• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Figur

Jatuh CInta Pada Bidang Kustodian

by Sandy Romualdus
10 Mei 2015 - 00:00
112
VIEWS
Jatuh CInta Pada Bidang Kustodian
0
SHARES
112
VIEWS

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang digelar pada hari Kamis, 19 Maret 2015 lalu seakan menjadi penegasan bagi Margeret Mutiara Tang, bahwa dia memang pantas menduduki tampuk pimpinan di PT KSEI. Hari itu, para pemegang saham PT KSEI, sebuahLembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) di pasar modal Indonesia ini sepakat memilih Margeret sebagai Direktur Utama PT KSEI untuk periode 2015-2016 setelah sebelumnya menjabat sebagai pejabat sementara (pjs) Direktur Utama.

Margeret memang bukan orang baru di perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh Self Regulatory Organization/SRO (BEI dan KPEI), Bank Kustodian, Perusahaan Efek dan Biro Admnistrasi Efek (BAE) ini. Dia telah memangku jabatan sebagai Direktur KSEI dua tahun berturut-turut, sejak 2009 silam.

  • Baca juga: Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

Bagi perempuan kelahiran Jakarta, 27 Juni 1960 yang hobi golf ini, berkiprah di dunia perbankan dan pasar modal lebih dari 20 tahun merupakan tantangan sendiri. Tantangan di dunia pekerjaannya saat ini diibaratkannya sama sulitnya seperti memasukkan bola golf ke dalam hole. “Ada satu kepuasan tersendiri jika berhasil menyelesaikan target yang diberikan,” papar penyandang Bachelor of Science, Mathematics, University of Oregon, 1984 ini.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Katanya, setiap pekerjaan memiliki tantangan yang berbeda-beda, namun karir yang sukses adalah bagaimana melewati tantangan tersebut dan membuat hal yang sulit menjadi mudah untuk dilakukan dengan segala keterbatasan yang dimiliki.

Margeret memulai kariernya sebagai Head of Information Technology PT Janssen Pharmaceutica (1987-1990). Booming pasar saham di awal 90-an, membuatnya mencoba ke pekerjaan baru, capital market. Margaret merasa dirinya akan jauh lebih berkembang jika pindah ke jenis pekerjaan yang berhubungan dengan pasar saham.

Ketertarikan dengan pasar saham menjadi salah satu alasan lainnya, walaupun awalnya dia pendapatan bulanan lebih kecil dan dia harus belajar lagi dari awal.

“Sebab saat itu pemerintah sedang fokus untuk mengembangkan pasar saham Indonesia sehingga pada saat itu banyak perusahaan yang mencari karyawan untuk bekerja di bagian kustodian,” kata Margaret.

Tawaran dari Standard Chartered Bank pada 1990 menjadi pijakan pertamanya berkarier di dunia pasar modal sebagai Head of Client Services, Custodial Services sampai dengan 1993.

Sejak saat itu, Margaret mulai makin fokus dengan kariernya itu. Pelabuhan selanjut adalah PT Bank Dagang Nasional Indonesia dengan menjadi Head of Custody (1993- 1996). Kemudian Margaret juga sempat menjadi Head of Origination, Capital Market Division PT Bank International Indonesia (1996-1999) dengan tugas membuat perjanjian investasi berjenis promissory notes dan berbagai investasi yang sifatnya jangka pendek (short termfinancing).

  • Baca juga: Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

Kemudian, Grup Sinarmas menawarinya berkarier di Singapura sebagai Banking Relation di Asia Pulp & Paper Co. Ltd pada 1999. Setelah empat tahun, Margeret kembali ke Indonesia sebagai Head of Domestic Custody Service di Deutsche Bank AG, Indonesia.

 

Tantangan Sebagai Regulator

 

Perlahan tapi pasti, jalur kariernya di bidang kustodian makin menanjak. Pada tahun 2005, ibu dari satu putera ini kemudian didapuk sebagai Securities Country Manager Citibank NA, Indonesia. Di bidang ini dia merasa tertantang untuk selalu dituntut tak hanya memahami pasar saham, namun juga harus mampu membaca arah pasar, berhubungan dengan regulator, serta berhubungan dengan beberapa peraturan baik dari regulasi perbankan, pasar modal maupun perpajakan. “Kita dituntut untuk mengerti itu semua karena setiap setahun sekali, kustodian di bank asing itu harus roadshow keluar negeri dan harus menjelaskan kepada klien-klien kita di luar negeri,” jelas Margaret.

Setelah empat tahun berkarier di Citibank, tahun 2009 Margaret memperoleh tawaran untuk menjadi Direktur KSEI untuk periode 2009-2013. Dia merasa tertantang berkarir di KSEI karena ingin lebih mengembangkan pasar modal bersama lembaga otoritas pasar modal lainnya. Karir di KSEI boleh dibilang sebagai puncak karirnya.

“Perbedaan antara pekerjaan di KSEI dengan karier sebelumnya adalah saat saya lebih memosisikan diri sebagai regulator, dengan jenis spesifik pekerjaan lebih bersifat memberikan penjelasan kepada pelaku pasar. Di satu sisi mendengarkan keluhan dari pelaku pasar, akan tetapi di sisi lainnya tidak bisa harus mengikuti semua keinginan dari pelaku pasar,” tuturnya.

Tantangan di KSEI adalah menambah basis investor di pasar modal Indonesia yang jumlahnya hingg kini masih minim. Jumlah sub rekening yang tercatat di KSEI sampai Desember 2014 lalu, baru sekitar 360 ribu investor atau lebih banyak 13 persen dari tahun sebelumnya. Aset investor lokal sebesar Rp1,341, 43 triliun, sementara investor asing Rp2.002,86 triliun. Tahun ini. KSEI menargetkan investor naik 20-30 persen.

  • Baca juga: Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

Saat ini KSEI juga sudah memfasilitasi AKSes untuk para investor dan bias diakses melalui jaringan perbankan, baik melalui ATM maupun internet banking.

“Diharapkan dengan kemudahan ini akan semakin menambah jumlah investor, karena mereka bias bertransaksi reksa dana dan membeli saham IPO melalui jaringan perbankan,” ucapnya.

 
 
 
 
 
Previous Post

Menegakkan WIbawa Rupiah

Next Post

5 Model Mobil Facelift 2015

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Modal Asing Masuk US$ 8,5 Miliar di Q2 2026, BI Pastikan Cadangan Devisa Tetap Tebal

Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

by Sandy Romualdus
10 Agustus 2026 - 20:17

Rupiah melonjak ke level Rp17.753 per dolar AS usai Surpres Gubernur BI diserahkan. Simak analisis lengkap rekam jejak Destry Damayanti...

Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

by Sandy Romualdus
3 Juni 2026 - 22:47

Stabilitas.id – Panggung Global Startup Awards (GSA) 2026 di Valletta, Malta, pada 7–8 Mei 2026 menjadi saksi runtuhnya dominasi barat...

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

by Stella Gracia
12 Mei 2026 - 14:14

Stabilitas.id – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) resmi mengumumkan nakhoda baru untuk memimpin perusahaan pembiayaan ultra mikro tersebut. Kindaris ditunjuk...

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

by Stella Gracia
21 April 2026 - 18:54

Stabilitas.id – Industri semen yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki kini memiliki wajah baru dalam kepemimpinannya. Reni Wulandari, seorang...

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

by Stella Gracia
21 Maret 2026 - 16:49

Stabilitas.id – Dunia usaha Indonesia berduka. Michael Bambang Hartono, salah satu pilar utama di balik imperium bisnis Djarum Group dan...

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

by Sandy Romualdus
12 Maret 2026 - 00:05

Stabilitas.id - Sejarah sering kali ditulis melalui langkah-langkah sunyi yang konsisten sebelum akhirnya meledak dalam sebuah panggung besar. Di lantai...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
BNI Biayai Cold Storage & Pabrik Es Batu Berskala Besar

BNI Biayai Cold Storage & Pabrik Es Batu Berskala Besar

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance