• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Agustus 20, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Advetorial

Nilai Tambah Combined Assurance

oleh Sandy Romualdus
3 Oktober 2014 - 00:00
123
Dilihat
Industri Keuangan Menghadapi 2014
0
Bagikan
123
Dilihat

BERITA TERKAIT

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Perusahaan, harus melayani berbagai kepentingan mulai dari otoritas, investor hingga pelanggan. Untuk itu manajemen perusahaan melakukan aktivitas dengan cara merencanakan, mengorganisasikan dan mengarahkan berbagai keputusan dengan tepat. Untuk meraih itu, dibutuhkan berbagai peran dan perangkat manajemen yang membantu keberhasilan pencapaian target perusahaan.
Yang pertama adalah peran bisnis sebagai garda terdepan (first line of defence) aktivitas perolehan bisnis dan pengembangan perusahaan guna meraih pendapatan yang tinggi dengan biaya dan risiko yang terkendali sesuai limit yang ditetapkan. Pengawasan di lini bisnis yang juga sebagai risk taking unit ini dikenal dengan management based-assurance.
Yang kedua adalah peran pertahanan lapis kedua (second line of defence), yaitu unit pembuat kebijakan dan pedoman pelaksanaan yang akan digunakan sebagai rambu-rambu unit bisnis. Pengawasan pada lini ini tugas utamanya dalam aktivitas aspek hukum, kepatuhan, dan quality assurance (pemantauan kualitas), yang dilanjutkan dengan pemeliharaan kebijakan, minimum standar ketentuan yang berlaku. Peran ini termasuk dalam internal-based assurance.
Yang ketiga adalah peran pengawasan yang independen dan obyektif guna memastikan efektivitas dan kecukupan manajemen risiko, internal control dan tata kelola perusahaan yang baik. Peran ini dijalankan oleh audit intern dan audit ekstern sebagai independent-assurance, yang dikenal dengan jajaran third line of defence.
Pengawasan Tumpang Tindih
Akan tetapi dalam praktiknya, peran pengawasan yang dilakukan garda-garda pertahanan itu tidak begitu mudah dikoordinasikan. Walaupun ketiga assurance akhirnya bertemu di tingkat komite pemantau, namun ada saatnya masalahnya sudah berjalan terlalu jauh, karena komite pemantau berada di tingkat komisaris. Assurance yang ada di tiga jajaran bila tidak dilakukan dengan tepat justru akan menimbulkan duplikasi peran, tumpang tindih aktivitas, bahkan muncul inkonsistensi dalam proses tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan perusahaan.
Harga yang harus dibayar perusahaan akibat dari aktivitas pengawasan yang duplikasi namun terpecah-pecah itu sangatlah mahal. Misalnya di bidang bisnis: kurangnya sistem peringatan dini (early warning system) bagi pelanggan yang gagal bayar, atau tidak dihubungkannya pelanggan yang termasuk dalam daftar hitam penunggak ke sistem informasi mengenai kepatuhan dan komitmen eksternal. Ujung-ujungnya perusahaan terkena sanksi dari regulator karena tidak terkoordinasikannya berbagai assurance di lini bisnis.
Dampak lain yang sulit ditepis adalah membengkaknya biaya pengawasan. Terlebih bila pengawasan ini masih dilakukan secara manual dengan pendekatan silo (terkotak-kotak), maka biaya yang membengkak biasanya pada biaya rekonsiliasi laporan, biaya hilangnya peluang bisnis karena melambatnya keputusan.
Pengaruh pengawasan yang terpecah-pecah sudah bisa ditebak, yaitu manajemen kehilangan gambaran yang utuh tentang profil risiko dan struktur biaya perusahaan, sehingga keputusan mengenai manajemen kinerja, sulit dilakukan karena sumber informasi yang terlalu banyak namun kurang informatif.
Pengawasan Terpadu
Hal itulah yang memunculkan pemikiran para pakar manajemen, bagaimana mengelola perusahaan, menangkap peluang yang terbuka, menghadapi tantangan dan mengobati kelemahan internal, serta seraya berharap mampu memanfaatkan keunggulan bersaing, namun masih tetap berjalan di koridor pengawasan dan pengawalan audit intern agar tercapai visi dan misinya.
Semua itu menggiring kita untuk berpikir bagaimana menciptakan suatu aktivitas pengawasan dan assurance yang terpadu (combined assurance). Dan Integrated assurance adalah jawabannya. Ia mampu menggabungkan dan memadukan serta mengkombinasikan tiga fungsi penyedia pengawasan yang memberikan penilaian yang lengkap dan independen terhadap tiga aspek utama: manajemen risiko, pengendalian internal dan proses tata kelola perusahaan. Combined assurance diharapkan bisa mengintegrasikan aspek pengawasan yang terpisah-pisah menjadi suatu paduan pengawasan yang harmonis dan lengkap, yang menangani tata kelola proses dan praktik manajemen risiko serta kepatuhan, yang akhirnya mampu memberikan dukungan atas pencapaian sasaran dan visi perusahaan.
Langkah selanjutnya adalah menyatukan hal-hal yang dapat digunakan bersama-sama (common element), misalnya data dan informasi, sistem dan proses, serta laporan-laporan manajemen. Elemen-elemen tersebut sebaiknya dimanfaatkan bersama seoptimal mungkin agar terdapat kesamaan standar, penghematan waktu dan biaya sehingga tercapai peningkatan efisiensi serta efektivitas dalam pengambilan keputusan. Karena sesungguhnya, masing-masing fungsi: manajemen kinerja, manajemen kepatuhan (termasuk internal control), dan manajemen risiko terpadu dapat digunakan dengan efektif dalam pengambilan keputusan.
Langkah demikian mampu membuka sikap silo (enggan membagi informasi) pada fungsi organisasi, proses dan teknologi, yang menjadi sikap integrasi di tingkat korporat. Dengan demikian kini combined assurance melahirkan suatu sistem dengan proses yang melewati jalan pintas namun tetap aman, membuka peluang yang tersembunyi dan memanfaatkan sumberdaya perusahaan yang masih mengganggur yang sebelumnya tidak diketahui. Secara ringkas bisa dikatakan bahwa combined assurance meningkatkan transparansi, menyederhanakan proses dan memotong jalur yang tidak perlu, lebih efisien dan efektif dalam pemanfaatan dan alokasi sumberdaya perusahaan, peningkatan keamanan, yang akhirnya berdampak pada penghematan biaya.
Combined assurance adalah suatu proses yang bertujuan membantu organisasi memahami berbagai tingkat assurance secara menyeluruh. Di masa lalu, fungsi combined assurance kebanyakan dipasrahkan pada audit internal dan komite pemantau risiko yang memastikan bahwa perusahaan menjalankan segala fungsi pengawasan, walau tidak terintegrasi. Kini pendekatannya harus lebih menyeluruh. Intinya adalah agar dengan combined assurance tidak terjadi lagi kejutan-kejutan yang tidak perlu, karena seluruh faktor risiko yang signifikan telah diperhitungkan dan diantisipasi seberapa besar peluang terjadinya, juga telah dimitigasi dan dipantau secara sistematis melalui mekanisme combined assurance. Penerapan combined assurance ini sangat menantang karena melibatkan berbagai fungsi organisasi yang berperan strategis baik di tingkat perencanaan, pembuat kebijakan, maupun di jalur akhir dari proses bisnis yaitu audit intern yang menjadi penjaga gawang terakhir.
Metode yang digunakan combined assurance ini paling tidak harus mampu mengidentifikasi berbagai risiko perusahaan, kemudian menampilkannya pada manajemen puncak dalam bentuk dashboard pengendalian risiko, sekaligus diketahui bagaimana setiap risiko mempengaruhi aktivitas bisnis, dan bagaimana risiko tersebut dimitigasi dan akhirnya dikendalikan oleh aktivitas assurance yang relevan dengan intensitas yang pas, dan kemudian diperiksa ulang bagaimana tingkat kecukupannya
Untuk memilih dan kemudian melaksanakan combined assurance, manajemen perlu memahami kunci keberhasilannya. Pertama, harus ada kemauan kuat dari manajemen puncak untuk melakukan evaluasi dan reformasi perusahaan menyangkut kelemahan pengawasan. Kedua, adanya keterbukaan dan kemauan manajemen kunci untuk berubah ke arah yang lebih baik. Ketiga, membuka diri dari pemikiran yang terkotak-kotak dan sempit (silo approach) yang hanya berorientasi pada kepentingan masing-masing unit kerja. Dengan demikian perspektif dan pandangan harus dibuka luas guna kepentingan perusahaan, dan keempat dukungan teknologi dan sistem informasi serta kompetensi yang kuat dalam rangkaian proses manajemen perubahan dan pengawasan.

  • Baca juga: Bank Kalteng: Membangun Fondasi Masa Depan, Menjadi Bank Kebanggaan
  • Baca juga: PT BANK ACEH SYARIAH : Menjadi Bank Terkemuka dalam Membangun Serambi Mekkah
  • Baca juga: Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di Level 3,50%
 
 
 
 
 
Sebelumnya

BII -Maybank Gelar Bali Marathon

Selanjutnya

CIMB Niaga Digital Lounge Denpasar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bank Kalteng: Membangun Fondasi Masa Depan, Menjadi Bank Kebanggaan

Bank Kalteng: Membangun Fondasi Masa Depan, Menjadi Bank Kebanggaan

oleh Sandy Romualdus
15 Juni 2025 - 09:57

Bank Kalteng terus mengoptimalkan kekuatan lokal untuk meningkatkan daya saing di tingkat nasional dan bahkan global. Untuk  mewujudkan tujuan menjadi...

PT BANK ACEH SYARIAH : Menjadi Bank Terkemuka dalam Membangun Serambi Mekkah

PT BANK ACEH SYARIAH : Menjadi Bank Terkemuka dalam Membangun Serambi Mekkah

oleh Sandy Romualdus
28 Agustus 2023 - 13:22

Bank Aceh Syariah terus melakukan perubahan demi membangun ekonomi di Bumi Serambi Mekkah. Setelah berhasil melakukan transformasi digital, manajemen bank...

Gubernur BI Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di Level 3,50%

oleh Stella Gracia
25 Mei 2021 - 16:11

JAKARTA, Stabilitas.id -- Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate pada level 3,5...

OVO dan Bosowa Taksi Jalin Kerja Sama Pembayaran Digital

OVO dan Bosowa Taksi Jalin Kerja Sama Pembayaran Digital

oleh Admin Stabilitas
13 Februari 2019 - 00:00

Mengukuhkan diri sebagai platform pembayaran digital terdepan, OVO jalin kemitraan dengan penyedia jasa transportasi terkemuka di Makassar.

Bank Ganesha Raih Rekor Muri

Employee Engagement: Program yang Membahagiakan

oleh Sandy Romualdus
25 April 2017 - 00:00

Ejob description semata.Para karyawan yang termasuk turn over) menurun secara signifkan.Harvard

Tantangan Perbankan 2017

Tantangan Perbankan 2017

oleh Sandy Romualdus
24 April 2017 - 00:00

P) perekonomian China mungkin tidak dapat dihindari. Pasalnya, selain pertumbuhan ekonomi yang melam

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Gelar Pameran Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Sabet Rekor MURI

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
CIMB Niaga Digital Lounge Denpasar

CIMB Niaga Digital Lounge Denpasar

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance