• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

Melewati Tahun Gejolak

by Sandy Romualdus
9 Januari 2014 - 00:00
12
VIEWS
Melewati Tahun Gejolak
0
SHARES
12
VIEWS

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Tahun 2013 dapat dikatakan tahun gejolak. Baik itu gejolak ekonomi, sosial maupun gejolak politik. Tahun ini juga bisa disebut tahun kejar target, mengingat tahun depan akan diselenggarakan pemilihan umum untuk legislatif dan Presiden serta Wakil Presiden pada kuartal ke empat. Akan tetapi tahun ini juga tercatat sebagai tahun di mana target yang dikejar tak tercapai dan sasaran yang dibidikluput.
Pemerintah telah menurunkan target target yang sudah ditetapkan. Setelah hantaman badai krisis kecil Agustus lalu, banyak target-target ekonomi yang diturunkan karena memang tak bisa lagi dicapai. Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi.
Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengharapkan kinerja perekonomian nasional pada triwulan IV dapat lebih baik dari triwulan sebelumnya yang hanya tumbuh sebesar 5,62 persen. Sehingga pada akhir tahun angka pertumbuhan ekonomi 5,8 persen dapat tercapai.
Memang angka pertumbuhan ekonomi pada triwulan III merupakan angka realistis karena saat ini sedang terjadi perlemahan ekonomi terutama dari sisi investasi. Angka pertumbuhan itu bukanlah realisasi yang buruk dalam situasi saat ini, namun angka pertumbuhan ekonomi yang terlalu rendah dapat mengkhawatirkan karena ikut mempengaruhi tingkat pengangguran dan kemiskinan. Soal ini tentunya tidak bisa diatasi dengan kebijakan moneter maupun fiskal.
Untuk itu, perlu adanya upaya yang lebih maksimal untuk memperbaiki kinerja investasi, mempercepat penyerapan belanja pemerintah serta menjaga pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang selama ini dominan menjadi penyumbang angka pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah harus fokus pada kebijakan fiskal untuk mendorong dan melancarkan ekspor serta mengendalikan impor, dalam jangka pendek. Setelah itu, fokus ke investasi untuk jangka menengah.
Beberapa pengamat ekonomi mengungkapkan kondisi makroekonomi Indonesia menghadapi ancaman overheating atau kepanasan, walaupun masih dalam tingkat moderat. Sementara itu, kajian Bank Dunia terhadap ekonomi Indonesia yang pada 2014 akan lebih baik antara lain karena akan ada Pemilu, berubah menjadi lebih rendah dari 2013. Misalnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi 2013 diperkirakan mencapai 5,6 persen, kemudian pada 2014 diperkirakan lebih rendah yaitu mencapai 5,3 persen.
Pertumbuhan investasi yang pada 2013 diperkirakan 5,3 persen, untuk 2014 hanya 4,9 persen. Sementara ekspor pada 2013 diproyeksikan tumbuh 5,6 persen dan 2014 diperkirakan tumbuh 5,7 persen. Namun, pertumbuhan impor lebih besar lagi yakni pada 2013 diperkirakan 2,4 persen dan 2014 mencapai 4,5 persen.
Hampir seluruh pengamat ekonomi sepakat Indonesia menghadapi permasalahan struktural perekonomian sehingga membelenggu neraca pembayaran.
Indonesia memang mampu mempertahankan keseimbangan internal, namun mulai mengalami ketidakseimbangan eksternal. Ketidakseimbangan eksternal itu bersumber dari permasalahan di sektor pangan, energi, rendahnya daya saing energi, ketergantungan terhadap ekspor komoditas, dan ketergantungan terhadap impor bahan baku dan barang modal.
Komponen ekonomi yang mengalami overheating dan mengkhawatirkan adalah neraca transaksi berjalan yang defisit, pertumbuhan kredit yang terlalu tinggi, dan gejolak nilai tukar rupiah.
Sementara itu, BI mengatakan ada beberapa tantangan yang harus dilewati dari sisi perekonomian. Pertama adalah kesiapan untuk menghadapi perubahan landscape perekonomian global. Penarikan stimulus oleh Bank Sentral Amerika Serikat diperkirakan akan berlangsung pada tahun depan. Sehingga kemudian banyak negara berkembang, seperti Indonesia juga akan melakukan perubahan fundamental ekonomi.
Kedua adalah perbaikan ekonomi secara struktural. Kondisi seperti yang terlihat sekarang pada defisit transaksi berjalan ini pun yang menjadi alasan laju pertumbuhan ekonomi yang selama ini cepat, menjadi terhambat. Ketiga adalah bagaimana memastikan kemajuan ekonomi yang terkait dengan kesejahteraan rakyat.

  • Baca juga: Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan
  • Baca juga: Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital
  • Baca juga: Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital
 
 
 
 
 
Previous Post

Konsep Musyawarakah Mutanaqisah Pada KPR Inden

Next Post

Tiga yang Membelit Industri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

by Sandy Romualdus
23 September 2026 - 11:21

Mengapa 88% perusahaan menggunakan AI tetapi gagal meraih value bisnis yang nyata? Temukan akar masalah gap adopsi AI, risiko halusinasi...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

by Sandy Romualdus
16 September 2026 - 13:34

Menghadapi kompleksitas lanskap ancaman siber 2025, organisasi harus berevolusi dari sekadar membangun kesadaran menuju implementasi Cyber Threat Detection dan Incident...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

by Sandy Romualdus
7 September 2026 - 10:28

Transformasi digital menuntut Indonesia memperkuat benteng pertahanan siber melalui kombinasi kesadaran keamanan siber dan literasi digital guna mengatasi kerentanan faktor...

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

by Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:00

Kebijakan perampingan dan konsolidasi BUMN bukan sekadar persoalan pemangkasan biaya operasional atau peningkatan dividen semata, melainkan sebuah pertaruhan krusial yang...

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

Toxic Productivity

Toxic Productivity

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 11:57

"Bekerja keras adalah hal yang baik. Namun, ketika keinginan untuk terus produktif membuat kita mengabaikan kesehatan, waktu istirahat, hingga hubungan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
CIMB Niaga Tawar Promo Menarik di Ajang Color Runâ„¢

CIMB Niaga Hadirkan The Color Runâ„¢ di Indonesia

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance