• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, September 14, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Indonesia Pacu Langkah Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia pada 2029

oleh Stella Gracia
14 Agustus 2025 - 17:47
20
Dilihat
Indonesia Pacu Langkah Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia pada 2029
0
Bagikan
20
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – Pemerintah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Bank Indonesia (BI), dan sejumlah kementerian/lembaga mempertegas komitmen menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah (eksyar) dunia pada 2029. Target ambisius ini didorong oleh kolaborasi lintas sektor yang fokus pada penguatan rantai nilai halal, pembiayaan syariah yang inklusif, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah yang berakar pada nilai-nilai luhur Islam.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Sarasehan Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah: Refleksi Kemerdekaan RI 2025 bertema “Menjadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia” yang digelar di Jakarta, Rabu (13/8). Kegiatan ini dihadiri tokoh-tokoh kunci, antara lain Wakil Presiden RI ke-13 sekaligus tokoh eksyar nasional, K.H. Ma’ruf Amin, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, dan Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas.

  • Baca juga: Benteng Devisa Menuju US$ 147,5 Miliar: Gubernur BI "Menagih" Kemenkeu di Senayan

Enam Inisiatif Strategis Nasional BI

BERITA TERKAIT

Benteng Devisa Menuju US$ 147,5 Miliar: Gubernur BI “Menagih” Kemenkeu di Senayan

Lelang SUN Rp32 Triliun, Panggung Pertaruhan Yield di Kuartal Ketiga

Kinerja Penjualan Eceran Menguat, BI Prediksi Tekanan Inflasi Melandai di Akhir Tahun

BRICS Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal, RI Dorong Konektivitas Pembayaran Lintas Negara

Dalam sesi Leaders Insight, Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan enam inisiatif strategis yang menjadi tonggak percepatan transformasi eksyar.

Pertama, Gerbang Santri (Gerakan Pengembangan Pesantren dan Rantai Nilai Halal) – Menguatkan kemandirian ekonomi pesantren agar menjadi bagian aktif dari ekosistem halal nasional.

Kedua, JAWARA Ekspor (Jaringan Wirausaha Syariah Mendorong Ekspor) – Mengembangkan integrasi sistem informasi, akses pasar, dan kerja sama internasional untuk mendorong ekspor produk halal.

Ketiga, GEMA Halal (Gerakan Berjamaah Akselerasi Halal) – Mengakselerasi sertifikasi halal dan memperluas rantai nilai industri halal.

Keempat, SAPA Syariah (Sinergi Perdagangan dan Pembiayaan Syariah) – Menghubungkan perdagangan syariah dengan akses pembiayaan yang kompetitif.

Kelima, KANAL ZISWAF (Kolaborasi Nasional Pengembangan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) – Mengoptimalkan pemanfaatan dana sosial syariah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Terakhir, LENTERA EMAS (Literasi dan Inklusi Ekonomi Syariah Menuju Indonesia Emas) – Meningkatkan pemahaman masyarakat melalui program literasi eksyar yang masif dan berkelanjutan.

Perry menegaskan, “Keenam inisiatif ini adalah motor penggerak untuk memastikan ekosistem ekonomi syariah tumbuh secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir.”

  • Baca juga: Lelang SUN Rp32 Triliun, Panggung Pertaruhan Yield di Kuartal Ketiga

Penguatan Instrumen Keuangan Syariah

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyoroti bahwa sektor keuangan syariah telah mencatat pangsa aset sebesar 51,42% dari total aset keuangan nasional. Meski capaian ini signifikan, masih diperlukan penguatan, terutama pada instrumen yang inklusif dan berkelanjutan seperti sukuk hijau dan cash waqf-linked sukuk (CWLS).

“Kita harus memanfaatkan potensi keuangan syariah untuk membiayai pembangunan berkelanjutan, sekaligus memperluas akses bagi masyarakat,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas menegaskan bahwa ekonomi syariah adalah perwujudan nilai keadilan, kemaslahatan, dan keberkahan. MUI, kata dia, berkomitmen meningkatkan daya saing UMKM halal, mendorong ekspor produk halal berdaya saing global, mempercepat sertifikasi halal, dan mengoptimalkan ZISWAF untuk kesejahteraan umat.

Sementara itu, K.H. Ma’ruf Amin memaparkan tiga langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia. Antara lain, pembentukan UU Eksyar sebagai payung hukum pengembangan ekonomi syariah. Peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas. Serta penguatan kelembagaan, termasuk transformasi KNEKS menjadi Badan Eksyar.

Target PDB Syariah 2029

Indonesia telah meraih pengakuan internasional di sektor modest fashion, makanan halal, dan pariwisata ramah muslim. Laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024/2025 menempatkan Indonesia di peringkat ketiga ekosistem eksyar global.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) syariah ditargetkan mencapai 56,11% pada 2029. Target ini selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional, termasuk RPJMN 2025–2029, RPJPN 2025–2045, dan visi besar AstaCita Indonesia Maju.

Sarasehan Nasional Eksyar diinisiasi oleh MUI bersama BI, Kementerian/Lembaga di bawah KNEKS, dan mitra strategis eksyar. Forum ini menjadi ajang sinergi pandangan, inisiatif, dan strategi antar pemangku kepentingan, dengan tujuan memastikan gerakan nasional eksyar menjadi bagian integral dari strategi transformasi ekonomi berkelanjutan.

  • Baca juga: Kinerja Penjualan Eceran Menguat, BI Prediksi Tekanan Inflasi Melandai di Akhir Tahun

“Forum ini adalah momentum untuk memperkuat barisan. Kita ingin ekonomi syariah tidak hanya tumbuh, tetapi juga menjadi tulang punggung ekonomi nasional,” tegas Perry.

Dengan langkah yang terukur, dukungan lintas sektor, dan fondasi regulasi yang kuat, Indonesia optimistis dapat merealisasikan cita-cita besar menjadi pusat ekonomi syariah dunia pada 2029 — bukan sekadar sebagai simbol, tetapi sebagai pusat inovasi, perdagangan, dan pembiayaan syariah global. ***

Tags: #Sri MulyaniBank Indonesiaekonomi syariah indonesiaIndustri Halalkeuangan syariahKH Ma’ruf AminMUIPerry Warjiyopusat ekonomi syariah duniaSertifikasi HalalUMKM halalZISWAF
 
 
 
 
 
Sebelumnya

SIG Perkuat Tol Semarang–Demak, Infrastruktur Ganda Jalan Tol & Tanggul Laut

Selanjutnya

Bisnis Bullion Bank Pegadaian Melesat, Spin Off Jadi Opsi Jangka Panjang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Estafet Mendadak di Lapangan Banteng: Suahasil Nazara Naik Kelas Pegang Kendali Fiskal

Estafet Mendadak di Lapangan Banteng: Suahasil Nazara Naik Kelas Pegang Kendali Fiskal

oleh Sandy Romualdus
14 September 2026 - 15:52

Presiden Prabowo Subianto merombak susunan kabinet dengan melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa per 14 September...

Uang Beredar Tumbuh 4,9% di Mei 2025, Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Banjir Modal Asing dan Benteng Fiskal di Tengah Gejolak Global

oleh Sandy Romualdus
14 September 2026 - 14:55

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim tingginya kepercayaan global terhadap ekonomi Indonesia, didorong oleh masuknya modal asing Rp141,6 triliun, defisit...

Menkeu Purbaya: Analisis JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi RI Terkuat Kedua di Dunia

Ironi Dana Daerah Rp195,2 Triliun: Tertidur di Bank Saat Ekonomi Butuh Stimulus

oleh Sandy Romualdus
14 September 2026 - 14:51

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegur pemerintah daerah yang mengendapkan dana Rp195,2 triliun di perbankan. Pemerintah mendesak optimalisasi anggaran untuk...

Benteng Devisa Menuju US$ 147,5 Miliar: Gubernur BI “Menagih” Kemenkeu di Senayan

Benteng Devisa Menuju US$ 147,5 Miliar: Gubernur BI “Menagih” Kemenkeu di Senayan

oleh Sandy Romualdus
14 September 2026 - 14:43

Gubernur BI Destry Damayanti memproyeksikan cadangan devisa RI melonjak tembus US$ 147,5 miliar berkat suntikan dana Kementerian Keuangan, memperkuat stabilitas...

Target Penerbitan Rp20 Triliun, Kemenkeu Resmi Tawarkan SBN Ritel Seri ORI030

Lelang SUN Rp32 Triliun, Panggung Pertaruhan Yield di Kuartal Ketiga

oleh Sandy Romualdus
14 September 2026 - 14:24

Pemerintah memburu dana Rp32 triliun melalui lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) untuk membiayai APBN 2026. Lelang terbuka dengan...

Enam Gebrakan Purbaya dalam Sebulan Pimpin Kemenkeu

Satu Tahun Kemudi Fiskal Purbaya: Taruhan Ratusan Triliun Mendobrak Stagnasi

oleh Sandy Romualdus
14 September 2026 - 14:14

Genap satu tahun menjabat, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengubah paradigma APBN menjadi instrumen ekspansif pendorong ekonomi. Simak strategi penempatan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Estafet Mendadak di Lapangan Banteng: Suahasil Nazara Naik Kelas Pegang Kendali Fiskal

Berburu 380 Debitur Mikro, Menolak Godaan Kerja Sama Gelap Lintah Darat

Banjir Modal Asing dan Benteng Fiskal di Tengah Gejolak Global

Ironi Dana Daerah Rp195,2 Triliun: Tertidur di Bank Saat Ekonomi Butuh Stimulus

Ambisi Trump di Ladang Emas Hitam: Bayang-Bayang Skenario Venezuela di Tanah Persia

Nakhoda Baru di Tubuh SMF: Manuver Purbaya Susun Ulang Barisan Direksi

Benteng Devisa Menuju US$ 147,5 Miliar: Gubernur BI “Menagih” Kemenkeu di Senayan

Lelang SUN Rp32 Triliun, Panggung Pertaruhan Yield di Kuartal Ketiga

Satu Tahun Kemudi Fiskal Purbaya: Taruhan Ratusan Triliun Mendobrak Stagnasi

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Bisnis Bullion Bank Pegadaian Melesat, Spin Off Jadi Opsi Jangka Panjang

Bisnis Bullion Bank Pegadaian Melesat, Spin Off Jadi Opsi Jangka Panjang

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance