ‘4 No’s’: KRQA-SQC Audit Sistem Anti Penyuapan di Bandara Adi Soemarmo

by Sandy Romualdus
4 Oktober 2026 - 14:49

KRQA-SQC menggelar audit surveilans ISO 37001:2025 di Bandara Adi Soemarmo Solo guna memastikan penerapan prinsip anti penyuapan 4 No's. Stabilitas.id...

Tempatkan 700 Awak Kapal Pesiar: PT Ships Crew Indo Jalani Audit ISO dan Sertifikasi MLC 2006

Tempatkan 700 Awak Kapal Pesiar: PT Ships Crew Indo Jalani Audit ISO dan Sertifikasi MLC 2006

by Sandy Romualdus
30 September 2026 - 14:42

PT Ships Crew Indo Inc. menjalani audit ISO 9001:2015 dan MLC 2006 usai menyalurkan lebih dari 700 pelaut Indonesia ke...

Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

by Sandy Romualdus
25 September 2026 - 15:29

Deputi Komisioner OJK Deden Firman Hendarsyah menegaskan prinsip human-in-the-loop dan tata kelola AI perbankan berbasis risiko pada Seminar LPPI #109....

Preseden Buruk Iklim Investasi: Aset Rp200 Miliar Diobral Rp16 Miliar Lewat Celah Hukum Kepailitan

Preseden Buruk Iklim Investasi: Aset Rp200 Miliar Diobral Rp16 Miliar Lewat Celah Hukum Kepailitan

by Sandy Romualdus
24 September 2026 - 20:59

Tim hukum PT Kedap Sayaaq membongkar dugaan mafia legal formal di PN Niaga Surabaya. Tiga oknum hakim dilaporkan terkait obral...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

BTN Cetak Laba 2013 Rp1,56 triliun

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance