• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, Januari 14, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Manajemen Risiko

Pakar Syariah: Kuasai Aset Jakarta, Asing Adalah Bahaya Laten

oleh Stella Gracia
22 Desember 2016 - 00:00
4
Dilihat
Pakar Syariah: Kuasai Aset Jakarta, Asing Adalah Bahaya Laten
0
Bagikan
4
Dilihat

Jakarta, Stabilitas—Pertumbuhan ekonomi di tahun 2017 diperkirakan mencapai 5,1 sampai 5,3 persen, namun masuknya resiko global yang datang dari Amerika Serikat dan Tiongkok perlu di diwaspadai, terutama Tiongkok yang sangat concern pada perekonomian, karena dalam waktu yang lama menjadi pelopor ekonomi global.

Pakar Ekonomi Syariah, Syafi’i Antonio dalam diskusi Outlook Ekonomi Syariah 2017 mengatakan walaupun kenaikan diperkirakan mencapai 5,1 sampai 5,3 persen, banyak hal yang perlu diwaspadai. “Kita tahu bahwa secara global, growth antara 5,1 sampai 5,3 persen, namun permasalahannya tumbuh tapi tumbuhnya tanpa pemerataan yang baik. Ini menjadi sangat berbahaya demandnya tumbuh, kemiskinan banyak, pengangguran banyak secara keseluruhan,”kata Antonio, di Jakarta, Kamis (22/12).

Selain itu, komposisi penguasaan aset juga perlu diantisipasi mengingat lebih dari 50 persen dikuasai oleh konglomerasi. Jika dibiarkan hal tersebut berdampak pada pemerataan yang sulit dikendalikan, padahal jika populasi muslim Jakarta yang banyak dapat mengambil alih penguasaan aset, diperkirakan akan berdampak pada pemerataan yang baik khususnya di Jakarta yang merupakan pusat pengendalian ekonomi.

BERITA TERKAIT

“saya rasa ini yang harus dilihat secara serius kalau tidak ini bisa jadi suatu bahaya laten ada beberapa kajian itu mengatakan kalau muslim Jakarta itu jumlahnya sekitar 83 sampai 87 persen, yang saudara-saudara kita yang non muslim itu sekitar 13 itu population composisition. Yang kristiani sekitar 9 persen yang hindu, budha, konghucu itu sisanya, nah tapi penguasaan aset dari saudara-saudara kita ini justru sangat berbahaya, jadi 58 persen itu dikuasai oleh konglomerasi, 24 persen itu oleh BUMN-BUMN, sekitar 10 persen itu koperasi formal dan sekitar 8 persen oleh sekitar 50 jutaan usaha mikro. Jadi kita lihat betapa ketimpangan disini. Nah saudara kita yang muslim itu cuma menguasai yang 8,”kata Syafii.

Syafii mengatakan komposisi berdasar agama bukan suatu hal yang rasis, karena mengingat jumlah populasi dominan yang rentan terhadap keamanan dan keadilan. “yang paling banyak terjadi di negara lain dalah riots , jika dikaitkan dengan peristiwa 212 sebetulnya ada ketidakadilan sharing of economy, hal semacam ini kalau tidak diantisipasi bisa menjadi semacam snowball,”ungkap Syafii.

Salah satu alasan mengapa pengusaan aset di Jakarta perlu dikendalikan salahsatunya adalah 60 persen perputaran uang terjadi diJakarta, tak hanya itu kegiatan pasar modal, kegiatan kementerian, BUMN juga berpusat di Jakarta.

“Karena Jakarta mengontrol konglomerasi, siapapun yang memimpin Jakarta memiliki direct, saya khawatir kalau dilempar begitu saja sama dengan melawan merci dengan bajaj,”lanjut Syafii.

Adanya pengelolaan ekonomi secara Islam (Syariah) di Jakarta menjadi hal yang yang sangat diperlukan, sebab adanya Islamic distribution mengupayakan seluruh kekayaan tersebar secara merata, hal ini sejalan dengan konsep zakat.

“Maka diperlukan affirmative policy dan equity yang bagus, insya Allah ini bisa sangat baik. Economy of zakat itu salah satu keindahan Islam dalam berekonomi, seluruh aset harus menyebar secara menyeluruh. Jadi siapapun harus bisa memerhatikan keseimbangan proporsional, karena biar bagaimanapun Jakarta memiliki control kebijakan yang besar,”jelas Syafii.

Tags: Indeks Zakat Nasional,zakat,Outlook 2017
 
 
 
 
Sebelumnya

Rayakan Hari Ibu, Dompet Dhuafa Manjakan Puluhan Ibu Dhuafa

Selanjutnya

Badan Wakaf Jakarta Belum Berperan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Eks Director Sertifikasi Asia Pacific Dirikan KRQA, Siap Beroperasi 2026

Eks Director Sertifikasi Asia Pacific Dirikan KRQA, Siap Beroperasi 2026

oleh Stella Gracia
6 Januari 2026 - 12:32

Stabilitas.id — Praktisi sertifikasi internasional Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA resmi mendirikan Karl Register Quality Assurance (KRQA), sebuah badan...

Askrindo Tingkatkan Literasi Asuransi bagi Pengelola SPBU dan SPBE

Askrindo Tingkatkan Literasi Asuransi bagi Pengelola SPBU dan SPBE

oleh Stella Gracia
24 Desember 2025 - 16:05

Stabilitas.id – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menggandeng Koperasi Pengusaha Nasional Minyak dan Gas Bumi (Kopana Migas) untuk mendiseminasikan pentingnya...

Simfoni Integritas dari Yogyakarta

Simfoni Integritas dari Yogyakarta

oleh Sandy Romualdus
9 Desember 2025 - 11:08

Stabilitas.id - Pagi itu, halaman Kantor OJK Daerah Istimewa Yogyakarta tampak lebih ramai dari biasanya. Para pegawai, akademisi, insan industri, hingga...

LPPI Gelar IRMO 2026: Bahas Strategi Perbankan Hadapi Gejolak Ekonomi dan Transformasi Digital

LPPI Gelar IRMO 2026: Bahas Strategi Perbankan Hadapi Gejolak Ekonomi dan Transformasi Digital

oleh Sandy Romualdus
24 Oktober 2025 - 13:07

Stabilitas.id – Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) akan kembali menggelar seminar unggulan tahunan The 9th Indonesia Risk Management Outlook (IRMO)...

OJK Dorong Penguatan Tata Kelola dan Integritas di Sektor Jasa Keuangan

OJK Dorong Penguatan Tata Kelola dan Integritas di Sektor Jasa Keuangan

oleh Stella Gracia
17 Oktober 2025 - 13:20

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya penerapan tata kelola dan integritas dalam sektor jasa keuangan sebagai fondasi utama...

Dorong Tata Kelola Sehat, OJK Gandeng Kampus dan Industri Keuangan Tanamkan Nilai Integritas

Dorong Tata Kelola Sehat, OJK Gandeng Kampus dan Industri Keuangan Tanamkan Nilai Integritas

oleh Stella Gracia
14 Oktober 2025 - 09:45

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat budaya integritas dan tata kelola yang baik di sektor jasa keuangan serta...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPSLB Bank Mandiri Tegaskan Dukungan Pemegang Saham dan Penguatan Strategi Menuju 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRI Umumkan Dividen Interim Rp137 per Saham Tahun Buku 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Terbitkan POJK 32/2025 tentang Penyelenggaraan Buy Now Pay Later

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Natal dan Akhir Tahun, BI Perpanjang Jam BI-RTGS hingga 23.55 WIB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

SIG Bidik Peluang Bisnis 2026 lewat Infrastruktur Berkelanjutan

BRI Hadirkan One Stop Pension Solution DPLK BRI di BRImo

OJK Dorong Keterbukaan Informasi Pasar Modal lewat Akses AKSes KSEI

POJK 35/2025 Terbit, OJK Longgarkan Aturan Perusahaan Pembiayaan

OJK Terbitkan POJK 31/2025, Perkuat Tata Kelola SRO Pasar Keuangan

Bank Jatim Gandeng LPPI Kembangkan Calon Pimpinan Cabang Lewat JLDP

Respons Bencana, TASPEN Pastikan Hak JKM ASN di Aceh Tamiang Terpenuhi

Kuatkan Integritas Pegawai, TASPEN Dorong Target Zero Fraud 2026

OJK Catat Akselerasi ITSK dan Aset Kripto, Sandbox hingga Transaksi Tembus Ratusan Triliun

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Indonesia Halal Watch: Produk Asing Saingi Produk Domestik

Indonesia Halal Watch: Produk Asing Saingi Produk Domestik

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance