“Pemerintah sedang gencar mengajak pelaku IKM nasional untuk masuk dan bersaing di platform digital. Oleh karena itu, kami berupaya membantu produk-produk mereka bisa dipasarkan secara online dan juga membantu masyarakat bisa menemukan produk yang dibutuhkan dengan mudah di tengah kondisi pandemi saat ini,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta.
“Upaya tersebut sesuai anjuran Bapak Presiden Joko Widodo yang menginginkan agar semua kebutuhan lokal 100 persen bisa didapatkan atau disuplai dari industri dalam negeri,” tutur Menperin.
Oleh karena itu, melalui program bertajuk Bangga Buatan Indonesia, pemerintah ingin masyarakat bisa mendapatkan kebutuhannya dari barang-barang yang diproduksi industri di dalam negeri. Pada 14 Mei lalu, pemerintah telah menginisiasi gerakan Bangga Buatan Indonesia.
BERITA TERKAIT
“Sesungguhnya sudah banyak industri kita yang menghasilkan produk berkualitas dan kompetitif. Jadi, kami bertekad untuk mendorong produsen tersebut bisa memasarkan produknya ke market Indonesia, termasuk sektor IKM masuk ke pasar e-commerce,” paparnya.
“Kami terus berusaha meningkatkan kembali penjualan produk lokal dari sektor IKM nasional dengan mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia melalui program e-Smart IKM dan peluncuran kampanye #SemuanyaAdaDisini,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih.
“Diharapkan dengan adanya kampanye ini, IKM kita mampu meningkatkan omzet penjualannya,” ungkapnya.
“Kampanye #SemuanyaAdaDisini melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah daerah, pelaku IKM, platform teknologi pemasaran, pembayaran, logistik, ekosistem pendukung industri hingga masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi secara langsung untuk mengajak pelaku IKM memasarkan produknya secara digital,”papar Gati.
“Kami memberikan materi terkait manfaat pemasaran online ataupun pembayaran online terutama dalam masa pandemi. Penjelasan mengenai penggunaan platform online sampai bagaimana cara untuk bisa berjualan online dan memanfaatkan pembayaran online,” ungkap Gati.
Selain itu, pelaku IKM peserta program e-Smart IKM yang sukses berjualan juga membagikan pengalamannya melalui platform di masing-masing marketplace. “Diharapkan dengan mendengar kisah sukses para pelaku IKM tersebut, para pelaku IKM lainnya dapat termotivasi dan bisa mengambil pelajaran dari pengalaman yang sudah dialami,” imbuhnya.
















