• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Orkestrasi CIMB Niaga Menjaga Rumah Bersama dari Rimba Bambu

oleh Sandy Romualdus
25 Mei 2026 - 18:34
54
Dilihat
Orkestrasi CIMB Niaga Menjaga Rumah Bersama dari Rimba Bambu

Direktur Compliance, Corporate Affairs dan Legal CIMB Niaga Fransiska Oei saat memulai penanaman 10.000 bibit pohon bambu betung bersama masyarakat di Kabupaten Ngada,NTT, medioa februari 2023 silam. (foto: dok.cimb)

0
Bagikan
54
Dilihat

Oleh: Romualdus San Udika

KABUT tipis berarak pelan merayapi lanskap Mataloko, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur. Di bawah keteduhan rumpun-rumpun hijau yang menjulang tinggi, angin pegunungan bertiup membawa aroma tanah basah yang pekat. Sayup-sayup terdengar derai tawa riuh para perempuan, beradu dengan bunyi gemerisik daun-daun bambu yang saling bergesekan ditiup angin. Di sela-sela waktu itu, jemari legam nan kokoh milik para ibu setempat dengan begitu cekatan merawat tunas-tunas muda di dalam polibag. Bagi masyarakat Ngada dan wilayah Ruteng di Manggarai Raya, sebatang bambu bukan sekadar tanaman liar penahan tebing erosi. Tumbuhan yang karib disapa peri atau bheto—begitu warga menyebut bambu lokal—adalah untaian urat nadi kehidupan yang mengikat erat tanah, air, dan roda hari esok mereka.

  • Baca juga: Integrasikan Digital Banking dan Olahraga, CIMB Niaga Resmikan Vamos Arena by OCTO

Ikhtiar ini bermula pada tahun 2012. Sebuah gerakan sunyi namun masif terus digagas di jantung Flores untuk memulihkan ekosistemnya. Melalui payung program keberlanjutan (sustainability), PT Bank CIMB Niaga Tbk mengambil langkah konkret menggandeng Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) serta Yayasan Bambu Lestari (YBL). Komitmen ini dirancang dari hulu ke hilir. Tujuannya jelas: bukan sekadar memburu angka serapan karbon di atas kertas, melainkan mengembalikan marwah ekologis tanah Flores yang kerap kali ringkih dihantam kekeringan ekstrem dan krisis air bersih saban kemarau panjang datang melanda.

Benteng Alami di Hulu Flores

BERITA TERKAIT

Integrasikan Digital Banking dan Olahraga, CIMB Niaga Resmikan Vamos Arena by OCTO

Buka RDN Ajaib via OCTO, Nasabah CIMB Niaga Berkesempatan Raih Cashback Saham BNGA

81 Seniman Ramaikan Konser Kejar Mimpi untuk Indonesia ‘Simfoni Suara Hati’

Jelang Ulang Tahun Ke-71, CIMB Niaga Padukan Pentas Musik dan Misi Sosial Stunting

Secara ilmiah, karakteristik akar serabut bambu betung yang tumbuh rapat bertindak layaknya spons raksasa alami di dalam bumi. Akar-akar ini mengikat partikel tanah dengan sangat kuat. Longsor di topografi Flores yang berbukit-bukit pun bisa dicegah, sekaligus menjebak air hujan agar meresap jauh ke dalam lapisan akuifer. Air yang terperangkap inilah yang kemudian menghidupkan kembali mata air-mata air purba yang sempat mati akibat alih fungsi lahan. Rumpun bambu betung yang ditanam secara masif di Mataloko dan Ruteng juga memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap emisi gas rumah kaca (GRK). Sebatang bambu menjelma menjadi benteng pertahanan lokal yang tangguh di tingkat tapak dalam melawan krisis iklim global.

Direktur Program KEHATI, Rony Megawanto, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa bambu merupakan solusi berbasis alam (nature-based solutions) yang paling adaptif untuk wilayah kepulauan kering seperti NTT. Bagi KEHATI, pendekatan konservasi tidak boleh dilepaskan dari peran aktif masyarakat lokal yang mendiami wilayah hulu tersebut.

“Melalui kolaborasi jangka panjang ini, KEHATI bersama CIMB Niaga mendorong tata kelola hutan rakyat yang berkelanjutan melalui budidaya bambu. Kami memposisikan kelompok tani bukan sebagai objek proyek, melainkan sebagai mitra strategis dalam perlindungan dan pengembangan kawasan hutan,” ujar Rony Megawanto. Pemilihan varietas lokal seperti bambu betung didasarkan pada daya tahan ekologisnya yang tinggi serta manfaat ekonominya yang berlapis bagi warga pasca-panen.

Konsistensi ini diamini oleh Fransiska Oei, Direktur Compliance, Corporate Affairs, dan Legal CIMB Niaga. Saat turun langsung menanam bambu bersama masyarakat di lapangan, ia kerap menekankan bahwa program penanaman bambu ini merupakan simbol abadi dari keberlanjutan yang sejati.

“Bambu ini kami pilih karena memiliki multi-manfaat yang luar biasa. Ia menjaga lingkungan, mengonservasi air, sekaligus secara nyata mampu memberdayakan ekonomi masyarakat secara mandiri,” ungkap Fransiska Oei. Bagi CIMB Niaga, investasi pada sebatang bambu adalah investasi jangka panjang untuk generasi masa depan Flores agar tidak lagi kesulitan mengakses air bersih dan penghidupan yang layak.

Angka di Balik Komitmen Hijau

Kolaborasi yang diinisiasi sejak tahun 2012 ini bukanlah program filantropi musiman. Menilik Sustainability Report (Laporan Keberlanjutan) CIMB Niaga, investasi sosial ini dikucurkan secara konsisten melalui pilar Corporate Social Responsibility (CSR) Lingkungan Hidup dan skema pembiayaan hijau. Program Konservasi Bambu ini merupakan komitmen nyata yang telah dilaksanakan dalam kurun 13 tahun berkolaborasi dengan Yayasan KEHATI dan mitra-mitra di lapangan dengan total penanaman mencapai 59.900 bibit. Penanaman ini tersebar di daerah Jawa Barat, Lombok (Nusa Tenggara Barat), Tabanan dan Gianyar (Bali), Flores (Nusa Tenggara Timur), hingga Magelang (Jawa Tengah). Selama kurun tiga tahun terakhir, program bambu difokuskan secara intensif pada tiga lokasi utama, yakni NTB, NTT, dan Magelang.

Pada awal kampanye masifnya yang tercatat dalam laporan evaluasi berkala akhir tahun 2019, CIMB Niaga menggelontor dana CSR khusus sebesar Rp3,5 miliar dalam satu fase program multi-tahun bersama Yayasan KEHATI. Dana jumbo ini dialokasikan untuk memperluas pembibitan di wilayah nusantara serta membangun infrastruktur hilir krusial seperti pengadaan mesin pelepuh dan mesin vakum pengolahan rebung, hingga pelatihan intensif bagi para petani.

Di lapangan, komitmen ini bukan pemanis di atas kertas. Aktivitas pelestarian di Flores disokong secara berkelanjutan di tingkat tapak melalui skema Community Link #JadiBerkelanjutan. Lewat pos anggaran CSR lingkungan tahunan bank yang bergulir ini, korporasi langsung menyerap hasil kerja keras masyarakat dengan membeli bibit senilai Rp2.500 per polibag dari kelompok “Mama-Mama Bambu”. Jumlah bambu yang dikonservasi secara kolektif di Nusantara kini telah melampaui angka 59.900 bibit, mencakup varietas unggulan lokal: Bambu Hitam (Gigantochloa atroviolacea), Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz), serta Bambu Betung (Dendrocalamus asper). Dampak langsungnya menyentuh lebih dari 467 petani dan kelompok perempuan di pedalaman, membiayai sertifikasi mereka, serta meningkatkan kapasitas teknis sekaligus literasi keuangan secara inklusif.

Secara bisnis, angka-angka di tingkat tapak ini berkelindan erat dengan kebijakan CIMB Niaga secara global. Mengutip data pada Kerangka Kerja Keuangan Berkelanjutan (Sustainable Finance Framework) CIMB Niaga yang dirilis November 2025, portofolio pembiayaan berkelanjutan (Sustainable Financing) CIMB Niaga telah menembus angka Rp60 triliunan (hampir 26% dari total pembiayaan). Portofolio ini berfokus pada sektor energi terbarukan, UMKM, dan Sustainability-Linked Loans (SLL), sejalan dengan komitmen menuju target Net Zero pada 2050.

Sektor UMKM mendominasi portofolio dengan nilai Rp25,7 triliun (sekitar 43%) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Di samping itu, terdapat KPR Hijau (Green Mortgage), fasilitas pembiayaan rumah ramah lingkungan yang telah bersertifikat GBCI atau EDGE, dengan pencairan mencapai total Rp412,66 miIiar. Produk lainnya mencakup Eco Financing melalui pembiayaan kendaraan listrik (EV) dan hibrida yang disalurkan melalui anak perusahaan, CIMB Niaga Finance (CNAF), serta SLL sebagai pembiayaan korporasi khusus yang dikaitkan dengan pencapaian target keberlanjutan debitur. Bahkan, pada periode berjalan 2025/2026, sang induk usaha (CIMB Group) telah menaikkan target pendanaan keberlanjutan kolektifnya hingga skala RM100 miliar di tingkat regional Asia Tenggara.

Ekspansi dan Aliansi Strategis

Kembali ke program bambu sebagai salah satu fokus komitmen keberlanjutan CIMB Niaga, geliat ini rupanya merembes dan kian kokoh melalui perluasan jejaring aliansi strategis. Sejak tahun 2022, Bank yang tergabung dalam Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan Perbankan (FKDKP) bekerja sama dengan Yayasan KEHATI melakukan kegiatan penanaman pohon bambu secara berkelanjutan sebagai bentuk dukungan pelestarian lingkungan selama 5 tahun ke depan. Kegiatan penanaman ini juga menjadi bagian dari dukungan nyata FKDKP untuk Gerakan Nasional (Gernas) 22 Tahun APU PPT Indonesia yang dicanangkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada tahun 2024.

  • Baca juga: Buka RDN Ajaib via OCTO, Nasabah CIMB Niaga Berkesempatan Raih Cashback Saham BNGA

Aksi kolaboratif ini tidak sekadar menjadi seremonial belaka. Pada 31 Oktober 2024, dilaksanakan simbolis penanaman pohon bambu secara berkelanjutan, ramah tamah, serta diskusi ringan seputar program bambu sekaligus mengunjungi komunitas pemberdayaan masyarakat di kawasan Desa Ngargoretno, Magelang, Jawa Tengah. Rencana penanaman selama 5 tahun ke depan ditargetkan mencapai 15.875 bibit pohon bambu di atas lahan seluas 27 hektar di Desa Ngargoretno. Dari total komitmen tersebut, CIMB Niaga berkomitmen menyokong sebesar 10.080 bibit (atau sekitar 63% dari total komitmen), di mana pada tahun berjalan ini telah sukses ditanam total sejumlah 6.000 bibit bambu untuk porsi kontribusi Bank sejak tahun 2022.

Daulat Ekonomi “Mama-mama Bambu”

Namun, sebuah program konservasi lingkungan sering kali layu di tengah jalan jika tidak memberikan dampak kesejahteraan yang nyata. Konservasi tanpa isi dapur yang ngebul akan selalu layu. Nyata dan instan—itu yang dicari warga. Menyadari tantangan klasik tersebut, kolaborasi segitiga ini menyentuh ranah hilir dengan menempatkan perempuan sebagai motor penggerak utamanya. Mereka dikenal luas dengan sebutan hangat: “Mama-mama Bambu”. Sebelum program ini masuk, bambu di mata warga Ngada dan Ruteng hanyalah tanaman pagar atau bahan bakar kayu yang murah tanpa nilai tambah.

Pola pikir inilah yang perlahan dibongkar. Paskalis Lalu, yang bertindak sebagai Project Coordinator Yayasan Bambu Lestari (YBL) Flores sekaligus Regional Champion dari Ngada, mengisahkan betapa berliku namun indahnya proses transformasi sosial ini di tingkat akar rumput. Sebagai penggerak di lapangan, Paskalis mengonsolidasikan ratusan ibu rumah tangga untuk masuk ke dalam ekosistem pembibitan. Insentif senilai Rp2.500 per bibit yang disalurkan terbukti menjadi stimulus yang kuat. Dalam setahun, seorang ibu rata-rata mampu menghasilkan minimal 8.000 bibit berkualitas. Artinya, ada tambahan pendapatan bersih sekitar Rp20 juta per tahun yang langsung masuk ke kantong mereka.

Untuk mengukur efektivitas program, CIMB Niaga telah melakukan kajian dampak (impact assessment) atas beberapa program inti yang meliputi program konservasi bambu di NTB dan NTT, serta program sorgum di NTT. Hasil kajian dampak objektif tersebut menunjukkan indikator yang luar biasa: terdapat peningkatan pendapatan kelompok tani secara signifikan, terpenuhinya kebutuhan air bersih bagi masyarakat, peningkatan keterampilan (skill) dan kapasitas kelembagaan kelompok tani, serta yang paling humanis adalah penurunan prevalensi tengkes (stunting) di wilayah pedalaman tapak program.

“Dulu kami hanya tahu tebang bambu untuk bikin pagar atau kayu bakar di dapur. Sekarang, dari urus bibit bambu saja, kami pegang uang sendiri. Uang itu tidak hanya untuk beli beras, tapi saya bisa pakai untuk bayar uang kuliah anak di kota. Bambu ini seperti berkat yang tumbuh dari tanah kami sendiri,” tutur salah seorang Mama Bambu dalam dokumen publikasi yang dirilis KEHATI.

Pendidikan Karakter dan Panggilan “Laudato Si“

Ada cerita lain yang luput dari sorotan. Denyut pelestarian bambu di Mataloko tidak berhenti di pekarangan rumah warga atau ladang petani, melainkan merambah masuk ke dalam bilik-bilik pendidikan. Di SMA Seminari St. Yohanes Berkhmans Mataloko (Todabelu), sebatang bambu telah diangkat derajatnya menjadi objek pembelajaran nyata melalui kegiatan ekstrakurikuler para siswa. Langkah lembaga pendidikan calon imam Katolik ini menjadi jembatan hidup antara konservasi ekologis di tingkat tapak dengan panggilan moral iman yang mendalam.

Gereja Katolik di Flores memiliki kekhasan yang kuat dalam menerjemahkan Ajaran Sosial Gereja (ASG)—sebuah panduan resmi yang menanggapi kondisi serta situasi sosial kemasyarakatan dunia. ASG dirancang bukan eksklusif untuk umat Katolik semata, melainkan undangan dialog terbuka bagi semua orang yang berkehendak baik (all people of good will). Sejak diprakarsai oleh Paus Leo XIII lewat ensiklik Rerum Novarum pada tahun 1891, ASG terus berkembang hingga melahirkan ensiklik Laudato Si yang dikeluarkan oleh Paus Fransiskus pada 2015 mengenai “Perawatan Rumah Kita Bersama”.

Ketika manajemen dan karyawan CIMB Niaga turun langsung mengunjungi workshop sekolah SMA Seminari Mataloko, dialog teologis itu mewujud menjadi aksi nyata yang menyentuh jajaran praktisi ekonomi.

Kepala Sekolah SMA Seminari St. Yohanes Berkhmans Mataloko, RD. Marianus Agustinus Gare Sera, M.Pd., yang akrab disapa Romo Tinyo Sera, menyambut hangat kolaborasi lintas sektor tersebut di bengkel kerja sekolahnya. Baginya, kehadiran program keberlanjutan berbasis bambu ini adalah bentuk implementasi konkret dari ensiklik kepausan di dunia pendidikan.

“Krisis ekologi saat ini menuntut sebuah gerakan kolektif yang masif dan terus-menerus. Melalui ekstrakurikuler bambu, kami melatih para siswa untuk tidak sekadar melihat bambu sebagai komoditas, melainkan sebagai jalan mempraktikkan Laudato Si—menyelamatkan lingkungan sekaligus menghargai martabat manusia di sekitarnya,” tegas Romo Tinyo Sera saat ditemui di sela-sela kesibukannya memantau bengkel kerja seminari.

Integrasi Literasi dan Serapan Emisi

Dampak ekonomi ini tidak dibiarkan mengalir tanpa arah. CIMB Niaga memanfaatkan momentum ini untuk menanamkan literasi keuangan yang sehat di pedalaman NTT. Para Mama Bambu yang sebelumnya sama sekali belum pernah menyentuh layanan perbankan (unbanked) kini diwajibkan membuka rekening bank formal untuk menerima pembayaran upah bibit secara nontunai.

Di sisi hilir, inovasi terus digenjot melalui keberadaan Kampus Bambu Turetogo di Golewa, Ngada, yang sempat dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo. Warga dilatih meningkatkan nilai tambah bambu melalui metode pengawetan alami menggunakan sistem pelepuh, serta mengubah bilah-bilah bambu menjadi produk kerajinan tangan berkelas dunia, arang aktif, bahan baku tekstil, hingga sepeda bambu Spedagi Goro yang menjadi suvenir resmi perhelatan internasional KTT G20 dan KTT ASEAN.

  • Baca juga: 81 Seniman Ramaikan Konser Kejar Mimpi untuk Indonesia ‘Simfoni Suara Hati’

Aspek akuntabilitas hijau diperkuat lewat analisis berkala atas potensi serapan emisi. Hasil perhitungan kuantitatif yang dirilis dalam publikasi resmi CIMB Niaga pada tahun 2024 menunjukkan hasil yang sangat impresif. Antara lain terdapat potensi serapan karbon dari bambu yang tertanam mencapai lebih dari 3.700 ton setara CO₂ khusus di tahun tersebut. Sementara itu, akumulasi serapan karbon yang berhasil dikumpulkan sejak tahun 2019 kini telah menembus angka fantastis, yakni lebih dari 11.400 ton setara CO₂.

Komitmen hijau CIMB Niaga yang telah berjalan lebih dari satu dekade ini berhasil membuktikan sebuah tesis penting dalam jurnalisme lingkungan bahwa ekonomi dan ekologi tidak harus saling mengorbankan. Keduanya bisa tumbuh beriringan dalam satu tarikan napas yang harmonis. Di bawah naungan rimbunnya hutan bambu Flores hingga bentangan lahan Magelang, masa depan bumi sedang dirajut kembali—menjadi jauh lebih hijau, kokoh, berdampak sosial, dan mandiri secara ekonomi. ***

Tags: #CIMB NiagaCIMB Niaga sustainabilityFransiska OeiKEHATIKejar Mimpi CIMB NiagaMama-mama BambuSustainability-Linked Loanssustainable financing
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Antisipasi Kenaikan Biaya Hidup, Maybank Rilis Formula Integrasi Investasi-Proteksi

Selanjutnya

BRI Resmikan Kick-Off Desa BRILiaN 2026 untuk Dorong Transformasi Desa 5.0

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

oleh Sandy Romualdus
20 Agustus 2026 - 17:30

Milad ke-1 Bank BSN catat laba kotor Rp643,6 miliar (naik 40%) dan aset Rp81,1 triliun per Juli 2026. Dirut BTN...

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

oleh Sandy Romualdus
20 Agustus 2026 - 13:50

BNI terus menjalankan peran sosialnya dalam mendukung masyarakat menghadapi kondisi darurat dan proses pemulihan pascabencana. Stabilitas.id - PT Bank Negara...

Gelar Pameran Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Sabet Rekor MURI

Gelar Pameran Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Sabet Rekor MURI

oleh Stella Gracia
19 Agustus 2026 - 19:18

BRI KKB National Expo 2026 sabet rekor MURI usai digelar serentak di 131 lokasi. BRI tawarkan promo suku bunga KKB...

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

oleh Stella Gracia
19 Agustus 2026 - 17:30

OJK resmi mencabut izin usaha PT BPR Citra Bersada Abadi di Bekasi. Akibat permodalan negatif dan gagal penyehatan, LPS eksekusi...

Semangat Menabung dari Tapal Batas Selatan Nusantara

Semangat Menabung dari Tapal Batas Selatan Nusantara

oleh Sandy Romualdus
19 Agustus 2026 - 16:05

OJK menggelar Puncak Hari Indonesia Menabung 2026 di Rote Ndao, NTT. Rekor MURI pun terpecahkan oleh pembukaan 220.194 rekening SimPel...

Integrasikan Digital Banking dan Olahraga, CIMB Niaga Resmikan Vamos Arena by OCTO

Integrasikan Digital Banking dan Olahraga, CIMB Niaga Resmikan Vamos Arena by OCTO

oleh Sandy Romualdus
19 Agustus 2026 - 14:22

CIMB Niaga luncurkan OCTO Arena di Meruya Jakarta Barat. Hadirkan 10 lapangan padel, fasilitas wellness, serta promo cashback eksklusif nasabah....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Gelar Pameran Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Sabet Rekor MURI

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
BRI Resmikan Kick-Off Desa BRILiaN 2026 untuk Dorong Transformasi Desa 5.0

BRI Resmikan Kick-Off Desa BRILiaN 2026 untuk Dorong Transformasi Desa 5.0

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance