JAKARTA, Stabilitas.id – Di tengah kondisi ekonomi global yang menantang dan ketegangan geopolitik, pembiayaan berkelanjutan memainkan peran penting untuk mendorong transisi menuju pemulihan ekonomi yang hijau, tangguh, dan inklusif.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada The Third G20 Seminar on Sustainable Infrastructure Finance yang dilaksanakan secara daring, pada Rabu (2/11/22) pekan lalu.
“Mengingat rendahnya proporsi pembiayaan hijau dan berkelanjutan saat ini, ada kebutuhan mendesak untuk mengembangkan kerangka kerja tingkat tinggi bagi keuangan transisi agar pasar keuangan pembiayaan dapat mendukung transisi yang sesuai dan terjangkau yang juga berkelanjutan,” jelas Menkeu.
BERITA TERKAIT
Menurutnya, kerangka kerja ini akan mengembangkan pemahaman bersama tentang elemen kunci bagaimana mendukung pembiayaan terutama dalam memfasilitasi transisi iklim.
Perubahan iklim adalah hal yang penting tetapi mereka berada dalam posisi kapasitas yang terbatas untuk dapat memenuhi target pengurangan CO2.
Menkeu mengatakan, bagi banyak negara berkembang yang memiliki sumber daya dan kapasitas terbatas, hal ini akan menjadi tantangan yang sangat sulit untuk diatasi.
“Di bawah Kepresidenan Indonesia G20, perubahan iklim menjadi salah satu topik yang paling penting yang dibahas dan diuraikan dalam bentuk pedoman tingkat tinggi lintas pendekatan agar kami dapat memberikan penyesuaian transisi ekonomi global yang terjangkau menuju keberlanjutan,” jelas Menkeu.
Menurut Menku, transisi yang berhasil membutuhkan kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah dan semua pemangku kepentingan termasuk salah satu peran terpenting sebenarnya adalah oleh lembaga multilateral.
“Setelah Seminar Ketiga Unlocking The Power of Multilateral Cooperation for Sustainable Infrastructure Financing and Delivery, saya ingin mendorong semua peserta untuk memberikan hasil nyata dalam mencapai kerangka transisi nyata yang mulus,” tutup Menkeu.***






.jpg)










