JAKARTA, Stabilitas – Perum Jamkrindo melaksanakan Safari Ramadan di 10 kota sepanjang bulan Ramadan 1440 H. Pada Jumat, 24 Mei 2019, Safari Ramadan dilaksanakan di kantor pusat Jamkrindo, Jakarta dengan kegiatan sosial untuk masyarakat sekitar, pembagian sembako gratis senilai Rp750 juta, dan pemberian santunan kepada 3.000 anak yatim melalui 9 kantor wilayah, Kantor Cabang Khusus Jakarta dan 54 kantor cabang Perum Jamkrindo.
Sebelum dilaksanakan di Jakarta, Safari Ramadan telah dilaksanakan di Banjarmasin, Yogyakarta, Pekanbaru, Kendari, Surabaya, Bandung, Palembang, Malang, Denpasar dan Serang. Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, Perum Jamkrindo ingin berbagi dengan masyarakat di berbagai wilayah.
Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto mengatakan, Safari Ramadan yang merupakan kegiatan rutin Perum Jamkrindo setiap Ramadan, bertujuan untuk mendekatkan Perum Jamkrindo dengan masyarakat dan memperkuat silaturahmi dengan mitra kerja.
“Melalui Safari Ramadan, Perum Jamkrindo yang sehari-hari bergelut dalam bisnis penjaminan, ingin mendekatkan diri dan berbagi dengan masyarakat, sebagai implementasi program BUMN Hadir untuk Negeri,” jelas Randi.
Safari Ramadan juga merupakan komitmen Perum Jamkrindo untuk menjaga hubungan baik dengan semua pihak, termasuk masyarakat dan mendorong kegiatan produktif di masyarakat. Hal itu tidak terlepas dari bisnis inti Perum Jamkrindo yakni penjaminan kredit untuk Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK).
“Perum Jamkrindo memang sehari-hari mengurus bisnis untuk keberlanjutan perusahaan. Namun, kami juga menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan masyarakat secara langsung,” ujar Randi Anto.
Safari Ramadan dan penyerahan bantuan bagi masyarakat dilaksanakan sejalan dengan kegiatan Perum Jamkrindo menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-49 pada 1 Juli mendatang. Setelah launching HUT Perum Jamkrindo ke-49 pekan sebelumnya, berbagai kegiatan dilaksanakan hingga puncak perayaan.
Terkait dengan kinerja bisnis, Perum Jamkrindo mencatatkan volume penjaminan per April 2019 sebesar Rp64,237 triliun yang berasal dari volume penjaminan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp18,126 triliun dan penjaminan non-KUR sebesar Rp46,111 triliun. Volume penjaminan pada April 2029 tersebut tumbuh 7,5 persen dibandingkan April 2018. (Agt)

















