Stabilitas.id — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan aktivitas penghimpunan dana korporasi melalui instrumen surat utang di pasar modal domestik bergerak semakin ekspansif. Otoritas bursa mencatat, akumulasi nilai penerbitan emisi obligasi dan sukuk sepanjang tahun berjalan (ytd) hingga akhir Mei 2026 telah menembus angka Rp67,84 triliun.
Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad memaparkan bahwa sepanjang periode perdagangan tanggal 18 hingga 22 Mei 2026, papan pencatatan bursa diramaikan oleh masuknya dua obligasi konvensional dan satu instrumen sukuk ijarah baru dari emiten strategis.
“Tambahan tersebut menggenapkan akumulasi penerbitan obligasi dan sukuk sepanjang tahun buku 2026 menjadi total 62 emisi yang dirilis oleh 41 emiten dengan total nilai Rp67,84 triliun,” urai Kautsar dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (26/6/2026).
BERITA TERKAIT
Tiga emiten besar di sektor energi dan logistik pelayaran menjadi motor utama penggerak emisi surat utang teranyar pada pekan ketiga Mei 2026:
1. PT TBS Energi Utama Tbk. (IDX: TOBA)
Pada Senin (18/5), emiten energi terintegrasi ini meresmikan pencatatan Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap III Tahun 2026 senilai Rp175 miliar. Surat utang ini mengantongi peringkat ketahanan keuangan idA (Single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), dengan mempercayakan PT Bank Mega Tbk. bertindak sebagai wali amanat (trustee).
2. PT Energi Mega Persada Tbk. (IDX: ENRG)
Menyusul di hari Jumat (22/5), perusahaan hulu minyak dan gas bumi milik Grup Bakrie ini mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap III Tahun 2026 dengan jumlah pokok yang lebih jumbo, yakni sebesar Rp500 miliar. Instrumen utang ENRG ini meraih peringkat idA+ (Single A Plus) dari Pefindo, dengan menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sebagai wali amanat.
3. PT Samudera Indonesia Tbk. (IDX: SMDR)
Di hari yang sama, raksasa logistik dan pelayaran nasional ini menerbitkan instrumen keuangan berbasis syariah lewat Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Samudera Indonesia Tahap III Tahun 2026 bernilai Rp700 miliar. Sukuk ini mendapatkan rating investasi idA+(sy) (Single A Plus Syariah) dari Pefindo, dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) mengawal sebagai wali amanat penjamin.
Tembus Rp569,01 Triliun
Dengan masuknya tiga emisi kakap tersebut, total kompilasi surat utang korporasi yang aktif dan tercatat di BEI saat ini bertengger di angka 697 emisi. Efek utang tersebut dikelola secara kolektif oleh 135 perusahaan tercatat.
Secara makro, total nilai sisa imbalan atau pokok utang yang belum jatuh tempo (outstanding value) dari 697 emisi korporasi tersebut mencapai Rp569,01 triliun ditambah denominasi valuta asing sebesar US$148,82 juta.
Di sisi lain, papan instrumen pendapatan tetap (fixed income) BEI masih didominasi kuat oleh portofolio Surat Berharga Negara (SBN) yang diterbitkan pemerintah. Hingga akhir Mei 2026, tercatat ada 188 seri SBN yang melantai di bursa dengan akumulasi nilai nominal yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp6.803,28 triliun dan US$352,10 juta.
Sementara itu, untuk instrumen keuangan terstruktur berupa Efek Beragun Aset (EBA), bursa mencatat sebanyak 7 emisi aktif dengan nilai kapitalisasi sebesar Rp3,67 triliun. Tingginya angka penyerapan pasar ini mencerminkan solidnya tingkat kepercayaan para manajer investasi domestik terhadap fundamental dan likuiditas iklim usaha di Indonesia. ***
Postur Struktur Pasar Pendapatan Tetap (Fixed Income) BEI (Mei 2026)
| Komponen Surat Berharga / Efek | Jumlah Emisi / Seri Terdaftar | Nilai Nominal Rupiah (IDR) | Nilai Nominal Dolar (USD) | Institusi Pengawas / Wali Amanat |
| Total Emisi YTD (2026) | 62 Emisi (41 Emiten) | Rp67,84 Teriliun | – | Pengawasan Pefindo / Multi-Bank |
| Pencatatan Baru (TOBA) | Koridor Obligasi Konvensional | Rp175,00 Miliar | – | Peringkat idA / Wali Amanat Bank Mega |
| Pencatatan Baru (ENRG) | Koridor Obligasi Konvensional | Rp500,00 Miliar | – | Peringkat idA+ / Wali Amanat Bank BRI |
| Pencatatan Baru (SMDR) | Koridor Sukuk Ijarah Syariah | Rp700,00 Miliar | – | Peringkat idA+(sy) / Wali Amanat BSI |
| Total Akumulasi Korporasi | 697 Emisi (135 Emiten) | Rp569,01 Triliun | US$148,82 Juta | Total Outstanding Pasar Modal |
| Surat Berharga Negara (SBN) | 188 Seri Sovereign Bond | Rp6.803,28 Triliun | US$352,10 Juta | Portofolio Utama Kemenkeu RI |
| Efek Beragun Aset (EBA) | 7 Paket Emisi Struktural | Rp3,67 Triliun | – | Instrumen Sekuritisasi Likuid |

















