JAKARTA, Stabilitas—Pencapaian rata-rata PT Bank BNI Syariah di tahun 2016 berkisar 20 persen, akumulasi dari setiap sektor. Pencapaian ini didorong oleh jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK). Di tahun 2017 BNI Syariah menargetkan pencapaian diatas 20 persen masih didorong DPK ditambah pembiayaan.
Direktur Bisnis Consumer BNI Syariah, Kukuh Rahardjo menjelaskan target diatas 20 persen di tahun 2017 masih didominasi DPK dan pembiayaan. Selain itu, masih mengupayakan sosialisasi program tabungan wakaf agar wakaf lebih dikenal masyarakat luas. “Kalau tahun ini kita usahakan DPK dengan pembiayaan sama. Tabungan wakaf pastinya, karena sampai saat ini kita masih coba upayakan supaya sistem pengelolaan tabungan wakaf ini tetap berjalan,”terang Kukuh, di Jakarta, Selasa (17/1).
Angka yang diproyeksikan di tahun 2017 sekitar 3,5 triliun, angka tersebut diupayakan terjadi pada sektor ritel dan komersial.
“2017 perkiraan tumbuh 20 persen sekitar 3,5 triliunan, sektornya kita upayakan lebih dominan ritel dan komersial. Sampai dengan saat ini dari total portfolio BNI Syariah 50 triliun, 53 persen masih di consumer,”jelas Kukuh.
Sampai saat ini BNI Syariah enggan merambah sektor yang berimbas pada makro, dan tetap fokus pada sektor yang dianggap prospektif yaitu infrastruktur, perdagangan, dan jasa.
“Kalau yang terekspose itu kaya migas kan resikonya cukup tinggi, kebetulan sektor-sektor yang berbasis pada import yang memang kita agak sulit, tapi yang masih prospektif itu infrastruktur, perdagangan, jasa,”kata Kukuh.





.jpg)









