Stabilitas.id — Dua raksasa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menguasai ekosistem komoditas berharga nasional resmi mengumumkan aliansi strategis. PT Pegadaian (Persero) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (IDX: ANTM) meneken Perjanjian Jual Beli Produk Logam Mulia guna mengunci integrasi hulu-hilir pasar emas domestik.
Langkah taktis ini diarahkan untuk mengonsolidasikan kekuatan Antam selaku produsen emas termurni di Indonesia dengan jaringan distribusi ritel raksasa milik Pegadaian. Sinergi ini diharapkan mampu memangkas rantai pasok (supply chain gap), menjamin ketersediaan stok secara real-time, serta menekan biaya logistik agar harga logam mulia di tingkat konsumen menjadi jauh lebih kompetitif.
Prosesi penandatanganan nota kesepakatan kakap ini dieksekusi langsung oleh Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Selfie Dewiyanti bersama Direktur Komersial PT Antam Handi Sutanto di Jakarta, Senin (25/5/2026).
BERITA TERKAIT
Direktur Komersial Antam Handi Sutanto memaparkan, aksi korporasi ini merupakan bagian dari cetak biru perusahaan untuk mempertebal penetrasi model bisnis mine-to-market (dari tambang langsung ke pasar). Melalui kerja sama ini, Antam mendapatkan jaminan serapan pasar (offtaker) berskala masif di dalam negeri.
Antam merupakan satu-satunya perusahaan pengolahan dan pemurnian emas di Indonesia yang sukses menembus dan terdaftar dalam London Bullion Market Association (LBMA) Good Delivery List. Akreditasi internasional yang sangat ketat ini menjamin produk emas yang dialirkan ke jaringan Pegadaian memiliki kadar kemurnian absolut 99,99% serta memiliki likuiditas tinggi untuk diperjualbelikan di seluruh dunia.
“Kami berkomitmen menghadirkan produk Emas Kebanggaan Indonesia yang terpercaya. Sinergi bersama Pegadaian akan memberikan kemudahan, kenyamanan, dan jaminan keamanan tertinggi bagi masyarakat yang ingin mengamankan kekayaannya melalui instrumen investasi safe haven,” urai Handi.
Di sisi hilir, Direktur Pemasaran Pegadaian Selfie Dewiyanti menegaskan bahwa pasokan langsung dari Antam merupakan milestone krusial bagi perusahaan yang kini tengah bertransformasi penuh menjadi Bank Emas (Bullion Bank) pertama di Indonesia.
Dengan kepastian rantai pasok dari hulu, Pegadaian dapat merancang bauran produk investasi berbasis emas yang jauh lebih kompetitif, transparan, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Pegadaian kini mengoperasikan lini bisnis emas paling komprehensif di tanah air, yang meliputi:
-
Perdagangan Emas Fisik & Digital: Memfasilitasi pembelian batangan maupun tabungan emas via aplikasi.
-
Deposito Emas (Gold Deposit): Mengelola simpanan emas nasabah dengan skema pemberian imbal hasil (yield).
-
Jasa Titipan Emas Korporasi: Menyediakan jasa brankas penitipan komoditas skala besar untuk kelembagaan.
-
Pinjaman Modal Kerja Emas: Menyalurkan pembiayaan produktif dengan jaminan atau denominasi emas.
Guna mendukung operasional Bullion Bank tersebut, Pegadaian telah membangun infrastruktur ruang khazanah (vault) dengan sistem proteksi perimeter tingkat tinggi berstandar internasional. Selain itu, ekosistem hilir perusahaan diperkuat oleh anak usahanya, PT Galeri 24, yang mengoperasikan pabrik pengolahan dan pencetakan perhiasan mandiri.
Melalui integrasi makro ini, kedua perusahaan berkomitmen untuk memperkuat struktur ketahanan finansial masyarakat lokal di tengah fluktuasi mata uang, sekaligus menjadikan instrumen emas sebagai pilar utama penjaga stabilitas ekonomi nasional. ***

















