• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Asuransi

Inklusi Keuangan Menyentuh Ujung Negeri: Dari Ruang FinExpo hingga Pantai Yenburwo

by Sandy Romualdus
28 Oktober 2025 - 14:56
33
VIEWS
Inklusi Keuangan Menyentuh Ujung Negeri: Dari Ruang FinExpo hingga Pantai Yenburwo
0
SHARES
33
VIEWS

Bulan Inklusi Keuangan (BIK) adalah inisiatif tahunan OJK untuk memperluas literasi dan akses layanan keuangan formal. Pada 2025, BIK mencatat 10,8 juta peserta edukasi dan kolaborasi dengan lebih dari 1.000 pelaku industri jasa keuangan. Program agency Laku Pandai seperti AgenBRILink menjadi contoh nyata kolaborasi antara regulator dan industri dalam mendorong kesejahteraan rakyat di era digital.

Stabilitas.id — Di tengah riuh pameran Financial Expo di Tunjungan Plaza, suara optimistis menggema. “Sektor jasa keuangan memiliki potensi melipatgandakan perekonomian bahkan beberapa kali lipat dari PDRB daerah apabila literasi dan inklusi masyarakat terus meningkat,” ujar Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

  • Baca juga: Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Ucapan itu bukan sekadar seremonial. Di ruang yang sama, pada Jumat (24/10), Mahendra menandai puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 — gerakan nasional yang selama sebulan penuh menghubungkan kebijakan, edukasi, dan teknologi, dengan satu tujuan: memastikan akses keuangan menjadi milik semua.

Di bawah tema “Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” OJK menggandeng bank, lembaga keuangan, fintech, pergadaian, hingga pemerintah daerah. Selama Oktober, lebih dari 10,8 juta warga mengikuti kegiatan literasi keuangan di seluruh Indonesia — lonjakan hampir 68 persen dari tahun sebelumnya.

BERITA TERKAIT

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Kenalkan Tokenisasi Aset Riil di Unair: OJK Minta Mahasiswa Cermati Prinsip 2L dan Hindari FOMO

Kegiatan yang tersebar dari kota besar hingga pelosok 3T itu menghasilkan:

  • 182 kegiatan edukasi dan literasi,
  • 3,55 juta rekening perbankan baru,
  • 1,47 juta akun pembiayaan,
  • 720 ribu akun fintech,
  • 951 ribu polis asuransi,
  • 643 ribu rekening pasar modal, dan
  • 5,01 juta rekening pergadaian.

Capaian tersebut menegaskan pesan Mahendra: inklusi bukan sekadar membuka rekening, melainkan membangun kemandirian finansial. “Masyarakat perlu diarahkan dari menabung menuju pembiayaan dan investasi,” ujarnya. “Itulah yang akan melipatgandakan ekonomi daerah.”

No One Left Behind

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan langkah strategis dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan menegaskan pentingnya prinsip No One Left Behind dalam kemudahan akses keuangan yang setara.

“Peningkatan literasi dan inklusi keuangan bukan hanya soal angka, melainkan tentang meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara. Kita memegang teguh prinsip “No One Left Behind”. Dalam setiap program literasi dan inklusi keuangan, tidak boleh ada satu pun kelompok masyarakat yang tertinggal, termasuk penyandang disabilitas dan masyarakat di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar),” ujarnya.

Friderica menyampaikan tiga pesan penting yaitu edukasi keuangan yang tepat sasaran, inklusi keuangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, serta sinergi serta kolaborasi yang harus terus diperkuat, terutama bersama pemerintah daerah yang telah menjadi mitra strategis dalam berbagai program OJK.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir secara langsung pun menyatakan akan terus meningkatkan inklusi dan literasi keuangan masyarakat melalui berbagai kegiatan untuk semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Inklusi keuangan di Jawa Timur sudah cukup tinggi, tetapi tingkat literasinya masih perlu ditingkatkan melalui diseminasi dan edukasi yang lebih komprehensif. Tujuannya agar layanan keuangan dan pembiayaan semakin mudah dijangkau, aman, dan berdaya guna bagi masyarakat,” katanya.

Khofifah juga mendukung program inklusi keuangan OJK yang mencakup semua kalangan masyarakat melalui prinsip “No One Left Behind” agar semua masyarakat maju bersama, tumbuh bersama, dan tangguh bersama. “Semoga puncak Bulan Inklusi Keuangan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dan meneguhkan seluruh potensi yang ada di Jawa Timur, serta menjadi inspirasi bagi provinsi lain di Indonesia,” tegasnya.

Inspirasi dari Kampung Yenburwo

Sejatinya, inspirasi itu telah lahir di ribuan kilometer dari Surabaya, di tepian laut Kampung Yenburwo, Distrik Numfor Timur, Kabupaten Biak Numfor. Kisah lain dari inklusi keuangan sedang berlangsung dalam diam.

Suara mesin Electronic Data Capture (EDC) terdengar lirih dari kios kecil bercat biru. Dari balik etalase, Hamjah, kepala sekolah SMKN 3 Kemaritiman, menatap layar mesin itu dengan fokus. Di tangannya, bukan sekadar transaksi, melainkan jembatan antara dunia perbankan dan kehidupan warga pesisir.

  • Baca juga: Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

Sejak 2022, Hamjah menjadi AgenBRILink, mitra PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yang menghadirkan layanan perbankan ke pelosok negeri. Dari kios sederhana itu, warga bisa menabung, mentransfer uang, membayar listrik, hingga membeli pulsa — tanpa harus menyeberang laut ke Biak.

“Kalau tidak ada kios ini, kami harus ke kota. Ongkos kapal dan waktu bisa habis satu hari,” kata seorang warga, sebagaimana dilansir dari siaran pers BRI, 24 Oktober lalu.

Sebagai pendidik, Hamjah memandang profesi barunya bukan sekadar usaha sampingan. “Saya ingin mengajarkan warga untuk menabung dan berhati-hati bertransaksi,” ujarnya.

Ia pernah harus berhadapan dengan jaringan 2G yang sering terputus. “Kadang transaksi gagal, pelanggan gelisah, saya pun ikut panik,” kenangnya. Namun dukungan BRI yang terus memperkuat sistem dan jaringan membuat pelayanannya kini stabil.

“Sekarang mesin baru, sinyal kuat, semua lancar,” katanya tersenyum. Ia belajar memahami ritme ekonomi kampung: kapan nelayan pulang, kapan panen dijual, kapan kiriman uang datang.

Dari situ, ia belajar bahwa inklusi keuangan tidak hanya soal teknologi, tapi tentang kepercayaan dan kedekatan manusia.

Hingga Agustus 2025, BRI mencatat 1,2 juta AgenBRILink telah menjangkau lebih dari 67 ribu desa, atau 80,96 persen dari total desa di Indonesia. Dalam delapan bulan pertama tahun ini, total volume transaksi mencapai Rp1.145 triliun dengan lebih dari 540 juta transaksi.

“Melalui AgenBRILink, masyarakat dapat mengakses sistem keuangan nasional secara mudah, cepat, dan aman,” ujar Dhanny, Corporate Secretary BRI, dalam keterangan tertulis.

Peran agen kini bukan hanya memperluas layanan, tapi juga menjadi bagian dari ekosistem inklusi nasional.

“Program OJK mendorong literasi dan inklusi, sementara kami di industri menghadirkan solusinya di lapangan,” ujar Dhanny. “Agen-agen kami menjadi simpul ekonomi rakyat.”

Dari Transaksi ke Kepercayaan

Menurut pengamat ekonomi Bhima Yudhistira dari CELIOS, sinergi antara OJK dan industri jasa keuangan menjadi model kolaborasi yang efektif. OJK mendorong kebijakan inklusi, Industri Jasa Keuangan menjalankan implementasi riil. “Hasilnya: akses keuangan menjangkau masyarakat akar rumput dengan cara yang manusiawi,” katanya.

Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan publik. Riset CNBC Indonesia Research (Oktober 2025) menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sektor keuangan masih di kisaran 72 persen, sedikit menurun akibat maraknya pinjaman online ilegal. “Inklusi tanpa pelindungan hanya memindahkan risiko,” ujar Bhima.

Friderica menegaskan hal serupa. “Digitalisasi tanpa edukasi hanya memindahkan risiko dari loket ke layar,” katanya. Karena itu, OJK memperkuat pelindungan konsumen dan memastikan seluruh program edukasi berjalan di akar masyarakat.

  • Baca juga: Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Kendati dmeikian, kini, setiap kali mesin EDC di kios kecil Hamjah berbunyi, ada cerita kepercayaan yang terbangun. Uang berpindah tangan, tapi juga harapan. “Selama masih ada warga yang butuh bantuan transaksi, kios ini tidak akan tutup,” katanya pelan.

Dari Surabaya hingga Biak Numfor, dari ruang pamer FinExpo hingga pantai Yenburwo, inklusi keuangan bukan lagi jargon. Ia telah menjelma menjadi gerakan bersama — yang menyatukan kebijakan regulator, inovasi industri, dan kerja nyata para agen di pelosok negeri. ***

Tags: AgenBRILinkAkses layanan keuangan formalBulan Inklusi Keuangan 2025Edukasi keuangan masyarakatEkonomi rakyatFinancial Expo SurabayaFinExpo 2025Friderica Widyasari Dewiinklusi keuanganInspirasi ekonomikeuangan digitalKeuangan InklusifKeuangan wilayah 3Tliterasi keuanganMahendra SiregarojkOtoritas Jasa KeuanganProgram literasi keuangan OJK
 
 
 
 
 
Previous Post

Bank BJB Dukung Program Tiga Juta Rumah, Perluas Akses Hunian Layak di Jawa Barat

Next Post

BTN Buru Inovator Muda Perumahan Lewat Housingpreneur 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

by Sandy Romualdus
17 Oktober 2026 - 00:22

LPS menargetkan aktivasi Program Penjaminan Polis asuransi berlaku mulai Juli 2027 dengan menerapkan skema pendaftaran bertahap dan seleksi kesehatan modal....

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 21:02

BNI menyabet peringkat keempat Top 10 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026 berkat penguatan kanal digital wondr...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

by Sandy Romualdus
16 Oktober 2026 - 20:36

Bank BPD Bali meraup laba Rp1 triliun dan menyalurkan kredit UMKM Rp14,43 triliun per kuartal III/2026 dengan NPL Gross terjaga...

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:45

OJK menjatuhkan denda rekor total Rp2,1 triliun kepada DSSA, BREN, dan CUAN atas pelanggaran manipulasi pasar dan penjatahan semu penawaran...

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

by Sandy Romualdus
15 Oktober 2026 - 15:56

Wadirut Bank BSN Arga M. Nugraha menyerukan integrasi pasar keuangan syariah ASEAN guna melayani 250 juta umat Muslim di forum...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 11:48

Berkat pembiayaan KUR BRI, Fitriani berhasil kembangkan kios kecil di Pesawaran jadi toko grosir sembako dan buka lapangan kerja warga...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
BTN Buru Inovator Muda Perumahan Lewat Housingpreneur 2025

BTN Buru Inovator Muda Perumahan Lewat Housingpreneur 2025

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance